Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Perawatan dan Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula


Ketahui langkah budidaya jamur tiram benar-benar dianjurkan buat memperoleh pendapatan tambahan. Budidaya jamur benar-benar terkenal di tengah-tengah warga untuk penuhi kebutuhan pasar.

Jamur tiram sebagai makanan yang sehat. Jamur tiram memiliki kandungan kalori yang rendah dan nyaris tidak mempunyai lemak. Vitamin D dan B12 terdapat di dalam jamur ini dan benar-benar pas untuk dimakan.

Jamur tiram mempunyai keunikan berwujud lebar seperti cangkang tiram, warna putih, dan tumbuh berdompol seperti payung.

Karena keinginan akan jamur tiram tinggi di Indonesia, membuat budidayanya banyak disukai dan termasuk gampang diketemukan.

Bila Anda ingin mengawali budidaya jamur tiram, dapat coba cara-cara ini.

Berikut langkah budidaya jamur tiram untuk pemula, disalin dari Liputan6, Rabu (16/12/2020).

Persiapkan Kumbung

Kumbung atau rumah jamur sebagai tempat untuk menjaga baglog dan tumbuhkan jamur. Kumbung umumnya berbentuk sebuah bangunan atau ruang yang diisi rak-rak untuk menempatkan baglog atau tempat tanam untuk menempatkan bibit jamur tiram.

Ruang ini harus mempunyai kekuatan jaga temperatur dan kelembapan.

Kumbung umumnya dibuat dari bambu atau kayu. Dinding kumbung dapat dibikin dari papan. Untuk atap, Anda dapat memakai genteng. Disarankan tidak untuk memakai atap asbes atau seng karena akan datangkan panas.

Dan di bagian lantainya, masih tetap memakai tanah supaya air yang dipakai untuk menyirami jamur dapat menyerap.

Dalam kumbung diperlengkapi rack berbentuk kisi-kisi yang dibikin bertingkat. Rack itu berperan untuk membuat baglog. Kerangka rack dapat dibikin dari bambu atau kayu. Status rack ditempatkan berjajar dan di antara rack satu sama lainnya dipisah oleh lorong untuk perawatan.

Ukuran kumbung yang disarankan seharusnya kurang dari 40 cm. Rack dapat dibikin cuma 2-3 tingkat saja. Lebar rack 40 cm dan panjang tiap batas rack 1 mtr.. Tiap batas rack sebesar ini sanggup simpan 70-80 baglog. Jumlahnya rack disamakan dalam jumlah baglog yang hendak diperbudidayakan.

Saat sebelum mamasukkan baglog ke kumbung, ada banyak hal yang penting Anda lihat.

  • Pertama, Anda perlu bersihkan kumbung dan rak-rak dari kotoran.
  • Ke-2 , kerjakan pekapuran dan penyemprotan dengan fungisida pada bagian dalam kumbung. Perlu biarkan sepanjang dua hari saat sebelum baglog dimasukkan pada kumbung.
  • Paling akhir, saat berbau telah lenyap, Anda dapat masukan baglog yang siap untuk ditumbuhkan, di mana semua permukaan atasnya telah ditutupi dengan serabut putih.

Mempersiapkan Baglog

Karena jamur tiram sebagai jamur kayu hingga bahan khusus dari baglog ialah serbuk gergaji.

Baglog dibuntel plastik berwujud silender, satu antara ujungnya dikasih lubang. Di lubang berikut jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Pada budidaya jamur tiram jumlah besar, petani jamur umumnya membuat baglog sendiri. Tetapi, untuk pemula, umumnya baglog dibeli dari faksi lain hingga petani dapat konsentrasi cuma jalankan bisnis budidaya saja tak perlu membuat baglog sendiri.

Langkah Menjaga Baglog

Ada dua langkah membuat baglog dalam rack, yakni dengan ditempatkan secara vertikal dan horizontal. Menempatkan secara vertikal di mana lubang baglog mengarah ke atas, dan langkah horizontal, lubang baglog menghadap ke samping.

Ke-2 langkah budidaya jamur tiram ini mempunyai kelebihan masing-masing. Jika diatur secara horizontal jadi lebih aman dari siraman air karena bila penyiraman berlebihan, air tidak masuk ke baglog.

Disamping itu, untuk lakukan panen lebih gampang. Cuma, pengaturan dengan horizontal ini banyak makan ruangan.

Berikut langkah budidaya jamur tiram dan perawatannya:

  • Saat sebelum membuat baglog, membuka lebih dulu cincin dan kertas penutup baglog. Biarkan lebih kurang lima hari. Jika lantai dibuat dari tanah, kerjakan penyiraman untuk menambahkan kelembapan.
  • Kemudian, potong ujung baglog untuk memberi ruangan tumbuh lebih lebar. Diamkan sepanjang 3 hari dan tidak boleh disiram. Cukup siram di bagian lantai saja.
  • Kerjakan penyiraman dengan sprayer. Penyiraman seharusnya membuat kabut, bukan tetesan-tetesan air. Semakin prima pengabutan, akan semakin baik. Anda dapat menyiraminya 2-3 kali satu hari, bergantung temperatur dan kelembapan kumbung. Anda perlu tetap jaga temperatur pada range 16-24 derajat celsius.

Memetik Jamur Tiram

Jika baglog yang dipakai permukaan atasnya sudah tertutup prima dengan miselium, umumnya dalam kurun waktu 1-2 minggu semenjak pembukaan tutup baglog, jamur akan tumbuh dan bisa dipanen. Baglog jamur dapat dipanen 5-8 kali, jika perawatannya baik.

Baglog dengan berat sekitaran 1 kg akan hasilkan jamur sekitar 0,7-0,8 kg. Kemudian baglog dibuang atau dapat menjadi bahan kompos.

Panen ini dilaksanakan pada jamur yang sudah mekar dan jadi membesar. Persisnya jika ujungnya sudah kelihatan meruncing. Tetapi, tudungnya belum pecah, berwarna masih putih bersih.

Jika periode panen melalui 1/2 hari saja, warna menjadi cukup kuning kecokelatan dan tudungnya akan pecah. Jika sudah semacam ini, jamur akan cepat layu dan tidak kuat lama. Jarak panen pertama ke panen selanjutnya sekitar 2-3 minggu kembali.

Post a Comment for "Tips Perawatan dan Budidaya Jamur Tiram untuk Pemula"