Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Panduan Cerdas Budidaya Melon 2023

Melon atau dengan bahasa latin disebutkan Cucumis melo L sebagai tipe tanaman satu musim, dan termasuk keluarga Cucurbitae. Tanaman melon mempunyai beberapa ciri tangkai menyebar, berdaun lebar, dan berkulit buah keras, dan wewangian buah wangi. Tanaman melon awalnya datang dari lembah Persia, persisnya di wilayah Mediterania, tepian di antara Asia sisi barat dengan Amerika. Di Indonesia sendiri tanaman melon berkembang semenjak tahun 1980an, pertama kalinya diperkembangkan di wilayah Jawa Barat sebelumnya terakhir menyebar di beberapa wilayah di Indonesia.

Buah melon mempunyai rasa manis dan fresh, disamping itu buah melon kaya kandungan vitamin C, jadi konsumsi buah melon sangat baik. Untuk nikmati kesedapan buah melon, Anda dapat melahapnya langsung atau di buat jadi juice, es buah, puding dan wujud olahan dari buah melon yang lain.

Perlu Anda kenali, melon sebagai buah dengan nilai komersial yang tinggi, hingga bila Anda bisa membudidayakan melon karena itu menjadi kesempatan usaha yang cukup menarik untuk Anda.

Menanam melon pasti tidak gampang, Anda memerlukan ketrampilan dan pengetahuan bagaimanakah cara budidaya melon secara baik, maksudnya untuk mendapat hasil yang maksimal. Beragam info dari beberapa aktor usaha budidaya melon sudah kami kumpulkan di sini, mudah-mudahan bisa menambahkan wacana Anda.

Di bawah ini beberapa langkah yang penting kita siapkan dan melakukan untuk budidaya melon:

  1. Tentukan Lokasi Budidaya Melon
  2. Persyaratan ketinggian lokasi untuk budidaya melon yakni 300 - 900 dpl (di permukaan laut). Bila ketinggian lokasi tempat lebih dari iitu, tanaman masih tetap dapat tumbuh, tetapi tidak bisa berproduksi secara baik dan maksimal.
  3. Lihat juga temperatur yang bagus untuk memberikan dukungan perkembangan tanaman melon, yakni 25-30 derajat Celsius, jangan kurang dari itu.
  4. Lokasi dengan tempat terbuka memberi pencahayaan secara penuh untuk perkembangan tanaman melon. Disamping itu, tipe tanah yang pas untuk budidaya melon yang cocok ialah tipe tanah liat berpasir, dengan PH bagus tanah di antara 5,8-7,2 baik sekali untuk perkembangan buah melon. Dan yakinkan lokasi budidaya melon dekat sama irigasi air.

2. Proses Penyemaian Benih Melon

Untuk memperoleh produksi buah melon yang bagus, tentu saja Anda harus pastikan jika benih melon yang hendak Anda tanam mempunyai kualitas yang bagus. Seharusnya benih yang Anda gunakan ialah varietas unggul F1 hibrida (Madesta, Action, Alisha, Apollo, Gracia,dan lain-lain).

Dan tingkatan penyemaian benih melon bisa disaksikan di bawah ini:

  1. Rendam benih dengan larutan furadan, lebih kurang 2 jam. Maksudnya untuk jaga kebal benih dan mensortir benih yang hendak dipakai.
  2. Persiapkan media untuk persemaian, media semai terbagi dalam kombinasi tanah, pasir dan pupuk kandang (umumnya perbandingannya 5:1:1), juga bisa dipertambah NPK dengan insektisida karbofuran supaya hasilkan bibit yang kekar dan kuat.
  3. Tusukkan benih dengan tegak dengan status ujung perakaran di status bawah, untuk menggairahkan perakaran. Tutup persemaian dengan kain atau daun supaya kecambah cepat tumbuh.
  4. Membuka penutup di hari ketiga s/d hari kelima. Jika perkecambahan benih telah tumbuh, penutup seharusnya dibuka saja. Dan jauhi contact langsung dengan matahari.
  5. Bibit melon yang siap dapat dipindah ke tempat, yakni dengan beberapa ciri mempunyai 4-5 lembar daun (umur 10-12 hari).

3. Proses Pemrosesan Tempat Budidaya Melon

Tahap selanjutnya dalam budidaya melon ialah menyiapkan tempat, apa yang penting kita kerjakan?

  1. Pakai tempat yang mendapat cahaya matahari penuh, dapat di tempat sisa sawah atau pelataran.
  2. Kerjakan pemrosesann tanah dengan dibajak atau di cangkul, maksudnya untuk membuat tanah jadi gembur, dan hilangkan senyawa-senyawa berracun dalam tanah
  3. Sesudah lakukan penggemburan tanah baik itu dengan di membajak atau di cangkul, biarkan tanah sampai 4-5 hari supaya tanah jadi makin gembur dan gampang untuk dibuat bilikan
  4. Buat bilikan dengan panjang ukuran 12-15 mtr., tinggi 30 cm dan lebar 100-110 cm.
  5. Buat parit atau jarak antara bilikan sama ukuran 55-65cm supaya mempermudah Anda dalam menjaga tanaman melon.
  6. Pasang mulsa plastik, untuk jaga tanaman melon dari penyakit trips atau serangga yang lain.
  7. Sesudah memasangkan mulsa, biarkan sepanjang 3-5 hari supaya tanah tergerai secara baik, kemudian baru dikasih lubang untuk penanaman bibit melon.

4. Proses Menanam Bibit Melon

  1. Proses perpindahan bibit dari polybag kecil ke tempat yakni dengan merobek polybag, usahakan tanah masih menggumpal supaya perakaran tidak ada yang hancur.
  2. Penanaman bibit melon harus berhati-hati, karena bibit rawan patah. Supaya tegak, pencet tanah supaya tanaman tegak dan tidak gampang ambruk.
  3. Skema tanam dilaksanakan secara homogen, atau monokultur. Pasang ajir atau bilah bambu, perannya sebagai tiang penyangga dan media rambatan tanaman melon.

5. Perawatan Tanaman Melon

Memiara tanaman melon sampai berbuah dan siap petik memerlukan waktu dan perawatan yang intens, apa yang perlu Anda kerjakan?

  1. Kerjakan penyulaman selekasnya pada bibit melon yang mati atau layu, tukar dengan mengambil dan ditukar dengan bibit baru, hingga tidak kurangi angka produktifitas tempat.
  2. Kerjakan penyiangan untuk bersihkan gulma tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman melon. Pada tempat dengan mekanisme mulsa, penyiangan dilaksanakan pada parit dan lubang tumbuh tanaman melon.
  3. Pemotongan pada tanaman dengan hilangkan tunas air tumbuh pada tangkai khusus, maksudnya supaya tangkai khusus bisa tumbuh secara baik, hingga produktifitas tidak terhalang.
  4. Penyiraman dan pengairan pada tanaman melon dilaksanakan mulai dari tanaman ditanamkan sampai buah mulai di petik. Ini karena tanaman melon benar-benar memerlukan banyak air.
  5. Pengarin pada tempat umumnya dilaksanakan saat hari tidak hujan, tetapi waktu penyiraman dan pengarin yakni sama dilaksanakan saat pagi sekali atau malam hari.
  6. Penyemprotan pestisida, ini dilaksanakan untuk jaga tanaman dari gempuran penyakit atau serangga (kutu aphids, thrips, lalat buah atau jamur atau bakteri yang serang tanaman).

6. Pemupukan Tanaman Melon

Proses tingkatan pemupukan dilaksanakan 3x dalam masa tanam.

  1. Pemberian pupuk pertama atau pupuk dasar yang terbagi dalam pupuk kandang atau kompos dan kapur pertanian
  2. Pemberian pupuk ke-2 pada umur tanaman 20 hari, dianjurkan memberi pupuk NPK karena kandungannya yang komplet.
  3. Pemupukan ke-3 dilaksanakan pada umur tanaman 60 hari, tipe pupuk yang diberi ialah TSP dan KCL atau dapat ditukar dengan NPK, samakan dengan keperluan tanaman.

7. Proses Panen Buah Melon

Proses panen buah melon secara umum dilaksanakan di saat tanaman berumur 3-4 bulan, triknya yakni dengan menggunting tangkai buah dengan memakai pisau atau gunting khusus, agar buah tidak gampang busuk.

Proses pemanenan seharusnya Anda kerjakan saat pagi hari, selainnya menghindar panas matahari, tanaman supaya tidak layu karena pemetikan.

Berikut beberapa ciri buah melon yang siap petik:

  1. Saksikan warna buah, buah yang masak warna kekuningan.
  2. Warna serat atau jaring terlihat kasap/kasar.
  3. Wewangian buah harum.
  4. Pangkal tangkai buah umumnya mulai menguning.
  5. Jauhi pilih buah dengan pangkal tangkai yang membusuk.

Post a Comment for "Panduan Cerdas Budidaya Melon 2023"