Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Panduan Mengawali Beternak Sapi untuk Pemula

Fans masakan daging pasti kenal dengan hewan Sapi. Sapi sebagai hewan mamalia herbivora yang banyak diternakkan untuk diambil daging, susu, dan kulitnya. Daging sapi sebagai komoditas yang mempunyai nilai jual tinggi di pasar. Walau mempunyai nilai jual tinggi, kebutuhan pasar akan daging sapi masih tetap tinggi.

Bahkan juga, suplai daging sapi dari peternak lokal belum juga sanggup penuhi kebutuhan pasar. Ini membuat satu kesempatan untuk beternak sapi buat penuhi kebutuhan pasar.

Beternak sapi dirasakan cukup susah untuk beberapa orang. Argumennya ialah sapi memerlukan kandang khusus, pakannya banyak, dan pembersihan kotorannya lumayan berat. Namun, apakah benar beternak sapi begitu susah seperti ynag dipikir beberapa orang? Bila peternak tahu beberapa tips beternak sapi, rupanya beternak sapi tidak sesusah yang dipikirkan. Berikut beberapa tips yang bisa diaplikasikan oleh pemula.

1. Modal Beternak

Pertama, beternak sapi itu perlu dana untuk modal. Dana perlu dipersiapkan secara baik. Umumnya peternak di tingkat pemula mempunyai masalah dalam soal modal. Tetapi, modal sebetulnya bisa ditangani dengan menabung beberapa waktu saat sebelum mengawali. Maka dari itu, rencana jadi hal yang penting dalam mengawali beternak sapi.

Berdasar besaran modal, bisa selekasnya ditetapkan sistem beternak sapi seperti apakah yang hendak dilaksanakan, seperti sistem penggemukan atau sistem perkembangbiakan dari anakan. Juga sangat penting ialah tentukan tipe sapi yang hendak diternakkan. Indonesia sendiri mempunyai beberapa sapi favorit, seperti sapi Bali, sapi Madura, dan sapi Ongole.

Beberapa persyaratan saat menentukan sapi ternak diantaranya: mempunyai fisik yang tegap dan tidak cacat, mata bersih dan ceria, anggota badan bebas dari penyakit, kotorannya normal, dan bulu-bulu tidak gampang rontok. Khusus sapi untuk penggemukan, tentukan sapi dengan badan kurus, tapi masih tetap sehat.

2. Perlu Tempat

Ke-2 , penting diingat penyeleksian lokasi dan pembikinan kandang. Lokasi kandang diusahakan jauh dari rumah rumah. Jarak minimum kandang ke rumah ialah sekitaran 10 m. Disamping itu, lokasi kandang harus juga terbebas dari kubangan air saat hujan.

Untuk kandang, harus penuhi persyaratan berikut ini: perputaran udara bersih lancar, luasan kandang per pribadi mencukupi, dan lantai kandang gampang dibikin bersih. Perputaran udara yang bagus bisa dikondisikan dengan pengadaan sirkulasi.

Luasan kandang bagus supaya sapi ternak nyaman ialah 1,5 x 2 m. Dalam pada itu, supaya lantai kandang gampang dibikin bersih, lantai dapat dibikin dari semen atau tanah padat. Untuk jaga keadaan sapi supaya berasa hangat, lantai kandang bisa dikasih alas jerami kering atau sekam. Disamping itu, tempat pakan dan tempat minum dibuat semakin tinggi supaya tidak terserang kotoran sapi.

3. Panduan Perawatan

Ke-3 , perawatan sapi harus tekun. Sapi ternak yang dipiara secara baik akan alami perkembangan maksimal dan sehat. Kadang-kadang sapi perlu diberi perawatan, seperti pembersihan bulu-bulu dan kuku. Pemberian pakan harian sebagai poin penting dilaksanakan teratur.

Sehubungan sapi memerlukan pakan yang banyak, perlu dibikin ukuran pakan berdasar berat badan. Jumlah pakan yang disarankan untuk sapi ialah 10% dari berat badan. Selain itu, sapi perlu dikasih pakan tambahan sekitaran 1-2% dari berat badan.

Pakan khusus sapi ialah hijauan, dan tambahan bisa berbentuk ekstrak, dedak, bekatul, dan yang lain. Hijauan bisa dikelompokkan jadi tiga, yakni hijauan fresh, hijauan kering, dan hijauan silase. Contoh hijauan fresh diantaranya rerumputan dan daun-daunan. Pakan diberi minimum 2x satu hari.

Waktunya sekitaran jam 07.00-09.00 saat pagi hari, dan jam 16.00-18.00 di sore hari. Perbedaan pemberian pakan pagi-sore dilaksanakan sama sesuai keperluan sapi, contoh 40% pagi dan 60% sore. Pemikirannya ialah durasi waktu dari sore-pagi lebih panjang dibandingkan pagi-sore. Saat pemberian pakan, diupayakan supaya keperluan air minum selalu memenuhi untuk sapi.

Sapi ternak memerlukan garam mineral. Sapi memerlukan sekitaran 48 gr garam setiap hari. Garam ini bisa didapat oleh sapi dengan pemberian air garam dapur (NaCl). Maka dari itu, sapi perlu dikasih larutan garam 1x satu bulan. Juga sangat penting pada proses perawatan sapi ialah pengujian keadaan kandang.

Kotoran sapi dalam kandang perlu dibikin bersih teratur tiap hari. Bila tidak dapat tiap hari, diupayakan pembersihan kandang dilaksanakan sekerap mungkin. Pengujian kesehatan harus juga diberi secara periodik.

Post a Comment for " Panduan Mengawali Beternak Sapi untuk Pemula"