Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisis Usaha Peternakan Sapi Potong dan Contoh Proposalnya

Beberapa poin utama berkaitan analisis usaha ternak sapi potong dan contoh proposal usaha sapi potong diantaranya : modal usaha, perlengkapan ternak, rab pembikinan kandang dan ongkos operasional setiap bulan.

Untung rugi usaha ternak sapi disaksikan dari tipe sapi yang hendak diternak, karena pakan ternak juga bergantung dari tipe sapinya. Mirip contoh sapi limosin dan sapi pedaging ada banyak pengeluaran yang lumayan besar di ongkos pakan ternak.

Anda ingin beternak sapi potong? Jika iya, langkah awal yang perlu dilaksanakan ialah membuat analisis usaha ternak sapi potong. Arah membuat analisis usaha ternak sapi potong ialah mempermudah peranan management dan ketahui resiko.

Analisis Usaha Ternak Sapi Potong

Lalu, apa yang penting jadi perhatian untuk mengawali analisis? Baca pembahasan di bawah ini.

1. Penghitungan Modal Awalnya Ternak Sapi

Modal awalnya sebagai beberapa dana yang dikeluarkan oleh peternak untuk mengawali usaha sapi potong. Modal awalnya terdiri dari 3 kelompok, yakni modal investasi, modal kerja, dan modal operasional.

Sebagai contoh, berikut ini dihidangkan penghitungan modal awalnya untuk peternakan sapi potong di teritori Kabupaten Tegal, Jawa tengah. Tetapi, penghitungan ini dapat berbeda sama sesuai keadaan ekonomi wilayah masing-masing.

Anggapan upayanya seperti berikut.

1. Tipe sapi simmentaldengan berat tubuh awalnya 250 kg.

2. Tipe peternakan rasio kecil dalam jumlah 10 ekor sapi.

3. Lama perawatan empat bulan.

4. Sasaran PBBH (Bertambahnya Berat Tubuh Harian) 1,5 kg/hari.

5. Pakan penguat 3% dan hijauan 10% dari berat tubuh ternak.

6. Pemberian vitamin 10% dari pakan penguat dan hijauan.

Tipe kandang pribadi : penggunaan sepanjang sepuluh tahun.


A. Modal Investasi

1. Pembikinan kandang per ekor Rp 1.200.000 x 10 ekor Rp 12.000.000

2. Sewa tempat 2.500 m2 lima tahun x Rp 2.000.000 Rp 10.000.000

3. Perlengkapan kandang Rp 2.000.000

4. Kendaraan operasional Rp 25.000.000

5. Timbangan untuk ternak Rp 7.500.000

Keseluruhan Modal Investasi Rp 45.700.000

B. Modal Kerja

1. Sapi akan 10 ekor x Rp17.000.000 Rp170.000.000

C. Modal Operasional

1. Gaji tenaga kerja satu orang x Rp 1.200.000 Rp 1.200.000

2. Ongkos pakan ekstrak Rp3.800 x 10 x 0,75 kg x 30 hari Rp 855.000

3. Pakan hijauan Rp 500 x 10 x 25 kg x 30 hari Rp 3.750.000

4. Vitamin Rp 530.000

5. Jamu penggenjot berat tubuh Rp 15.000 x 10 ekor Rp 150.000

6. Ongkos listrik, transportasi, air Rp 1.600.000

Keseluruhan Modal Operasional Rp 8.085.000

Keseluruhan Modal Awalnya Rp223.785.000

2. Perlengkapan Ternak Sapi

Perlengkapan ternak sebagai elemen pendukung dalam aktivitas perawatan harian. Dengan detail, berikut tipe dan peranan peralatan minimum yang diperlukan untuk peternakan sapi potong.

  • Sekop; untuk ambil kotoran dan mengalihkannya ke gerobak.
  • Selang air; sebagai alat tolong menyirami lantai kandang dan memandikan ternak.
  • Sikat; untuk menggosok tubuh ternak saat dimandikan.
  • Sapu; untuk bersihkan halaman sekitaran kandang.
  • Sabit; pemotong pakan hijauan.
  • Cangkul; untuk bersihkan selokan atau membuat lubang pembuangan kotoran.
  • Gerobak; pengangkut kotoran dari kandang ke lubang pembuangan.
  • Timbangan; untuk ketahui berat tubuh ternak.

3. Pembikinan Kandang

Menurut analisis usaha sapi potong, disaksikan berdasar kontruksinya kandang sapi potong dipisah jadi dua kelompok, yakni kandang pribadi dan barisan. Perbedaannya, kandang pribadi mempunyai penyekat dan sapinya diikat. Dalam pada itu, ternak di kandang barisan tidak diikat atau diusapt.

Ukuran kandang pribadi untuk seekor sapi mencakup, panjang 2,5 mtr. dan lebar 1,5 mtr.. Tinggi penyekat pembatasnya sekitaran 1 mtr. atau minimum sama dengan tinggi tubuh sapi. Silakan mengambil rab pembikinan kandang dan contoh proposal usaha sapi potong di bawah ini.

Tempat pakan (palung) ditempatkan di sejauh barisan ternak. Setiap palung itu dipisah jadi dua; satu untuk pakan dan yang lain sebagai tempat minum. Tidak ketinggal, aliran pembuangan urine dibikin ada di belakang ternak. Lebarnya30-40 cm dan kedalaman 5-10 cm dengan kontruksi miring.

4. Pakan Ternak

Arah khusus usaha sapi potong ialah bikin gemuk ternak sampai capai sasaran berat tubuh yang diharapkan. Karenanya, pakannya harus memiliki kandungan protein tinggi, lemak, dan karbohidrat. Tetapi, serat kasar dalam pakan jangan melewati 18% supaya gampang diolah.

Berikut tipe pakan yang dapat diberi untuk ternak.

Pakan hijauan; misalnya, rumput gajah, daun indigofera, dan jerami padi.

Pakan ekstrak; mencakup kombinasi beberapa bahan dengan formasi tertentu yang penuhi nilai nutrisi untuk sapi potong.

Pakan peragian; terbagi dalam silase dan jerami peragian.

5. Tentukan Harga Jual

Langkah tentukan nilai jual sapi potong dapat berdasar berat hidup dan tipe sapi. Biasanya, nilai jual sapi potong untuk kurban sekitaran Rp50.000-85.000 per kg di pasar. Donlot contoh proposal usaha sapi potong di bawah ini.

Sebagai contoh, Anda mempunyai sapi tipe simmental dengan berat akhir 400 kg. Untuk simmental memiliki bobot 300-400 kg, harga per kg capai Rp70.000 . Maka, nilai jualnya sekitaran Rp28.000.000 per ekor.

6. Penghitungan Omzet dan Keuntungan

Berikut penghitungan omzet dan keuntungan sama sesuai analisis di subtopik penghitungan modal awalnya.

Nilai jual rerata Rp28.000.000 per ekor.

Dengan begitu omzet penjualannya 10 x Rp28.000.000, hasilnya sama dengan Rp280.000.000

Keuntungan per masa dihitung dari keseluruhan omzet dikurangkan ongkos pembelian 10 ekor sapi akan dan modal operasional empat bulan (Rp32.340.000). Ini rinciannya.

Keuntungan : Rp280.000.000-Rp202.340.000 = Rp77.660.000

7. Resiko Usaha

Resiko sebagai semua kejadian, info, rugi, atau tugas sebagai imbas dari ambil keputusan. Menurut beberapa pakar, ada lima tipe resiko, yakni resiko perusahaan, keuangan, pendanaan, marketing, dan operasional.

Nach, beberapa resiko yang kemungkinan terjadi di dunia peternakan, diantaranya kematian ternak, penyakit, perampokan, dan kompetisi harga. Untuk kurangi resiko itu, jalan keluarnya dengan membuat sistem SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threatness).

Tersebut analisis usaha ternak sapi potong dan contoh usaha proposal sapi potong yang dapat Anda pakai sebagai dasar. Bila ingin ternak yang lain silakan coba usaha ternak entok pedaging karena lebih kecil modalnya Mudah-mudahan berguna.

1 comment for " Analisis Usaha Peternakan Sapi Potong dan Contoh Proposalnya"

  1. halo, terima kasih sudah berbagi informasi.

    kunjungi juga website UIN Walisongo di walisongo.ac.id

    ReplyDelete