Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rencana Peternakan Sapi Perah

Rencana Peternakan Sapi Perah

Susu sebagai bahan makanan asal ternak yang mempunyai kandungan nutrisi tinggi. Ini menyebabkan keinginan akan susu bertambah bersamaan dengan makin bertambahnya komunitas manusia tiap tahunnya. Sekarang ini mayoritas susu di Indonesia harus di-import (sekitaran 70 %), dan 30%nya disuplai dari produksi susu lokal yang mayoritas dibuat oleh peternakan sapi perah rakyat (Purna, dkk. 2009). Disamping itu, susu yang dibuat oleh peternak sapi perah Indonesia banyak yang tidak penuhi standard IPS, hingga banyak susu yang ditampik pabrik pemrosesan susu. Tidak ada cara lain selainnya buang susu, dan ini pasti bikin rugi peternak Indonesia.

Sebagai angkatan bangsa, tiap warga Indonesia dituntut peranan sertanya dalam pembangunan. Salah satunya faktor penting dan penting untuk rakyat Indonesia ialah sektor pertanian, karena mayoritas warga Indonesia bergerak di bidang pertanian, terhitung di dalamnya subsektor peternakan. Cara yang bisa dilaksanakan untuk memenuhi keperluan konsumsi susu warga Indonesia ialah dengan beberapa warga yang membudidayakan peternakan sapi perah. Agar peternakan sapi perah jalan sesuai arah yakni memberi produksi susu yang tinggi dan memberi kesejahteraan untuk warga, karena itu dibutuhkan rencana yang masak saat sebelum mengawali membudidayakan peternakan sapi perah.

Satu usaha yang didasari pada gagasan awalnya, hasilnya akan lebih bagus dibanding dengan usaha yang sudah dilakukan tanpa gagasan awalnya. Banyak hal yang perlu jadi perhatian saat membuat rencana sapi perah ialah seperti berikut:

Meniti Usaha

Saat sebelum mengawali usaha kita harus tentukan titik awalnya atau background kita usaha, apa usaha kita sebagai pendirian usaha atau peningkatan usaha. Bila pendirian usaha, karena itu rencana akan diawali dari sejak awalnya, dan bila peningkatan usaha, karena itu rencana upayanya sebagai rencana kelanjutan. Penyiapan dalam meniti usaha yakni harus memerhatikan:

Faktor Umum yang biasanya terbagi dalam sosial, budaya, respon warga, support pemerintahan, dan sebagainya,

Faktor Ekonomi, yakni terkait dengan analitis usaha yang nanti apa upayanya akan memberikan keuntungan atau kebalikannya mendapat rugi. Hingga faktor ekonomi ini sebagai faktor yang penting dalam rencana usaha peternakan sapi perah,

Faktor Tehnis Operasional yakni faktor yang berkaitan dengan tehnis dan lingkungan. Tanpa faktor ini, karena itu produksi tidak bisa dibuat. Untuk mendapat usaha yang memberikan keuntungan, karena itu harus diawali dari faktor tehnis yang bagus dan berkualitas.

Gagasan Kerja Usaha

Gagasan kerja diatur sesudah ada gagasan meniti usaha. Tahapan ini sebagai tahapan yang tentukan dalam awalnya usaha yang sudah dilakukan. Gagasan kerja bisa dipisah di dalam lima sisi, yakni:

Tujuan dan maksud usaha

Usaha peternakan sapi perah digerakkan sebagai usaha produksi susu saja atau ditambah lagi usaha pembibitan sapi perah. Kepastian tujuan dan maksud akan mempermudah dalam lanjutan usaha nantinya.

Ternak yang hendak diupayakan

Ternak yang diupayakan akan memakai tipe ternak tertentu, selanjutnya tipe kelamin tertentu dan harus ditegaskan jumlah awalnya ternaknya seberapa banyak atau bila peningkatan karena itu tambahan ternaknya harus jadi perhatian seberapa banyak.

Kandang dan Gudang

Ini disamakan dengan rintisan usaha, apa akan membuat bangunan awalnya atau membuat bangunan tambahan.

Pakan

Pakannya harus diawasi ketersediaannya, hingga terjadi kontinyuitas pengadaan pakan. Karena itu ternak bisa terpenuhi keperluan pakannya baik dari sisi kualitas atau jumlah.

Pasar

Usaha ternaknya harus memiliki pasar yang bagus. Bila pasarnya buruk, walau produksinya tinggi dan baik karena itu susu atau pedet tidak bisa dipasarkan dan ini akan mengakibatkan rugi pada usaha peternakan sapi perah.

Gagasan Pemakaian Modal

Gagasan pemakaian modal sebagai faktor yang mempunyai peranan penting dalam usaha, karena tanpa modal usaha cuma bisa menjadi gagasan saja dan tidak bisa diterapkan. Modal usaha yang perlu dikeluarkan dalam membuat gagasan usaha peternakan sapi perah yakni:

  • Investasi
  • Kandang
  • Gudang
  • Perumahan
  • Perlengkapan pemerahan
  • Perlengkapan tehnis perawatan
  • Ongkos Masih tetap
  • Sapi betina (Laktasi dan kering kandang)
  • Sapi jantan
  • Pedet betina
  • Pedet jantan
  • Ongkos Operasional
  • Pakan (Hijauan dan ekstrak)
  • Upah pegawai
  • Beberapa obat
  • Penyusutan bangunan dan perlengkapan
  • Listrik
  • Penyusutan kematian ternak (sekitaran 4-5 %)
  • Pajak
  • Ongkos lainnya.

Pengembangbiakan bagus sapi perah

Saat sebelum mengawali usaha, peternak atau pebisnis harus ketahui pengembangbiakan sapi perah. Banyak hal yang penting dipahami dan jadi perhatian ialah seperti berikut:

  • Lama kehamilan sembilan bulan
  • Periode kering kandang dua bulan
  • Transisi birahi 21 hari
  • Lama birahi 2 sampai tiga hari
  • Usia afkir induk atau pejantan 8 sampai sembilan tahun
  • Pedet betina diberi susu sampai usia empat bulan
  • Pedet jantan diberi susu sampai usia dua bulan
  • Pedet jantan bisa dipasarkan sesudah usia 1,5 sampai dua bulan (Nugroho, 2008).

Cara yang penting dilaksanakan sesudah usaha peternakan sapi perah jalan ialah dilaksanakan penilaian. Penilaian dilaksanakan dengan arah untuk ketahui seberapa jauh sasaran yang diperkirakan terwujud. Hingga bisa ambil langkah protektif kebalikannya peningkatan pada usaha peternakan sapi perah. Ini pasti menolong kurangi keterikatan bangsa Indonesia akan import susu. Siapa kembali yang hendak membuat Indonesia bila bukan beberapa penerus dan angkatan bangsa.

Post a Comment for " Rencana Peternakan Sapi Perah"