Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Peternak Sapi Perah yang Bebas PMK di Wilayah Pandemi

Cerita Peternak Sapi Perah yang Bebas PMK di Wilayah Pandemi

DEDI Fachrudin punyai peternakan sapi perah di Malang, Jawa Timur. Saat pandemi penyakit mulut dan kuku (PMK) disampaikan pertama kalinya menulari ternak di Kabupaten Gresik, di akhir April, Dedi langsung mengaplikasikan prosedur kesehatan di peternakannya. "Saya turut saran beberapa pakar," ucapnya.

Yang pertama, Dedi membuat one-gate-system ke arah kandang yang diisi 150 sapi perah. "Manusia dan apa saja yang masuk ke arah tempat saya harus terpisah dari kandang," ucapnya. Dedi membuat tempat parkir khusus dan beberapa gerbang.

Ada gerbang khusus pegawai yang ambil pakan, ada gerbang untuk pegawai yang memeras di kandang, dan gerbang lain untuk pegawai yang bekerja di pabrik pemrosesan susu. "Gerbang untuk kandang sapi cuma dapat dijangkau pegawai yang mengurusi kandang. Sepanjang 24 jam gerbang dikunci. Cuma yang mempunyai akses khusus yang dapat masuk," kata Dedi.

Gerbang-gerbang yang terpisah itu cuma dapat dijangkau oleh pegawai yang memang seharusnya bekerja di situ. Tiap mereka masuk gerbang, beberapa pegawai akan disemprotkan oleh cairan disinfektan. "Jika masuk spray, lalu tukar pakaian saat sebelum kerja, spray kembali," kata Dedi. Disinfektan yang dia pakai berbentuk kombinasi hydrogen peroxide dengan beberapa bahan yang lain.

Ada 25 pegawai yang bekerja di peternakan Dedi di Malang. Semua pegawai yang berhubungan dengan warga sekitaran dia wajibkan karantina mandiri sepanjang 2 x 24 jam. Karena, hewan ternak punya tetangganya memiliki jarak 500 mtr. dari peternakan Dedi telah terkena PMK.

Dedi terang cemas. Ia peternak yang mempunyai ijin praktek sebagai dokter hewan. Hingga ia memahami berapa besar imbas virus yang serang hewan ruminansia itu.

Penebaran virus PMK benar-benar gampang. Virus ini dapat menebar melalui contact langsung, contact tidak langsung, dan melalui udara. Menurut pakar kesehatan warga veteriner Denny Widaya Lukman, virus dapat menebar lewat beberapa benda yang terkena.

Misalkan, ada peternak yang menjaga sapi yang terkena PMK, lalu sesudah mandi dan ganti baju ia ke warung minum kopi, peternak ini dapat menyebarkan virus bila menggunakan perlengkapan yang serupa di kandang. "Misalkan, ia gunakan sandal yang sama yang digunakan ke kandang," kata Denny.

PMK pada sapi perah dapat mengakibatkan pengurangan produksi. Apa lagi jika sudah ada lesi berat, kerusakan dapat tetap. "Produksi susu dapat menyusut 80 %," kata Dedi Fachrudin. Jika sudah terkena, kesembuhan hewan cuma ditetapkan oleh kekebalan hewan itu dan perawatan berdikari yang sudah dilakukan peternak.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Muhammad Munawaroh, tidak ada obat untuk mengobati PMK. "Virus ini tidak ada obatnya," kata Munawaroh. Penyembuhan yang diberi saat ternak terkena virus ini ialah therapy suportif yang menolong tingkatkan stamina. Bila terjadi infeksi baru dapat diberi antibiotik.

Munawaroh menerangkan jika virus pemicu PMK jarang-jarang mengakibatkan kematian pada ternak. Ternak yang mati kemungkinan ternak anakan. Pada ternak dewasa, kematian umumnya karena infeksi di beberapa bagian yang susah diamati peternak, seperti pada mulut dan mengakibatkan cedera. "Karena infeksi, ternak tidak dapat berdiri dan makan, berikut yang dapat mengakibatkan kematian," ucapnya.

Dedi Fachrudin menjelaskan pengatasan awal pada sapi perah yang terkena PMK dapat kembalikan produksi susu sampai 70-80%, meskipun tak pernah seperti sebelumnya. Persyaratan lain, hewan ternak dijaga supaya tidak terjadi lepuhan. Untuk menahan lepuhan harus tekun menjaga ternak dengan obat beri atau rehidrasi.

Dedi yang aktif sebagai dokter hewan lakukan kampanye dan supervisi pada 250.000 sapi perah punya peternak yang bergabung dalam Kombinasi Koperasi Susu Indonesia (GKSI) di daerah Jawa Timur.

Dalam seminggu, ia dapat 2-3 kali melangsungkan penerangan mendeteksi dini pada PMK, keutamaan prosedur kesehatan dalam mengurus ternak, dan beberapa langkah yang perlu dilaksanakan bila hewan terkena PMK. "Langsung pisah hewan yang terkena PMK. Isolasi," kata Dedi.

Sesudah itu wajib untuk jaga sanitasi dan jalankan prosedur kesehatan. Meskipun, kata Dedi, susah untuk peternak rakyat jalankan prosedur kesehatan. "Ini memerlukan keterdisiplinan. One-gate-system memerlukan tempat yang luas," kata Dedi. Berdasar penghitungan kasar, sekarang ini sekitaran 30-40% terna

Selainnya mengaplikasikan prosedur kesehatan, vaksinasi sebagai poin utama lain untuk menahan virus semakin makin tambah meluas ke hewan ruminansia yang sehat. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nasrullah mengatakan pada vaksinasi massal penangkalan PMK mulai diadakan di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur pada 14 Juni 2022. Sekitar 1.000 buah eartag secured QR kode akan terpasang pada sapi yang sudah divaksin.

Di situs Kementerian Pertanian, Nasrullah mengatakan jika vaksin PMK yang dipakai datang dari Prancis.

Menurut Denny, vaksinasi baiknya memakai contoh dari teritori yang terserang pandemi. Walau sama terkena virus serotype O, karakter virus berbeda di setiap daerah.

Karena pembikinan vaksin dari contoh teritori memerlukan waktu, perlakuan protektif dapat dilaksanakan dengan memakai vaksin yang ada lebih dulu. "Lebih baik saja bila dari contoh yang diambil dari teritori pandemi," kata Denny.

Dedi Fachrudin belum dengar ada gagasan vaksinasi massal di daerah Malang. Yang terang, katanya, vaksinasi harus dilaksanakan secepat-cepatnya. Masalahnya, infeksi virus PMK berpengaruh pada rugi ekonomi yang besar untuk peternak.

Sambil menanti aktualisasi vaksinasi massal, prosedur kesehatan langkah menahan penyebaran virus PMK termurah. Dedi Fachrudin mengaplikasikan prosedur kesehatan di peternakan sapi potong kepunyaannya di Padang, Sumtera Barat. Saat peternakan tetangganya terkena, sapi-sapi punya Dedi masih tetap sehat. "Alhamdulillah, tidak ada ternak yang terkena," ucapnya.

Post a Comment for " Cerita Peternak Sapi Perah yang Bebas PMK di Wilayah Pandemi"