Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analitis Keuangan Usaha Peternakan Sapi Perah

Analitis keuangan usaha peternakan sapi perah merujuk pada keadaan usaha peternakan yang mempunyai produk khusus susu fresh di mana tidak ada terdapat pendayagunaan dari sampah kotoran ternak yang dibuat. Elemen yang ada pada analitis ini sebagai elemen yang terjadi di saat riset dikerjakan. Elemen pertama kali yang dikaji pada faktor ini ialah:

a) Ongkos

Elemen ongkos yang dikeluarkan oleh usaha peternakan sapi perah jumlah besar, meliputi ongkos investasi, ongkos masih tetap dan ongkos operasional. Ongkos investasi sebagai ongkos awalan yang dikeluarkan saat jalankan bisnis yakni pada tahun awal usaha, di mana banyaknya relatif besar dan tidak bisa habis dalam 1x masa produksi. Ongkos investasi dimasukkan atau dikeluarkan di suatu usaha dengan arah mendapat keuntungan dalam masa mendatang, yaitu sepanjang usia usaha, atau sepanjang usaha itu digerakkan. Perincian ongkos investasi yang dikeluarkan oleh usaha peternakan sapi perah, bisa disaksikan pada Tabel 9.

Besarnya ongkos investasi yang dikeluarkan pada tahun awal sejumlah Rp 411.001.000,00 yang terbagi dalam ongkos pembangunan kandang, pembelian tanah, pembangunan gudang, sampai pembelian perlengkapan seperti sekop, ember stainless, milk can, pipa paralon, selang, gelas ukur, gaco, dan sapi. Semua ongkos investasi dikeluarkan secara tunai oleh peternak.

Tabel 9. Ongkos Investasi Usaha Peternakan Sapi Perah Rasio Besar pada Keadaan Tanpa Resiko

No Ongkos Investasi Jumlah Unit Harga Unit

(Rp) Keseluruhan (Rp)

1. Tanah 440 mtr. 100.000 44.000.000 2. Gudang 1 unit 4.600.000 4.600.000 3. Kandang 2 unit 20.875.000 41.750.000 4. Jet Pump 1 unit 4.555.000 4.555.000 5. Cangkul 3 unit 70.000 210.000 6. Sekop 2 unit 35.000 70.000 7. Ember stainless 2 unit 250.000 600.000 8. Milk Can (10 L) 2 unit 350.000 700.000 9. Milk Can (20L) 1 unit 500.000 500.000 10. Milk Can (40L) 4 unit 1.100.000 4.400.000 11. Pipa Paralon 35 tangkai 10.000 350.000 12. Sekitar 21 mtr. 10.000 206.000 13. Gelas Ukur 1 unit 15.000 15.000 14. Gaco (garpu) 1 unit 45.000 45.000 15. Dara 4 ekor 11.000.000 44.000.000 16. Laktasi 17 ekor 15.000.000 55.000.000 17. Jantan 1 ekor 10.000.000 10.000.000

Keseluruhan Ongkos Investasi 411.001.000

Ongkos investasi dikeluarkan pada tahun awal, tetapi, ongkos itu alami penyusutan tiap tahunnya dengan pembagian yang berbeda, ini dikuasai oleh usia tehnis dari tiap-tiap barang yang diinvestasikan. Usia tehnis dari tiap barang yang diinvestasikan ditetapkan berdasar tingkat kekuatan satu barang agar bisa dipakai secara pantas dan masih mempunyai peranan yang bagus untuk memberikan dukungan jalannya usaha peternakan (Tabel 10). Usia tehnis dari gudang dan kandang ditetapkan sepanjang 15 tahun, ini diakui dari tingkat kelaikan bangunan itu. Sesudah 15 tahun, gudang dan kandang tidak mempunyai peranan yang maksimal untuk dipakai, ini karena investasi itu sudah alami kerusakan, seperti atap yang berlubang. Usia tehnis dari kandang ini ditetapkan jadi usia dari usaha peternakan sapi perah jumlah besar, karena selainnya sebagai salah satunya bagian utama dalam penerapan usaha, kandang mempunyai usia tehnis paling panjang dan salah satunya elemen investasi yang mempunyai nilai paling besar antara investasi lain yang mempunyai usia tehnis 15 tahun.

Tabel 10. Usia Tehnis dari Investasi yang Dimasukkan dalam Usaha Peternakan Sapi Perah Rasio Besar

Tipe Investasi Usia Tehnis (Tahun)

Gudang 15 Kandang 15 Jet Pump 5 Cangkul 3 Sekop 3 Ember stainless 8 Milk Can (10 L) 15 Milk Can (20L) 15 Milk Can (40L) 15 Pipa Paralon 4 Sekitar 3 Gelas Ukur 8 Gaco (garpu) 8 dara 6 Laktasi 5 Jantan 6

Dalam pada itu, ember stainless, gelas ukur, dan gaco mempunyai usia tehnis sepanjang 8 tahun. Sesudah 8 tahun, beberapa barang itu, tidak pantas untuk dipakai dan bisa menghalangi jalannya usaha. Gelas ukur mempunyai usia tehnis 8 tahun karena pemakaian gelas ukur sepanjang jalannya usaha tidak dilaksanakan secara terus-terusan, cuma pada keadaan dan waktu tertentu, seperti saat pemasaran produk susu secara berdikari ke beberapa pelancong. Dan, untuk pengukur susu fresh saat pemasaran memakai gelas ukur yang disiapkan oleh KUD Giri Tani. Hingga, hal itu menyebabkan gelas ukur mempunyai usia tehnis yang lumayan lama.

Jet pump dan sapi laktasi mempunyai usia tehnis sepanjang 5 tahun. Sesudah 5 tahun, jet pump tidak bisa dipakai dengan optimal untuk memberikan dukungan kemudahan usaha peternakan, hingga membutuhkan pergantian. Dan, untuk sapi laktasi, keadaan sapi yang bagus untuk diperah ialah sesudah laktasi satu sampai laktasi ke-5, kemudian, sapi bisa menjadi afkir dan tidak bisa hasilkan susu fresh dengan maksimal. Sapi laktasi yang dibeli oleh beberapa peternak di awal usaha ialah sapi laktasi dengan usia 2 tahun dan sudah alami laktasi pertama, hingga usia tehnis dari sapi laktasi ialah 5 tahun.

Cangkul, selang dan sekop mempunyai usia tehnis sepanjang 3 tahun. Sepanjang usia itu, cangkul dan sekop dipakai untuk aktivitas pembersihan kandang, seperti buang kotoran, dan selang dipakai sebagai alat simpatisan untuk menyalurkan air yang dari keran atau dari bak penampung saat bersihkan kandang atau memberikan minum ternak. Sesudah usia ke-4, ke-3 barang itu tidak maksimal untuk dipakai, hingga memerlukan re-investasi. Pipa paralon mempunyai usia usaha 4 tahun. Pipa ini berperan untuk menyalurkan air yang dari air gunung ke kandang ternak. Pipa akan alami kerusakan, seperti kebocoran jika dipakai lebih dari 4 tahun, hingga membutuhkan penggantian di usia ke-5.

Dalam pada itu, sapi dara dan jantan mempunyai usia usaha sepanjang 6 tahun. Seperti sudah diterangkan awalnya, jika sapi jadi afkir pada laktasi ke-5 atau usia sapi 6 tahun. Di awal pendirian usaha, peternak sapi perah beli sapi dara dan jantan pada usia setahun, di mana sapi dara itu tidak pernah alami laktasi pertama. Hingga, sapi dara dan jantan bisa menjadi afkir pada tahun ke enam usaha, dan membutuhkan penggantian pada tahun sesudahnya.

Untuk lakukan penggantian pada beberapa barang investasi yang sudah habis usia teknisnya, beberapa peternak keluarkan dana yang dikatakan sebagai ongkos re-investasi (Tabel 11). Ongkos re-investasi ini dikeluarkan pas sesudah secara tehnis dari barang investasi tidak maksimal untuk dipakai. Beberapa biaya ini dikeluarkan di tahun yang berbeda yaitu, di tahun keempat, kelima, keenam, ketujuh, kesembilan, kesepuluh, kesebelas, dan ke-13 dengan pengeluaran terbesar di tahun keenam dan kesebelas yakni sejumlah Rp 259.555.000,00, yang dipakai untuk pembelian sapi laktasi sekitar 17 ekor dan jet pump.

Tanah, gudang, kandang, dan milk can tidak mempunyai ongkos re-investasi, ini karena beberapa barang itu mempunyai usia tehnis 15 tahun, sesuai usia usaha dari peternakan sapi perah jumlah besar. Di tahun keempat dan kesepuluh, peternak keluarkan dana re-investasi sejumlah Rp 486.000,00 yang dipakai untuk pembelian cangkul, sekop, dan selang, sementara pada tahun kelima, ongkos re-investasi dikeluarkan untuk pembelian pipa paralon sebesar Rp 350.000,00. Tahun keenam dan kesebelas keseluruhan ongkos re-investasi yang dikeluarkan

capai Rp 259.555.000,00 yang dipakai untuk lakukan pembelian sapi laktasi dan jet pump.

Tabel 11. Ongkos Re-investasi yang Dibutuhkan pada Usaha Peternakan Sapi Perah Rasio Besar Tahun Ke-

Investasi 4 (Rp) 5 (Rp) 6 (Rp) 7 (Rp) 9 (Rp) 10 (Rp) 11 (Rp) 13 (Rp) Gudang Kandang Jet Pump 4.555.000 4.555.000 Cangkul 210.000 210.000 210.000 210.000 Sekop 70.000 70.000 70.000 70.000 Ember stainless 600.000 Milk Can (10 L) Milk Can (20L) Milk Can (40L) Pipa Paralon 350.000 350.000 350.000 Sekitar 206.000 206.000 206.000 206.000 Gelas Ukur 15.000 Gaco (garpu) 45.000 Sapi dara (4ekor) 44.000.000 44.000.000 Sapi Laktasi (17ekor) 255.000.000 255.000.000

  • Sapi Jantan (1ekor) 10.000.000 10.000.000
  • TOTAL BIAYA
  • INVESTASI 486.000 350.000 259.555.000 54.486.000 1.010.000 486.000 259.555.000 54.836.000

Tahun ketujuh peternak lakukan pembelian atas cangkul, sekop, dan selang dan sapi dara dan jantan yang memerlukan ongkos sejumlah Rp 54.486.000,00. Tahun kesembilan pengeluaran untuk pembelian beberapa barang re-investasi termasuk rendah, yaitu cuma sejumlah Rp 1.010.000,00, yang dipakai untuk lakukan pembelian ember stainless, gaco, pipa paralon, dan gelas ukur. Tahun ke-3 belas sebagai tahun akhir di mana peternak keluarkan dana untuk re-investasi. Ongkos yang dikeluarkan ini sejumlah Rp 54.836.000,00, untuk pembelian cangkul, sekop, pipa paralon, selang, sapi dara, dan sapi jantan.

Beberapa barang investasi itu alami penyusutan tiap tahunnya. Nilai penyusutan ditetapkan dengan memakai sistem garis lempeng. Penyusutan dari tiap barang investasi mempunyai nilai yang lain (Tabel 12). Ini dikuasai oleh nilai awalnya barang investasi, usia tehnis dan nilai tersisa barang itu.

Tanah tidak alami penyusutan tiap tahunnya, karena pemakaian tanah tidak mempunyai batasan waktu atau usia tehnis yang terbatasi oleh waktu tertentu. Gudang alami penyusutan sejumlah Rp 306.667,00 tiap tahunnya. Dan, 2 buah kandang yang diinvestasikan berkurang Rp 2.783.333,00 tiap tahun.

Jet pump, cangkul dan sekop mempunyai nilai penyusutan tiap tahun sejumlah Rp 911.000,00, Rp 70.000,00, dan Rp 23.333,00. Dan, Ember stainless berkurang sejumlah Rp 75.000,00, Milk Can 10 L berkurang sejumlah Rp 46.667,00, Milk Can 20 L berkurang sejumlah Rp 33.333,00, dan Milk Can 40 L berkurang sejumlah Rp 293.333,00 tiap tahunnya. Untuk barang investasi lain, seperti pipa paralon, selang, gelas ukur, dan gaco (garpu) alami penyusutan sejumlah Rp 87.500,00; Rp 68.667,00; Rp 1.875,00; dan Rp 5.625,00 tiap tahun.

Dalam pada itu, investasi berbentuk hewan ternak sapi laktasi, dara, dan jantan mempunyai nilai penyusutan sejumlah Rp 4.000.000,00; Rp 34.000.000,00; dan Rp 833.333,00 pada sebuah tahun. Berdasar nilai-nilai itu, keseluruhan penyusutan dari usaha peternakan sapi perah sejumlah Rp 43.539.667,00 tiap tahunnya. Nilai penyusutan ini ditempatkan di dalam penghitungan keuntungan rugi dari usaha peternakan sapi perah jumlah besar.

Tabel 12. Nilai Penyusutan dari Barang Investasi Tiap Tahun

Tipe Investasi Penyusutan/Tahun (Rp)

Tanah 0 Gudang 306.667 Kandang 2.783.333 Jet Pump 911.000 Cangkul 70.000 Sekop 23.333 Ember stainless 75.000 Milk Can (10 L) 46.667 Milk Can (20L) 33.333 Milk Can (40L) 293.333 Pipa Paralon 87.500 Sekitar 68.667 Gelas Ukur 1.875 Gaco (garpu) 5.625 dara 4.000.000 Laktasi 34.000.000 Jantan 833.333 TOTAL 43.539.667

Selainnya ongkos investasi dan ongkos penyusutan, ada ongkos masih tetap yang dikeluarkan sepanjang jalannya usaha (Tabel 13). Besarnya ongkos masih tetap yang dikeluarkan ini, tidak dikuasai oleh perubahaan input atau output yang dibuat pada usaha peternakan. Ongkos masih tetap yang dikeluarkan oleh usaha peternakan sapi perah cuma terdiri dari 4 sisi yakni pajak bumi bangunan yang dikeluarkan tiap tahun sejumlah Rp 436.000,00, ongkos listrik, dan telephone yang dikeluarkan dengan teratur tiap bulannya, dan ongkos tenaga kerja. Tenaga kerja yang ditempatkan kerja pada usaha peternakan jumlah besar sejumlah lima orang, dengan upah /bulan sejumlah Rp 640.000,00 tiap orangnya.

Ongkos masih tetap yang dikeluarkan pada tahun awal, lebih rendah banyaknya dibanding ongkos masih tetap yang dikeluarkan di beberapa tahun yang lain. Ini karena, pada tahun awal, persisnya tiga bulan awal, aktivitas usaha peternakan sapi perah belum dikerjakan.

Tabel 13. Ongkos Masih tetap yang Dikeluarkan pada Usaha Peternakan Sapi Perah Rasio Besar

  • Ongkos Masih tetap Tahun awal (Rp) Tahun ke-2 (Rp)
  • PBB 500.000 500.000
  • Ongkos Listrik 630.000 840.000
  • Ongkos Telephone 882.000 1.176.000
  • Tenaga Kerja 28.800.000 38.400.000
  • Keseluruhan Ongkos Masih tetap 30.812.000 40.916.000

Di saat itu aktivitas yang dikerjakan berbentuk pembangunan kandang dan gudang. Di mana ongkos atas tenaga kerja, ongkos listrik, dan telephone sudah tertera di dalam ongkos yang dikeluarkan pada investasi kandang dan gudang. Dan, ongkos di tahun ke-2 sampai tahun akhir dari usia usaha, yaitu 15 tahun, memiliki sifat stabil yaitu sejumlah Rp 40.916.000,00, karena tidak dikuasai oleh jumlah input atau output yang dibuat sepanjang aktivitas produksi digerakkan.

Ongkos seterusnya yang dikeluarkan pada usaha peternakan sapi perah ialah ongkos faktor (Tabel 14). Ongkos ini dikuasai oleh jalannya proses produksi, yaitu terkait dalam jumlah input yang dipakai dan jumlah output yang dibuat. Elemen yang terhitung di dalam ongkos faktor ialah

ongkos untuk pakan, mentega, beberapa obat, ongkos dokter, ongkos pengangkutan, ongkos susu untuk pedet, ongkos pembelian saringan susu, sapu, sikat, dan ember plastik. Besarnya ongkos faktor yang dikeluarkan sepanjang usia usaha tidak stabil tiap tahunnya.

Ini kelihatan, pada tahun awal, ke-7 , dan ke-3 belas, jumlah ongkos faktor yang dikeluarkan berbeda dengan ongkos yang dikeluarkan di tahun kedua sampai keenam, kedelapan sampai keduabelas, dan ongkos pada tahun ke-14 dan ke-15. Ongkos faktor yang dikeluarkan pada tahun awal, sebagai ongkos faktor paling rendah yang dikeluarkan, yaitu sejumlah Rp 132.529.735,00. Di tahun ini, aktivitas operasional usaha diawali di bulan ke-4, hingga ongkos yang dikeluarkan untuk pembelian pakan, mentega dan lain-lain mulai dikeluarkan di bulan itu. pada tahun awal ini juga, sapi dara yang dipunyai belum alami laktasi hingga, ongkos pengangkutan untuk susu lebih rendah dibandingkan beberapa tahun yang lain, karena jumlah susu yang dibuat belum maksimal semuanya. Disamping itu, peternak pun tidak keluarkan dana untuk pemberian susu ke pedet, karena pada tahun awal, belum ada pedet yang dilahirkan.

Post a Comment for " Analitis Keuangan Usaha Peternakan Sapi Perah"