Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Depresi panas pada sapi perah menghancurkan kesehatan anak sapi: study


Beberapa periset mendapati jika depresi panas pada sapi perah hamil kurangi perkembangan janin dan mempengaruhi performa dan perubahan kebal anak

Saat beberapa periset terus mengeksploitasi dampak luas dari depresi panas pada kesehatan sapi perah, sebuah study baru oleh beberapa periset dari University of Florida, yang diedarkan dalam JDS Communications edisi September, menambahkan pengetahuan yang berkembang mengenai dampak negatif dari depresi panas, bukan hanya seumur hidup tapi lintasi angkatan.

Riset ini mempunyai tujuan untuk menilai dampak depresi panas in utero pada perkembangan janin dan organ keseluruhannya, khususnya organ yang berkaitan dengan peranan kebal, dan mengecek proses mobile dari peralihan kekebalan pasif pada anak sapi jantan neonatus sesudah depresi panas ibu.



Team menjelaskan sapi Holstein hamil ke panas ekstrim musim panas Florida dan kumpulkan data mengenai turunan yang dibuat, memperbandingkannya dengan data anak sapi yang lahir dari sapi yang diberi perlakuan pendinginan sepanjang akhir kehamilan. Team mendapati jika anak sapi yang lahir dari sapi yang depresi panas berbobot lahir yang lebih rendah, berat organ yang lebih rendah, terhitung jantung, hati, ginjal, timus, dan limpa, dan tingkat kematian sel yang semakin tinggi di usus.

Berat lahir rendah yang dilihat oleh beberapa periset memperlihatkan pengurangan peranan plasenta dan kelahiran lebih cepat, dengan perubahan janin yang kurang berkembang. Berat jantung, hati, dan ginjal yang lebih rendah antara anak sapi yang lahir dari bendungan depresi panas memperlihatkan masalah perubahan plasenta dan janin.

Penulis senior Geoffrey E. Dahl, PhD, dari University of Florida, menerangkan jika "Anak sapi, seperti semua hewan muda, rawan pada kenaikan angka kematian dan kesakitan pada masa neonatal, dan kelahiran prematur bisa jadi memperburuk permasalahan itu selanjutnya. Kehilangan kehidupan awalnya bisa terjadi karena ketidakdewasaan dan disfungsi organ, khususnya aliran pencernaan dan mekanisme ketahanan tubuh."


Team memperlihatkan jika pengurangan berat timus dan limpa kemungkinan berkaitan dengan perkembangan janin yang melamban dan peranan kebal yang terusik, karena organ-organ ini mainkan peranan penting dalam peningkatan mekanisme kebal yang kuat. Tingkat kematian sel usus yang semakin tinggi antara anak sapi yang lahir dari sapi yang depresi panas memperlihatkan jika anak sapi ini kemungkinan mempunyai kekuatan yang menyusut untuk mempernyerap factor kebal dari kolostrum, penting untuk transfer kebal ibu ke anak sapi yang belum dewasa dan rawan, pada jam-jam pertama kali yang krisis. sesudah lahir. "Resapan pasif imunoglobulin dari kolostrum ialah salah satu proses imunoproteksi pada sapi," kata Dahl.

Beberapa penulis bertaruh jika pengurangan peresapan gizi dan pengurangan peranan kebal sesudah depresi panas kehamilan bisa mengakibatkan pengurangan kesehatan dan perkembangan anak sapi dalam periode panjang. Dahl menulis jika "Pemercepatan penutupan usus nampaknya terjadi bahkan juga saat sebelum kelahiran dan saat sebelum konsumsi kolostrum. Dengan begitu, kemungkinan susah untuk mengubah kondisi sesudah lahir, jadi usaha management harus konsentrasi pada pendinginan sapi hamil sepanjang akhir kehamilan."

Post a Comment for "Depresi panas pada sapi perah menghancurkan kesehatan anak sapi: study"