Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Apa diet sapi kering turunkan jumlah kolostrum?



Specialist merenungkan trend hasil rendah dari pemerahan pertama dan ke-2

Seorang pakar nutrisi susu yang mencapai petani di sosial media ingin dengar dari peternakan yang tidak memperoleh cukup kolostrum pada pemerahan pertama, ke-2 dan ke-3 . Dalam sebuah interviu dengan Farmtario, Keith Schweitzer dari Trouw Nutrition Canada menggambarkannya sebagai trend sapi fresh yang "lamban keluar gerbang" untuk tingkatkan produksi.

"Ada beberapa perbincangan di perdesaan mengenai kekuatiran mengenai jumlah kolostrum... apa yang disaksikan oleh peternakan Anda?" Schweitzer menanyakan dalam posting Twitter belakangan ini.

Kenapa penting: Pemberian kolostrum berkualitas tinggi yang cukup, yang dibungkus dengan imunoglobulin dan elemen simpatisan kesehatan yang lain, penting untuk kesejahteraan anak sapi.


Schweitzer menjelaskan ia dengar dari produsen dengan teratur jika akan membahagiakan untuk memperoleh enam sampai delapan liter dari pemerahan pertama untuk mempunyai beberapa kolostrum untuk memberikan makan anak sapi, dan bahkan bisa saja membekukan beberapa untuk dipakai di masa datang, "tapi beberapa waktu, saat saya dengar mengenai itu, bahkan juga kurang cukup untuk memberikan makan anak sapi."


Schweitzer menjelaskan ia sudah dengar mengenai permasalahan ini sepanjang sekitaran 5 tahun, tapi sudah bertambah dalam dua tahun akhir di titik jika "saat ini, itu ialah suatu hal yang saya tanya selama waktu."

"Ini terang tidak berada di tiap peternakan dan kelihatannya tidak ada sajak atau argumen."

Ia menjelaskan jumlah kolostrum jadi perhatian rekanan pakar nutrisi di wilayah lain di Kanada dan selatan tepian.

Pembicaraan online yang diprakarsai oleh Schweitzer mengusung kekuatiran mengenai dampak pada jumlah kolostrum dari diet sapi kering jerami tinggi - terhitung ransum DCAD (dietary cation-anion difference) negatif yang sekarang ini sedang dipropagandakan di industri.


"Pengalaman dari lapangan, kelihatannya (pengurangan volume kolostrum) menjadi kasusnya," kata Dr. Trevor DeVries dari University of Guelph's Department of Animal Biosciences, ke Farmtario. "Tetapi itu tidak harus. Tetapi, kwalitasnya tidak dipengaruhi, dan dalam beberapa kasus sebetulnya lebih bagus."

Bicara atas nama team susu Guelph, ia mengingatkan "barisan kami belum secara eksklusif menyaksikan permasalahan ini." Ia menjelaskan ke Farmtario jika ia tidak ketahui ada riset Amerika Utara yang meliputi data jumlah kolostrum sapi.

Schweitzer sepakat jika mustahil jalan keluar simpel akan diketemukan atas sesuatu yang diperlihatkan oleh kisah hidupnya sebagai rintangan yang kompleks. Salah satunya produsen yang bekerja dengannya belakangan ini berpindah ke diet DCAD untuk sapi-sapi jarak dekat dan jumlah kolostrum nampaknya turun dalam periode pendek. Tetapi selanjutnya sembuh dan betul-betul jadi lebih baik dari mulanya.

Petani lain alami permasalahan dari Januari sampai Maret dan Schweitzer merekomendasikan menambah jagung ke ransum untuk tingkatkan energi. Permasalahan jumlah kolostrum berkurang dan petani dan pakar nutrisi berpikiran kemungkinan mereka melakukan suatu hal.sebuah hal.


Tetapi selanjutnya suplai jagung menyusut di harga itu dan keputusan dibikin untuk menjauhi sumber yang tambah mahal. Saat pertanian stop menambah jagung, jumlah kolostrum masih tetap memberikan kepuasan. Apa yang terlihat seperti teori yang prospektif selanjutnya ditanyakan.

"Umumnya, saat Anda memperoleh permasalahan, itu ada sendirinya secara sama," komentar Schweitzer. Tidak begitu ini kali.

Baik DeVries dan Schweitzer menunjuk ke Dr. Jim Drackley dari Kampus Illinois untuk sumber yang memungkinkannya untuk wacana selanjutnya. DeVries memberikan Farmtario slide dari presentasi tahun 2017 oleh Drackley di mana ia mengulas "Apa gizi masa kering memengaruhi jumlah atau hasil kolostrum?"

Riset yang paling aplikatif dilaksanakan di saat itu ialah gizi pada masa kering untuk domba. Sebuah study tahun 2008 memperlihatkan "kekurangan protein dan energi bisa turunkan hasil kolostrum." Tapi Drackley menulis jika domba dalam riset itu sudah jadi target diet rendah saran yang paling mustahil dilaksanakan di peternakan sapi perah Amerika Utara mana saja.

Anjurannya ialah jika "program sapi kering energi termonitor bisa batasi hasil kolostrum bila terlampau rendah energi atau kekurangan protein yang bisa dimetabolisme."

Tetapi, kemungkinan yang sangat menarik mengenai presentasi Drackley ialah slide pertama. Bunyinya: "Sayang, (ada) kelangkaan data untuk sapi."

"Sedikit," Schweitzer menyepakati. Ada banyak tugas belakangan ini dalam suatu peternakan di Texas, ucapnya, tapi riset itu fokus pada breed Jersey, hingga Holstein dan peternak yang lain kemungkinan tidak mendapatkan faedah dari pengetahuan yang didapat.

"Saya coba cari jalan keluar untuk itu... Saya berpikir ini angin-anginan. Itu lebih umum terjadi pada musim dingin." Tapi untuk Schweitzer, susah untuk memperoleh ukuran contoh yang bagus untuk riset yang handal. Pada umumnya, petani tidak tertarik dengan tipe penghimpunan data mendalam yang dibutuhkan untuk project riset.


Post a Comment for "Apa diet sapi kering turunkan jumlah kolostrum?"