Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak boleh meremehkan seng pada diet sapi perah yang imbang



Seng adalah dari sekitaran selusin mineral penting untuk kehidupan yang bagus dan keproduktifan sapi perah. Tetapi tidak seperti sejumlah mineral penting yang lain, seng tidak gampang dilalaikan pada diet susu yang imbang karena lakukan banyak sekali peranan berlainan pada sapi perah, dan dalam beberapa langkah berlainan.

Mayoritas perhatian pada seng makanan ini karena sudah didalami secara ekstensif sepanjang 100 tahun akhir. Di tahun 1922 pertama kalinya diketemukan mainkan peranan penting dalam perkembangan tikus. Semenjak itu, seng sudah bisa dibuktikan secara ilmiah jadi sisi dari lebih dari 300 mekanisme enzim mamalia (protein khusus yang memacu reaksi biokimia pada tubuh) yang turut serta dalam metabolisme energi sel, sintesis protein dan proses reproduksi, dan genetika dan peranan kebal pada sapi..


Sedikit trial and error

Dewan Penelitian Nasional (NRC) menjelaskan sapi perah memerlukan sekitaran 40 mg/kg seng pada makanan mereka untuk lakukan peranan ini secara mencukupi. Sebagai pakar nutrisi susu, saya sudah menyamakan beberapa diet susu sapi laktasi, kering dan muda dalam jumlah NRC ini serta tingkat yang lebih diperkaya, dan dari beberapa sumber seng yang lain. Berikut contoh-contoh produk susu "hit or miss" yang dari pengalaman saya:


  • Memukul. Sekitaran sepuluh tahun lalu, saya meningkatkan diet sapi kering dan laktasi untuk temanan sapi perah Manitoba selatan yang terbagi dalam 100 ekor. Temanan mempunyai kejadian tinggi busuk kaki dan pembelahan garis putih tunggal. Saya merekomendasikan supaya kita memberikan makan seng-metionin (seng-kelat tertentu) dengan 4 gr per-kepala tiap hari. Sesudah 6 bulan, mayoritas permasalahan kuku ini nyaris tidak ada. Pemangkas kuku bahkan juga memberi komentar jika sundul kuku temanan sapi jadi lebih keras sepanjang pemotongan.
  • Nona Secara sama, saya memberikan instruksi 300 sapi perah untuk menambah empat gr per-kepala setiap hari seng metionin ke premix susu laktasi, yang pada gilirannya dipertambah ke TMR pemerahan sehari-hari. Pada waktu itu, dia mempunyai seutas sapi sebagai lumpuh karena kutil dengan bulu. Saya berpikir diet extra chelated-zinc akan menolong kurangi peristiwanya. Sesudah dua minggu, anjuran saya dikesampingkan untuk jalankan sapi tiap dua minggu lewat tembaga yang diasamkan bersih atau baskom yang diasamkan, dan pemakaian buntel kaki obat yang lebih ketat.
  • Memukul. Seng metionin sudah bisa dibuktikan menggairahkan produksi keratin mobile di ujung puting susu sapi, jaringan yang membuat susunan perlindungan di atas lubang puting dan menolong menahan mastitis . Maka atas keinginan produsen, sekitaran 5 tahun lalu saya menambah seng metionin lima gr per ekor tiap hari ke diet TMR laktasi yang diserahkan ke 150 sapi perah. SCC sekawannya turun dari 260.000/ml jadi sekitaran 190.000/ml dalam kurun waktu sekitaran tiga minggu. Sekitaran satu minggu selanjutnya, ia menghancurkan beberapa sapi dengan SCC lebih dari 1,lima juta/ml, yang turunkan SCC temanan lebih jauh.
  • Nona Kenaikan kandungan seng sudah dipakai sebagai pemacu perkembangan pada bayi babi. Saya tingkatkan kandungan seng dengan memformulasi semakin banyak seng oksida dalam starter anak sapi perah dari 40 ppm jadi 60 ppm. Baik tingkat perkembangan, efektivitas pakan, atau kesehatan tidak bertambah secara riil pada anak sapi pra-sapih yang dibesarkan di perusahaan susu yang memberikan makan starter anak sapi yang diperkaya seng.


Peranan enzimatik

Mayoritas pengalaman "hit" saya mengenai seng untuk sapi perah kemungkinan disebabkan karena peranan enzimatik yang bertambah. Kebalikannya, ada beberapa riset yang mempelajari kegiatan seng diet non-enzimatik dan antibakteri yang lebih fisik/langsung pada sapi perah.

Sebagai contoh, nanopartikel seng oksida (ZnO-NP) belakangan ini diperkembangkan, sama ukuran partikel mikroskopis satu sampai 100 nm. Pada ukuran yang paling kecil ini, beberapa periset di India (2020) memperlihatkan 650 dan 850 ug/ml ZnO-NP secara berarti turunkan tingkat organisme mastitis dan dalam contoh susu yang tercemar yang dihimpun dari temanan sapi perah laktasi lokal. Study in-vitro laboratorium sama dari ZnO-NP tingkatkan pergerakan perkembangan mikroorganisme rumen dengan tingkatkan peragian rumen mereka dari gizi makanan tambahan dan tingkatkan sintesis protein mikroba rumen.

Walau ada beberapa riset, study mengenai tehnologi seng masih juga dalam tahapan awalnya. Riset selanjutnya dibutuhkan saat sebelum nano-seng seperti seng oksida kelas umum bisa dipertambah ke diet susu ringkas. Lepas dari garis waktu sekarang ini, masih memperlihatkan jika seng makanan mempunyai vitalitas kekal dalam gizi susu dan mempunyai masa datang yang prospektif sebagai gizi penting yang penting untuk sapi perah.

Post a Comment for "Tidak boleh meremehkan seng pada diet sapi perah yang imbang"