Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tempatkan anak sapi prasapih secara berpasangan memperlihatkan faedah


Tingkat publikasi yang semakin tinggi hasilkan keuntungan harian yang lebih bagus, kata beberapa periset

Perumahan anak sapi perah pra-sapih berpasangan sudah bertambah reputasinya di AS dan Kanada dalam tahun-tahun ini, dan dengan argumen yang bagus - riset dan bukti di peternakan memperlihatkan jika hal tersebut bisa hasilkan tingkat perkembangan yang lebih bagus dan kenaikan kesejahteraan saat disapih.

Sepanjang beberapa dasawarsa, adat itu sudah jadi rumah untuk anak sapi secara pribadi dalam tahapan pra-sapih, karena dipandang bisa kurangi resiko penyakit dan memungkinkannya petugas mempunyai akses yang gampang dan lakukan penilaian, tingkatkan perawatan anak sapi.


Tetapi, walau anak sapi di kandang pribadi umumnya mempunyai contact visual dan pendengaran dengan anak sapi lain, minimnya akses langsung keduanya tidak mungkin untuk publikasi. Publikasi berikut yang menurut periset bisa hasilkan perkembangan dan hasil kesejahteraan yang lebih bagus untuk anak sapi yang dikandangkan berpasangan dibanding sama yang dikandangkan secara individu pada masa saat sebelum disapih.


Kenapa itu wajib

Anak sapi ialah masa datang temanan sapi perah dan kesehatan awalnya mereka penting untuk keuntunganabilitas.

Tapi apa keuntungan ini bersambung sesudah disapih? Tersebut pertanyaan yang ingin dijawab oleh beberapa periset dari Department of Veterinary Population Medicine di University of Minnesota dalam sebuah riset yang belakangan ini diedarkan di Journal of Dairy Science, dan dalam sebuah riset yang belum diedarkan yang dituntaskan tahun akhir kemarin.

Seperti banyak riset sama, riset ini memperlihatkan jika anak sapi yang berpasangan mempunyai kenaikan rerata harian (ADG) yang lebih bagus yang mengakibatkan berat penyapihan semakin tinggi dibanding anak sapi yang dikandangkan secara individu, kata pimpinan periset Dr. Whitney Knauer dalam podcast belakangan ini dengan American Association of Bovine Practitioners. Ia menerangkan argumennya ialah jika anak sapi yang berpasangan condong belajar sikap makan dari keduanya, dan condong makan semakin banyak ransum starter dibanding anak sapi sendiri.


Hasil kesehatan (seperti kejadian gerusan) diketemukan sama antara dua barisan tes, tapi anak sapi berpasangan diketemukan semakin sedikit bernada, semakin banyak tiduran, dan berkadar kortisol lebih rendah dibanding anak sapi yang dikandangkan secara individu, yang semua sebagai tanda penting dari mengutamakan.

Dalam study yang tidak dipublikasi, pengurangan vokalisasi, kenaikan tiduran dan keuntungan perkembangan kelihatan sesudah penyapihan (sesudah umur 50 hari). "Ini penting karena pedet hadapi banyak penekanan saat disapih, karena (peluang) dipindah ke lingkungan baru," ucapnya. Sanggup menangani dengan cara sosial saat berpindah ke kontribusi perumahan barisan dalam peralihan dan membuat management lebih simpel.

"Saya berpikir hal besar yang dibawa pulang dengan kandang berpasangan, ialah jika kami betul-betul mempersiapkan anak sapi ini untuk sukses menyapih," ucapnya.

Menariknya, Knauer menulis jika mengasuh anak sapi bersama dibanding secara terpisah dapat menolong pemahaman khalayak mengenai peternakan sapi perah. Ia mencuplik survey University of Wisconsin di mana peserta di State Fair ditanyakan yang mana lebih dicintai - satu ekor anak sapi dalam kandang pribadi, atau satu kelompok anak sapi yang ditaruh bersama - dan sebagian besar lebih menyenangi anak sapi dalam barisan.


tahap selanjutnya dalam usaha risetnya ialah pelajari dampak kandang berpasangan pada peternakan sapi perah komersil, yang diawali bulan kemarin dan akan bersambung sampai musim panas.

Knauer menjelaskan walau studinya dan study yang lain memperlihatkan faedah perkembangan dan kesejahteraan, barisan kecil anak sapi sudah dipakai, dan study sudah dilaksanakan di lingkungan kampus, yang tidak selamanya memperlihatkan apa yang dapat terjadi di peternakan besar. Mempunyai barisan besar untuk belajar (kelompok-kelompok yang terbagi dalam 600 anak sapi ataupun lebih) akan menolong teamnya mengeruk lebih dalam pemicu patokan sikap, kesehatan, dan pemberian makan.

Ia menjelaskan nyaris 15 % dari temanan sapi perah AS sekarang ini memakai beberapa wujud kandang barisan untuk anak sapi yang disapih, dan gampang untuk mengaplikasikan atau mempersiapkan eksperimen di mayoritas peternakan tanpa investasi keuangan yang berarti atau kenaikan keperluan ruangan. Ia mereferensikan jika tiap anak sapi mempunyai kandangnya sendiri, dan luas persegi harus digandakan (untuk pasangan) atau 3x lipat (bila tempatkan tiga anak sapi bersama-sama), dan gabah dan ember airnya sendiri. Anak sapi bisa terpasangkan saat lahir, tapi ia mereferensikan tidak lebih dari tujuh hari ketidaksamaan umur anak sapi.

Post a Comment for "Tempatkan anak sapi prasapih secara berpasangan memperlihatkan faedah"