Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Produksi susu automatis bisa dimaksimalkan dengan tehnologi dan management

Produksi susu automatis bisa dimaksimalkan dengan tehnologi dan management

Riset mengenai lumbung susu robotik memperlihatkan jika pembaruan gizi, management, perumahan, dan demografi temanan memberikan keuntungan baik sapi atau produsen.

Robert Matson, pakar nutrisi ruminansia Wallenstein Feed and Suplai Ltd., share penemuan dari study 2018 yang mengikutsertakan 197 mekanisme pemerahan automatis (AMS), terhitung 75 di Ontario, sepanjang Hari Susu Minggu Petani Gray Bruce bulan kemarin.

Kenapa penting: Kesuksesan robot ialah gabungan dari permasalahan khusus AMS seperti seberapa banyak sapi yang memakai robot secara suka-rela dan permasalahan non-AMS, seperti design kandang dan tempat tidur, yang berpengaruh pada efektivitas peternakan sapi perah keseluruhannya.

Matson menjelaskan mengurus kenyamanan sapi lewat tempat tidur, sirkulasi, gizi yang pas, kenaikan kamar tidur dan frekwensi push-up makanan yang semakin tinggi ialah rekonsilasi simpel untuk tingkatkan produksi dan kurangi tertimpangan.

Study itu memperlihatkan pengurangan 1,7 % dalam tertimpangan medis untuk tiap kenaikan 10 cm di ruangan atur pakan dan pengurangan 9,3 % dengan pemakaian susunan pasir di atas sumber susunan organik.


"Sapi-sapi yang kurang berkondisilah yang berperan pada kebiasaan tertimpangan medis," kata Matson. "Tapi kebiasaan tertimpangan medis Anda pun terjadi pada sapi Anda yang sekurang-kurangnya berkondisi, jadi ini ialah lingkaran setan."

Untuk tiap satu % sapi yang tidak dikondisikan, ada kesempatan 1,2x semakin besar untuk sapi yang paling lumpuh, hingga keadaan badan harus diawasi dan diatur untuk kurangi kebiasaan tertimpangan.

Demikian juga, riset mengutarakan untuk tiap peningkatan satu cm pada ketinggian trotoar, peluang sapi yang paling lumpuh naik 1,2x lipat.

"Saya tidak menjelaskan jika Anda harus keluar dan hapus trotoar karena tentu ada sisi yang bagus yang jaga tempat tidur dan memberikan Anda tempat yang bisa Anda jaga," ucapnya. "Tetapi saya ucapkan 30 cm plus trotoar di sejumlah lumbung bukan yang terbaik untuk sapi jalan selama waktu."


Bangunan baru memberi peluang untuk mempelajari management temanan berdasar detail bangunan untuk pastikan produksi dan kesehatan yang maksimal, dan meminimalisir kekuatan tertimpangan ternak.

"Dengan tingkatkan jumlah ruangan yang dipunyai sapi untuk terhubung bunker, kompetisi akan menyusut... untuk beraktivitas normal mereka setiap hari," kata Matson. "Kami meluluskan mereka untuk satu, memperoleh konsumsi bahan kering sekitar yang mereka dapat, dan dua, menahan kompetisi satu sapi menaklukkan lainnya dan mengakibatkan ia mempunyai potensi jadi lumpuh."

Study Matson mengutarakan jika menambahkan ruangan tempat pakan sejumlah 10 cm untuk meminimalisir kompetisi (misalkan, dari 64 jadi 74 cm) memberi kenaikan 0,3 kg susu/sapi. Disamping itu, kenaikan frekwensi pemberian pakan menolong performa dengan tingkatkan susu per sapi sebesar 0,35 kg tiap 5 kali pemberian pakan tiap hari.

Hasil riset memperlihatkan kenaikan produksi susu per sapi setiap hari dan kilo setiap hari dengan kenaikan frekwensi pakan.

Umumnya mekanisme automatis menggerakkan pakan rerata 12,8 kali setiap hari, tapi dengan tiap lima kenaikan push-up, ucapnya ada kenaikan 0,35 kg susu per sapi.


"Itu semakin bertambah lumayan cepat saat Anda mulai menimbang satu atau dua dorongan setiap hari dan kenaikan berkaitan yang Anda peroleh dengan mengarah ke atas," ucapnya. "Anda bisa bicara dengan pakar nutrisi di semua propinsi Ontario, dan mayoritas dari kami akan suka hati menjelaskan jika kami ingin mempunyai penggerak pakan setiap peternakan yang memerlukannya."

Saat robot capai kemampuan 55 sampai 60 sapi, waktu senggangnya berkurang, dan tidak bisa memuat semua sapi di saat pucuk pemerahan. Dengan meminimalisir jumlah sapi per robot, depresi di turunkan. Matson menjelaskan riset memperlihatkan kenaikan 0,15 pemerahan setiap hari dengan tiap pengurangan 10 ekor per robot. Bersimpangan dengan yang diharap Matson, kenaikan pembersihan gang dihubungkan dengan kenaikan 0,07 pemerahan untuk tiap lima pembersihan.

Pembersihan gang mainkan irama sapi dan memberi teguran atau pengingat jika telah saatnya ke pemerah, kata Matson.


Study awalnya di tahun 1998 dan 2000 merekomendasikan sapi lebih terpacu oleh pakan dibanding hilangkan penekanan ambing; maka dari itu, fokus AMS tambahan berbeda dengan kenaikan lawatan saat sapi terima ransum kombinasi beberapa. Sebagai alternative, sediakan semakin sedikit bisa hasilkan semakin banyak sapi yang mempunyai potensi diambil dan frekwensi pemerahan yang lebih rendah.

Memaksimalkan kestabilan dan kualitas pelet sama keutamaan dengan memformulasi gizi dan bahan makanan untuk penuhi keperluan sapi, kata Matson.

Barley, pengikat yang baik sekali untuk pelet, menarik dorongan tinggi sapi untuk makan dan sudah bisa dibuktikan tingkatkan pemerahan dibanding dengan serpihan kukus.

Matson menjelaskan jika sumber pakan pelet memungkinkannya sapi untuk konsumsi semakin banyak dalam saat yang lebih singkat dan kurangi waktu kotak, yang disebut batasan masa datang dari pemerahan robotik.


"Demikianlah langkah kami bisa menolong segi gizi bekerja dengan kemampuan terbaik mereka dengan pastikan jika kami mempunyai semua tehnologi dan semua praktek management yang bagus," kata Matson. "Ini penting untuk membuat jalan raya dan memperoleh hasil susu yang Anda harapkan dari sapi Anda."

Study ini menyelidik hasil susu per sapi memakai sirkulasi mekanis versi sirkulasi alami saja dari April sampai Agustus. Walau ada kenaikan hasil yang berkaitan dengan sirkulasi mekanis, itu tidak berarti secara statistik.

"Ada faedah berkaitan mempunyai beberapa wujud sirkulasi ke gudang, khususnya sepanjang bulan-bulan musim panas," kata Matson, menambah kenyamanan sapi penting di AMS karena menggerakkan semua mekanisme dan hasil susu pada musim panas.

"Tidaklah heran jika semua kerja bersama di peternakan robot," ucapnya, menambah sirkulasi dibutuhkan untuk jaga sapi masih tetap dingin selama setahun, hilangkan berbau dan mengalihkan angin segar lewat gudang.

Matson menyentuh dengan singkat mengenai beberapa faktor yang berperan untuk jaga sel somatik masih tetap rendah dalam temanan dengan jaga sapi masih tetap dingin, kering dan bersih. Study memperlihatkan jika susunan pasir dihubungkan dengan pengurangan 36.744 sel per mililiter (sel/mL) dengan jumlah sel somatik, tiap pembersihan lima gang satu hari memperlihatkan pengurangan 7.012 sel/mL dan tiap kenaikan 30 cm pada lebar gang hasilkan pengurangan 10.414. sel/mL turun.

"Ada banyak kemampuan untuk Anda untuk memakai praktek management untuk jaga supaya jumlah (sel somatik) masih tetap rendah," ucapnya.

Post a Comment for "Produksi susu automatis bisa dimaksimalkan dengan tehnologi dan management"