Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Peternak lebah untuk menyaksikan ke-2 lebah AS di tengah-tengah rugi besar


Banyak sarang lebah yang tertutup salju, tapi jumlah rugi awalnya mencemaskan

Peternak lebah Manitoba akan mengevaluasi kembali keputusan mereka tidak untuk menggerakkan pengembalian pengangkutan lebah massal dari AS.

Ian Steppler, ketua Federasi Peternak Lebah Manitoba, menjelaskan mereka akan melangsungkan tatap muka khusus mengenai topik itu pada 23 April.


"Semua produsen di Manitoba terdiri dari permasalahan ini," ucapnya.


Kenapa penting: Panen madu Manitoba kemungkinan ditanyakan bila peternak lebah tidak bisa isi kembali sarang mereka, tapi lebah alternatif sudah tipis di tanah.

Awalnya tahun ini, federasi itu memutuskan untuk tidak memberikan dukungan usaha lobi untuk kembali membuka tepian, tepian yang ditutup untuk pengangkutan lebah massal Amerika semenjak tahun 80-an, dengan argumen permasalahan hama.

Permasalahan ini diangkat di pertemuan umum MBA dalam usaha untuk menyusul pembicaraan yang semakin makin tambah meluas di bidang madu Kanada.

Peternak lebah di propinsi seperti Alberta - yang sudah hadapi sekian tahun rugi musim dingin yang berarti, dan permasalahan memperoleh stock alternatif dari pasar yang disepakati seperti Australia, Selandia Baru dan Chili - sudah menggerakkan Dewan Madu Kanada untuk melobi penilaian resiko baru pada lebah AS.

Penilaian paling akhir, menurutnya, dituntaskan oleh Tubuh Peninjauan Makanan Kanada (CFIA) di tahun 2013, sementara lebah dari beberapa tempat seperti California kemungkinan usaha keras untuk isi sela di sarang mereka.

Tetapi, mayoritas peternak lebah Manitoba cemas jika teror hama yang tertera dalam penilaian tahun 2013 masih tetap benar-benar riil — ini sesudah setahun di mana banyak yang melawan tungau parasit varroa tingkat yang semakin tinggi.


Tetapi semenjak itu, kelihatannya bidang peternakan lebah Manitoba kemungkinan hadapi rugi musim dingin yang serius, dan setahun kembali kesusahan untuk menukarnya.

Peternak lebah sudah memberikan laporan rugi 30 sampai 50 % musim semi ini, dan beberapa capai 70 sampai 90 %, kata Steppler. Yang lain menyaksikan tingkat yang lebih normal, walau Steppler menulis jika ada lebih dari cukup laporan rugi tinggi untuk memacu kekuatiran.

Propinsi ini memandang 15 sampai 25 % range normal untuk kematian lebah musim dingin.

Kekuatiran dengan hama ialah "pantas," kata Steppler, "tapi di saat yang serupa, sekarang ini kita menyaksikan produsen yang alami rugi besar dalam sarang mereka dan mereka mengantre untuk paket alternatif dari beberapa tempat yang mengambil sumber secara tradisionil dan cuma ada kurang cukup opsi."


Pasar yang ketat

Ada, satu kali lagi, kekuatiran nasional jika suplai lebah alternatif akan menyusut, kata Steppler.

Pengangkutan lebah dalam paket jeblok di tahun 2020 dengan diawalinya wabah COVID-19. Kuncian perjalanan tutup penerbangan ke beberapa negara sumber yang disepakati. Permasalahan sama diikuti tahun kemarin, dengan beberapa pengangkutan lebah paket yang dijanjikannya tidak diharap datang.

Steppler menjelaskan pengangkutan lebah massal akan hadapi rintangan logistik sama tahun ini. Volume pengangkutan yang diharap sudah bertambah dalam tiga pekan terakhir, ucapnya, walau peluang kurang cukup untuk penuhi keperluan Kanada.

Alberta satu kali lagi menyaksikan rugi besar, ucapnya, sementara penilaian di Saskatchewan sedang berjalan dan rugi sudah disampaikan dari Ontario dan Quebec. Di tahun 2020, Alberta memberikan laporan 20.000 sarang lenyap dan 30 % semakin sedikit panen madu.

"Ada kekuatiran yang lumayan besar di semua negeri dan, dengan demikian banyak penekanan di Kanada untuk terhubung stock alternatif, itu membuat Manitoba berusaha untuk memperoleh jumlah paket yang kami perlukan untuk menukar lebah ini," kata Steppler.

, peternak lebah kemungkinan tidak menyaksikan lebah lokal yang umum dipasarkan, kata pakar api propinsi Rhéal Lafrenière. Sementara suplai internasional yang ketat buka pintu untuk penjual lokal, beberapa dari produsen itu kemungkinan menanggung derita rugi mereka sendiri, dan memerlukan stock extra untuk operasi mereka sendiri. Apa yang ada kemungkinan akan terhisap secara cepat.

Permasalahan ini bisa mencelakakan panen madu Manitoba, bila alternatif yang ideal tidak diketemukan.

Produsen bisa membayar rugi dengan memotong sarang yang masih ada, Lafrenière mengaku. Transisinya, bagaimana juga, ialah pengurangan kemampuan produksi madu karena sarang yang terdiri bekerja untuk mengembalikan kemampuan.

"Anda bersumber daya dari 1 koloni untuk mengawali koloni baru, tapi makin bertambah koloni yang perlu Anda tukar, makin bertambah sumber daya yang perlu Diambil dari koloni Anda yang hidup, dan ada batasan di mana ambil kebanyakan. Anda bisa memperoleh kembali nomor Anda, tapi Anda mempertaruhkan produksi madu," ucapnya.


Itu bisa menjadi pil pahit untuk produsen, ingat harga madu, kata Steppler.

Bidang madu sudah nikmati peningkatan harga yang tajam semenjak awalnya wabah. Pada Mei 2021, MBA memberikan laporan harga di antara $2,25 sampai $2,35 per pon dan dengan tinggi $2,85 per pon, dekati 2x lipat harga yang disampaikan tahun awalnya.


Steppler menjelaskan ia belakangan ini dengar harga sampai $3 per pon atau lebih.


"Ini ialah mata pencarian beberapa orang ini. Berikut yang mereka kerjakan. Dan susah untuk cuma ambil cuti setahun dan membuat kembali rugi Anda saat berikut yang memberikan dukungan mata pencarian Anda, "ucapnya. "Ini jadi benar-benar bernafsu di industri perlebahan sekarang ini. "


Masih hitung

Penilaian keberlangsungan hidup masih juga dalam tahapan awalnya dan salju masih batasi akses ke sarang, kata Lafrenière. Ia menginginkan, bagaimana juga, jika kematian akan, pada realitanya, melebihi range rugi normal.

"Ada cukup info dan kepedulian umum mengenai rugi dan lumayan banyak peternak lebah pribadi yang memberikan laporan rugi yang tinggi sekali hingga kemungkinan tidak ada kebimbangan jika kami akan jauh di atas rerata propinsi kami," ucapnya.

Prediksi konvensional tempatkan rugi sekitaran 30 sampai 40 %, ucapnya, walau ia mengutamakan jika faktor yang tidak dikenali membuat susah untuk tentukan angka.

"Pada 40 %, kami 2x lipat dari rerata normal kami," ucapnya. "Kami jarang capai 40 %."

Lafrenière menunjuk pada 2013, saat Manitoba alami rugi sarang lebah sejumlah 45 %. Seperti pada tahun itu, dia menulis, rugi rerata tahun ini kemungkinan tidak menggambarkan realita di mayoritas peternakan, tetapi titik tengah di antara berlebihan. Beberapa produsen peluang mempunyai musim dingin yang paling normal, ucapnya, sementara lainnya sudah dirusak.

Perlu sekian tahun untuk bidang madu untuk sembuh dari pukulan 2013, ucapnya juga.

Jumlah koloni turun dari 80.000 jadi 73.800 sesudah tahun itu. Di tahun 2021, Statistics Canada memberikan laporan jika jumlah koloni sudah mencakar kembali sampai 115.707.


"Kemungkinan memerlukan waktu sampai dua sampai 3 tahun untuk betul-betul kembali lagi ke angka yang kami lalui pada musim dingin," kata Lafrenière.

David Koroscil, manager service claim di Manitoba Agricultural Serviss Corporation (MASC), menjelaskan mereka memperhitungkan claim yang semakin tinggi, walau jumlah sarangnya banyak.

yang tidak dipandang.

MASC menulis 39 produsen dalam program asuransi kematian lebah musim dingin mereka masuk tahun 2022.

Produsen harus juga mengeruk (atau mengeruk kembali) sarang mereka susul keadaan badai salju yang menyelimutinya pertanian Manitoba pada minggu ke-2 bulan April.

Badai peluang tidak secara berarti memengaruhi keberlangsungan hidup musim dingin, kata Lafrenière, tapi pasti tunda penilaian keberlangsungan hidup yang masih ada.

Post a Comment for "Peternak lebah untuk menyaksikan ke-2 lebah AS di tengah-tengah rugi besar"