Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PERANG MENDORONG INDEKS MAKANAN PBB KE TINGKAT TERTINGGI YANG PERNAH



Index harga pangan PBB, yang telah capai rekor paling tinggi, naik 12,5% sebagai reaksi atas agresi Rusia ke Ukraina, pada harga gandum dunia naik nyaris 20%, kata Organisasi Pangan dan Pertanian. Harga gandum demikian tinggi, kata riset USDA dalam laporan terpisah, jika customer di sub-Sahara Afrika kemungkinan berasa tambah murah untuk makan nasi, umumnya beberapa bijian dasar yang tambah mahal.

Harga komoditas dunia naik ke tingkat paling tingginya saat agresi itu mengirim gelombang surprise lewat pasar beberapa bijian dan minyak sayur, kata FAO dalam laporan Index Harga Pangan bulanannya. Harga gandum naik 19,7% dan jagung 19,1% sepanjang Maret. Rusia dan Ukraina umumnya menyumbangkan 30% gandum di pasar dunia dan menyuplai 20% jagung yang dipasarkan secara internasional. Harga beras tetap sama dan 10% lebih rendah dari tahun kemarin.

"Peristiwa harga beras yang konstan belakangan ini dan harga gandum yang semakin tinggi bisa mempengaruhi opsi customer," kata laporan Grain: World Markets and Trade dari USDA. Beras dari India, pengekspor paling besar dunia, dijajakan pada harga lebih rendah dibanding gandum atau jagung. Cuplikan harga akhir kali dari beberapa negara pengekspor gandum khusus semakin tinggi dari beras ialah sepanjang kritis harga pangan tahun 2008.

"Beberapa negara yang konsumsi gandum sebagai beberapa bijian dasar mereka mustahil mendadak mengganti rutinitas beli, tapi beberapa negara dengan customer gandum dan beras kemungkinan cenderung pilih beras berdasar harga yang lebih rendah," kata laporan USDA. "Afrika Sub-Sahara ialah daerah yang sensitif pada harga yang konsumsi beberapa bijian dengan jumlah yang kurang lebih sama dan bisa mengubah konsumsi ke beras pada harga lebih rendah atau alternative lokal."

Keseluruhannya, harga beberapa bijian sereal naik 17% sepanjang bulan Maret, mayoritas karena peningkatan tajam harga gandum dan jagung, kata FAO, "mayoritas didorong oleh masalah export berkaitan perselisihan dari Ukraina dan, di tingkat lebih rendah, Liga Rusia. Lenyapnya export yang diharap dari daerah Laut Hitam jadi memperburuk tersedianya gandum global yang telah ketat."


Harga sayur naik 23% sepanjang bulan Maret, kata FAO, dengan Ukraina sebagai aspek terpenting.

"Cuplikan minyak biji bunga matahari internasional bertambah secara signifikan di bulan Maret, didorong oleh menyusutnya suplai export di tengah-tengah perselisihan yang berjalan di daerah Laut Hitam," kata FAO. "Dalam pada itu, harga minyak sawit, kedelai, dan rapeseed bertambah tajam, disokong oleh bertambahnya keinginan import global karena masalah suplai minyak bunga matahari."

Index FAO didasari pada peralihan bulanan harga sekeranjang lima barisan komoditas pangan. Index harga dagingnya naik nyaris 5% pada bulan Maret, capai rekor paling tinggi.

Index gula naik nyaris 7%, beberapa karena harapan jika peningkatan harga minyak, dampak riak-riak dari agresi Ukraina, akan mengubah gula di Brasil ke produksi biofuel dan menjauhi pemakaian makanan. Index susu naik untuk bulan ke-7 beruntun.


Rusia bisa menjadi exportir gandum paling besar ke-2 di dunia tahun marketing ini dengan pemasaran 33 juta ton, cuma dua juta ton di bawah prediksi pra-invasi, kata USDA dalam laporan bulanan WASDE. Kebalikannya, export gandum Ukraina diprediksi capai 19 juta ton, turun lima juta ton dari prediksi Februari.

"Dermaga Laut Hitamnya masih tetap ditutup …," kata USDA. "Sebagian besar export Ukraina sudah dikirimkan dalam jumlah tambahan terbatas yang diharap untuk tersisa tahun 2021/22."

Export gandum AS bisa menjadi yang paling kecil dalam 9 tahun, dengan 785 juta gantang di tahun marketing yang usai 1 Juni, kata USDA. Harga gandum AS ialah yang paling tinggi antara enam exportir gandum khusus berdasar Freight On Board minggu kemarin.

"Produksi gandum di Ukraina saat ini diprediksi turun di bawah rerata 5 tahun, khususnya menggambarkan keinginan jika minimal 20% dari tempat tanam musim dingin kemungkinan tidak dipanen karena kerusakan langsung, akses terbatas, atau minimnya sumber daya untuk memetik tanaman. , "kata FAO, mengulas prospect 2022 dalam Sereal Suplai dan Keinginan Singkat. "Disamping itu, hasil panen diprediksi akan turun di tahun 2022, karena akses yang terusik ke input dan tempat pertanian kelihatan menghalangi keakuratan waktu operasi pertanian."

Tanaman gandum yang semakin besar dari rerata diharap di Rusia, karena cuaca yang bagus pada awal musim tanam, kata FAO; "Tetapi, penglihatan ini masih awalnya khususnya dalam pemikiran ketidakjelasan berkenaan import beberapa input pertanian."

Post a Comment for "PERANG MENDORONG INDEKS MAKANAN PBB KE TINGKAT TERTINGGI YANG PERNAH"