Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BANTUAN BANGSA RENTAN MEMBELI MAKANAN, KETUA FAO BERTANYA NEGARA KAYA


Dunia harus sediakan dana sampai $25 miliar untuk menolong beberapa negara miskin menangani kenaikan harga pangan yang disebabkan karena agresi Rusia ke Ukraina, kata kepala Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, Rabu. FAO memprediksi jika tambahan 13 juta orang akan hadapi kelaparan dalam kurun waktu dekat karena peperangan di daerah Laut Hitam, yang umumnya sebagai sumber khusus gandum dan jagung di pasar dunia.

Dalam pesan video ke beberapa menkeu G20 dan gubernur bank sentra, direktur jenderal FAO Qu Dongyu mengatakan untuk membuat Sarana Pendanaan Import Pangan untuk tingkatkan ketahanan pangan. Ini akan memudahkan ongkos langsung pendanaan import makanan untuk beberapa negara berpendapatan rendah dan menengah yang disebut importir bersih makanan.

Nyaris 50 negara tergantung pada Ukraina dan Rusia untuk 30% ataupun lebih import gandum mereka. Suplai gandum global terbatas, dan perang sudah memunculkan kebimbangan jika bakal ada cukup gandum untuk disebarkan. Awalnya bulan ini, FAO menjelaskan index harga komoditas pangan melesat sejumlah 12,5% di bulan Maret ke tingkat yang semakin tinggi yang sempat ada. Harga gandum dan jagung naik nyaris 20%.

"Perang bisa banyak memiliki implementasi untuk pasar global dan ketahanan pangan," kata Qu. FAO tidak merekomendasikan siapa yang hendak menyuplai dana untuk sarana pendanaan.

Usaha pendanaan bisa ditata dalam beragam langkah dan mulai dapat bekerja dengan $6,3 miliar awalnya, kata FAO dalam makalah background. Itu akan cukup buat tawarkan pendanaan untuk 25% dari ongkos import sekarang ini. Sebagai alternative, sarana itu bisa mendasarkan kontribusinya pada ongkos pembelian tambahan yang melewati $50 atau $100 per-orang, yang bisa menelan ongkos $9,1 miliar atau $15,9 miliar.

Beberapa negara bisa disuruh untuk melakukan investasi dalam perkembangan keproduktifan pertanian yang terus-menerus sebagai persyaratan untuk terhubung pendanaan import pangan, kata makalah background. Investasi keproduktifan akan kurangi keperluan akan kontribusi di masa datang.

Beberapa pimpinan dunia, terhitung Menteri Keuangan AS Janet Yellen, Wakil Pertama Menteri Chrystia Freeland dari Kanada, Presiden Christine Lagarde dari Bank Sentra Eropa, dan petinggi ekonomi senior dari 4 negara Eropa, keluar tatap muka G20 saat petinggi Rusia bicara, melapor Washington Post. Perwakilan China dan India masih tetap datang dalam tatap muka itu. "Celah-celah itu memperlihatkan seutuhnya ketimpangan global yang berkembang berkenaan apa dan bagaimana mengucilkan Rusia dari komune internasional karena perang," kata Post.

Harga minyak sudah tumbuh subur bersamaan pada harga pangan, dengan dampak riak-riak di harga pupuk. Rusia ialah pengekspor pupuk paling besar. Beberapa prediksi menjelaskan perang akan kurangi kemajuan ekonomi di penjuru dunia.

"Ada kesamaan yang terang dengan keadaan yang mengakibatkan protes Musim Semi Arab pada 2010-2012, saat peningkatan ongkos hidup jadi memperburuk kekecewaan dan mengkatalisasi kekacauan sipil yang semakin makin tambah meluas," catat David McNair, direktur eksekutif ONE, kampanye global menantang kemiskinan dan penyakit. Tanpa perlakuan cepat IMF dan Bank Dunia untuk perkuat ekonomi Afrika, ucapnya, kestabilan pangan dan politik akan terancam.

Program Pangan Dunia menjelaskan jika sampai 811 juta orang, sama dengan 10% dari komunitas dunia, telah kelaparan.

Post a Comment for "BANTUAN BANGSA RENTAN MEMBELI MAKANAN, KETUA FAO BERTANYA NEGARA KAYA"