Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

INDIGO AG MENDAFTARKAN NOVEL BIOFUNGICIDE


Indigo Agriculture sudah mendaftar biofungisida pertama di industri berdasar mikroba Kosakonia cowanii. Produk biotrinsik berpemilik yang disepakati EPA yang direncanakan untuk tekan penyakit tanaman akan masuk eksperimen demo musim panen ini mendekati penyeluncuran pasar 2023 yang diperhitungkan. Petinggi perusahaan menjelaskan peningkatan ini memutuskan portofolio Indigo sebagai salah satunya dari sedikit di industri yang sanggup menolong petani menangani penekanan biotik dan abiotik.

"Proses penemuan dan registrasi 3 tahun yang dipercepat untuk biofungisida baru ini - yang kami yakin sebagai yang tercepat di industri ini - tempatkan Indigo di ujung tombak pasar yang baru ada sebesar $7,3 miliar untuk jalan keluar mitigasi depresi," kata Eric Bartels, Indigo Ag chief science officer dan kepala produk biologi, dalam tayangan jurnalis. "Di semua produk dan sasaran peningkatan kami, Indigo tempatkan basis penemuan yang kuat untuk bekerja untuk petani, manfaatkan alam untuk memberikan mereka keuntungan keuntunganabilitas di bawah situasi keadaan yang makin tidak tersangka dan berlebihan. Tonggak riwayat ini ialah contoh terkini mengenai bagaimana tehnologi berbasiskan alam bisa lengkapi mekanisme produksi petani yang ada dengan beberapa cara baru untuk tingkatkan keproduktifan dan ketahanan tanaman."

Biotrinsik oleh perawatan benih Indigo mengenalkan kembali mikroba berguna yang alami melingkari atau ada atau dalam jaringan tanaman, kata petinggi perusahaan. Mikroba tingkatkan kekuatan alami tanaman membuat perlindungan diri dari penekanan umum, lebih petinggi perusahaan.

Untuk melakukan, periset Indigo dan partner ilmiah sudah manfaatkan koleksi lebih dari 36.000 strain mikroba (salah satunya perpustakaan endofit mikroba paling besar dan paling bermacam di dunia). Mereka mengenali yang berkaitan dengan kenaikan performa pada keadaan depresi tinggi seperti kekeringan, nematoda, dan penekanan penyakit, dan tanah yang kekurangan gizi di beberapa daerah dan tipe tanaman, kata petinggi perusahaan. Beberapa periset mengetes strain yang prospektif baik di laboratorium dan dalam rasio keadaan dunia riil. Yang tersukses selanjutnya dikomersialkan dan tergabung dengan portofolio perawatan benih mendalam Indigo yang diperlihatkan untuk menolong petani tingkatkan hasil panen, kata petinggi perusahaan.

Biofungisida yang dikenalkan oleh Indigo Ag datang dari galur unik Kosakonia cowanii yang diisolasi dari benih jagung landrace monumental. Mikroba ini menjajah permukaan akar dan tekan bakteri tanaman terhitung Fusarium, Pythium, dan Rhizoctonia lewat beragam proses yang ke arah pada stimulan mekanisme pertahanan alami tanaman. Dalam eksperimen, produk secara stabil memperlihatkan kenaikan langsung dan berarti dalam tanda khusus kesehatan tanaman terhitung berat akar dan munculnya penuh.

Tercatat untuk dipakai dalam beberapa bijian sereal, jagung, kedelai, kapas, sayur kacang-kacangan, dan biji minyak, biofungisida sekarang ini masuk eksperimen lapangan jumlah besar sebagai sisi dari sektor beta biotrinsik. Program ini tawarkan petani dan retail pertanian gratis akses dan awalnya ke sejumlah tehnologi biologis terkini untuk tingkatkan ketahanan tanaman. Diharap akan ada secara komersil secara nasional dalam beberapa macam formula di retail ag dipilih di awal tahun depannya.

Petani yang tertarik sama pratinjau gratis produk bisa mendaftarkan di bagian beta biotrinsik. Info selanjutnya mengenai produk biologis Indigo bisa diketemukan lewat cara online atau di retail yang berperan serta yang bisa mendapati info selanjutnya di sini.

Post a Comment for "INDIGO AG MENDAFTARKAN NOVEL BIOFUNGICIDE"