Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tangani Hipertensi dengan Tanaman Herbal Rosella dan Seledri

Tangani Hipertensi Dengan Tanaman Herbal Rosella Dan Seledri

GERAKAN kembali lagi ke alam (back to nature) bisa jadi cuman jadi jargon jika warga tidak memandang penting makna dan faedah dari pergerakan ini. Walau sebenarnya, pengakuan itu semestinya bukan hanya ajakan atau jargon, tapi menjadi sisi dari kehidupan setiap hari.

Menangani hipertensi dengan tanaman obat sebagai salah satunya langkah kembali lagi ke alam. Menyembuhkan hipertensi memakai ramuan herbal banyak opsinya. Selain untuk turunkan tekanan darah tinggi, penyembuhan herbal mempunyai tujuan mengecilkan resiko berlangsungnya kompleksitas, seperti stroke, kerusakan pada ginjal, atau kenaikan gula darah (diabetes).

Hipertensi atau tekanan darah tinggi sebagai satu keadaan klinis yang diikuti dengan bertambahnya konstraksi pembuluh darah arteri hingga terjadi kekebalan saluran darah yang tingkatkan tekanan darah pada dinding pembuluh darah. Jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah lewat pembuluh arteri yang sempit. Jika keadaan ini berjalan terus pembuluh darah dan jantung akan hancur. Jenjang tekanan darah ke orang dewasa yakni:

  1. Hipertensi enteng, tekanan darah sistolik 140 -160 dan diastolik 95 - 104
  2. Hipertensi sedang, tekanan darah sistolik 140 - 180 dan diastolik 105 - 114
  3. Hipertensi berat, tekanan darah sistolik lebih dari 160 dan diastolik lebih dari 115

Tekanan darah yang tidak normal atau secara stabil tinggi akan mengakibatkan gempuran stroke. Tetapi, penyakit tekanan darah tinggi belum pasti mengakibatkan pasiennya diserang stroke jika menjaga dianya secara benar, selalu mengatur penekanan darahnya, dan minum ramuan herbal secara rutin dan teratur.

Berikut manfaat rosella dan seledri sebagai salah satu contoh tanaman herbal yang tutun temurun dipakai sebagai ramuan yang sanggup mengatur tekanan darah :

Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn)

Tangani Hipertensi Dengan Tanaman Herbal Rosella Dan Seledri

Rosella atau dikenali dengan asam paya, asam kumbang dan asam susur mempunyai nama ilmiah Hibiscus sabdariffa Linn, terhitung kerabat Malvacea dan ada 2 type khusus, yakni Hibiscus sabdariffa var Altassima dan Hibiscus sabdariffa var sabdariffa.

Tanaman ini datang dari Asia (India sampai Malaysia) atau Afrika tropis yang selanjutnya menebar sampai ke Amerika tengah. Rosella bisa tumbuh di beberapa keadaan tanah, dari daratan rendah sampai daratan tinggi dengan ketinggian tempat sekitaran 1,250 m dpl.

Type rosella Hibiscus sabdariffa var sabdariffa lebih pendek, seperti semak yang tercipta dari bahgalpurienchi, intermedius, albus dan karet, semua dapat mengalami perkembangan biak dari bijinya. Varietas ini memiliki kelopak yang warna merah ceria dan bisa dikonsumsi, batangnya berserat-serat dan lemah.

Rosella terbagi dalam beragam tipe, salah satunya yakni rosella merah, rosella ungu, rosella hitam, rosella kuning, rosella putih, dan rosella hijau. Tetapi, yang umum dimakan yakni rosella merah. Tanaman rosella dapat capai tinggi 0,5-3 mtr. dan keluarkan bunga nyaris selama setahun. Batangnya berupa bundar, tegak, berbahan kayu dan warna merah. Daunnya berbentuk daun tunggal, menjari, berbuntut pijakl, bergerigi, dan dengan pangkal berlekuk. Panjang daunnya 6-15 cm dan dengan lebar daun 5-8 cm. Batang daun bundar warna hijau dengan panjang 4-7 cm. Biji muda warna putih dan tua beralih menjadi abu-abu kehitaman.

Bunga rosella yang keluar ketiak daun sebagai bunga tunggal, maknanya pada tiap batang cuman ada satu bunga. Bunga dari tanaman rosella memiliki 8-11 lembar kelopak bunga yang dengan bulu dengan panjang sekitaran 1 cm, dengan pangkal sama-sama berlekatan dan warna merah. Kelopak bunga ini yang kerap dipandang seperti bunga oleh warga, dan sisi berikut yang kerap digunakan sebagai bahan minuman dan makanan.

Rosella merah memiliki warna merah yang berkilau dan menarik dan didapat rasa asam yang masam dan pas untuk menolong pencernaan, dan dipercayai sanggup turunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Kandungan Rosella

Sisi dari rosella yang bisa dimakan yakni kelopaknya. Bahan aktif kelopak rosella ialah antosianin, grossypeptin, gluside hibiscin, dan flavonoid. Sari kelopak rosella merah kaya pigmen antosianin dan memiliki kandungan 13% kombinasi asam sitrat dan asam malat dan asam-asam buah lain.

Kelopak bunga rosella memiliki kandungan vitamin C, vitamin D, vitamin B1, B2, niacin, riboflavin, vitamin A, zat besi, asam amino, polisakarida, omega 3, kalsium.

Rasa asam dari kelopak bunga rosela karena kandungan vitamin C, asam sitrat dan asam glikolik. Setiap 100 g kelopak rosella memiliki kandungan vitamin C yang lumayan tinggi, yakni sekitaran 260-280 mg. Kandungan vitamin C menolong jaga cholesterol pada darah dengan membatasi peresapan kolesterol dan tingkatkan pembuangan cholesterol LDL dari dalam hati.

Vitamin C berperan menetralkan lemak pada tubuh, metabolisme cholesterol, dan mempunyai kekuatan dalam menahan HDL dari dampak oksidasi fisiologis, hingga jumlah HDL pada darah bertambah. Vitamin C bisa menahan cholesterol LDL, imbas jelek depresi oksidasi dan membenahi masalah peranan endotel.

Banyak riset yang sudah dilakukan untuk ketahui kandungan dan faedah rosella. Dampak hepatoprotektif rosella memperoleh kandungan flavonoid. Flavonoid yang ada dalam kelopak bunga rosella merah berguna untuk menahan kanker, khususnya karena radikal bebas, seperti kanker lambung dan leukemia. Disamping itu flavonoid memiliki dampak defensif pada penyakit stroke, kardiovaskuler terhitung hipertensi.

Nilai LD50 (Lethal Dose 50; jumlah yang mengakibatkan 50% hewan coba alami kematian) konsentrat mahkota bunga rosella pada tikus di atas 5000 mg/kg bb. Satu laporan mengatakan jika pemberian pada jumlah terlalu berlebih pada masa yang relatif lama mengakibatkan dampak jelek pada testis tikus. Nilai LD50 yang sama dengan didapat untuk konsentrat air dan konsentrat etanol biji rosella. Karena pemakaian jumlah rosella yang pas harus jadi perhatian.

Cara Membuat Ramuan rosella

  • Bahan
    • 6 kelopak rosella kering, dibersihkan sampai bersih
    • 600 ml air

  • Langkah Membuat dan Ketentuan Penggunaan
    1. Bersihkan seluruh bahan sampai bersih
    2. Seduh sama air panas. Biarkan sampai hangat, saring
    3. Minum ramuan ini 3x satu hari pada kondisi hangat, masing-masing 100 mililiter.
    4. 6 (kelopak) x 3 (frekwensi konsumsi) dalam satu hari

      Tangani Hipertensi Dengan Tanaman Herbal Rosella Dan Seledri

Seledri (Apium graveolens, Linn.)

Seledri sebagai tanaman tegak dengan ketinggian kurang lebih 50 cm. Semua sisi tanaman seledri berbau yang unik, sama dengan sayur sup. Wujud batangnya bersegi, bercabang, mempunyai batas, dan tidak memiliki rambut. Bunganya warna putih, kecil, seperti payung, dan majemuk.

Buahnya warna hijau kekuningan berupa kerucut. Daunnya mempunyai pertulangan yang menyirip, warna hijau, dan bertangkai. Batang daun yang berair bisa dikonsumsi mentah sebagai lahapan dan daunnya dipakai sebagai penyedap masakan, seperti sayur sup.

Tanaman seledri bisa tumbuh secara baik di daratan rendah atau tinggi. Tanaman ini lebih banyak diperbudidayakan di Asia, Afrika sisi utara, Rusia sisi selatan, Eropa, dan Amerika. Di Indonesia, perkebunan seledri salah satunya ada di Sumatera Utara (Brastagi) dan Jawa Barat (Pacet, Pengalengan, dan Cipanas). Pergandaan tanaman seledri bisa dilaksanakan dengan 2 langkah, yakni lewat biji dan perpindahan anak rumpun. Tanaman seledri bisa dipanen sesudah berusia enam minggu semenjak penanamannya.

Kandungan Kimia dalam Seledri

  • Senyawa kumarin : aplumetin, apiumosida, apigrafin, bergapten, selerin, selereosida, isoimperatorin, isopimpinelin, ostenol, rutaretin, seselin, dan yang lain.

  • Minyak atsiri sekitaran 2-3% : limonen (60%), selenin (10-15%), beberapa senyawaan seskuiterpen alkohol (1-3%), seperti ?-eudesmol, ?-eudesmol, santalol, dan senyawaan ftalida, seperti 3-n-butil ftalida, sedanenolida (berperan memberi wewangian ciri khas pada seledri).

  • Senyawa flavonoid : apigenin, apiin, isokuersitrin, dan yang lain

  • Kandungan asparagin, pentosan, glutamin, manit, zat pati, lendir, dan minyak asiri bermanfaat memicu enzim pencernaan dan peluruh kencing (diuretik).

  • Kandungan yang lain : kolin askorbat, beberapa asam lemak (linoleat, miristisat, miristoleat, oleat, palmitat, palmitoleat, petroselinat, dan stearat), dan beberapa vitamin A, B, dan C.

Dampak Antihipertensi

Secara umum, tekanan darah mulai akan turun sesudah sehari penyembuhan yang dituruti dengan kenaikan jumlah urine yang diekskresikan (dikeluarkan). Pemberian 3-n-butil ftalida pada tikus yang dibikin hipertensi dengan jumlah 2-4 mg satu hari bisa memberi dampak pengurangan tekanan darah atau hipotensif.

Riset terkini berkenaan dampak konsentrat etanol seledri untuk turunkan tekanan darah pada lelaki dewasa, memperlihatkan jika ada ketidaksamaan yang berarti pada pengurangan tekanan darah relawan sebelum serta sesudah minum konsentrat etanol seledri.

Nilai rerata tekanan darah relawan sesudah minum konsentrat etanol seledri, yakni 109,40/70,20 mmHg dan nilai rerata tekanan darah saat sebelum minum konsentrat etanol seledri ialah 116,02/74,79 mmH. Dengan begitu, riset ini mengaitkan jika konsentrat etanol seledri bisa turunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.

Ramuan seledri 1

  • Bahan
    • 15 tangkai seledri utuh, dibersihkan sampai bersih
    • tiga gelas air

  • Langkah Membuat dan Ketentuan Penggunaan
    • Potong seledri secara kasar
    • Rebus seledri sampai mendidih dan tinggal separuhnya. Minum air rebusan satu hari 2x sesudah makan.

Ramuan seledri 2

  • Bahan
    • 15 gr daun seledri fresh, dibersihkan sampai bersih
    • 7 helai daun ikat nyawa
    • 600 ml air

  • Langkah Membuat dan Ketentuan Penggunaan
    • Bersihkan seluruh bahan sampai bersih
    • Rebus seluruh bahan sampai sisa 300 mililiter. Biarkan sampai hangat, saring
    • Minum ramuan ini 3x satu hari pada kondisi hangat, masing-masing 100 mililiter.
    • Hubungan Herbal Seledri dengan Obat Yang lain

Interaksi herbal seledri dengan beberapa obat lainnya

Interaksi herbal seledri dengan beberapa obat antikoagulan, seperti aspirin, dalteparin, dan warfarin bisa menambah dampak antikoagulan yang memiliki arti tingkatkan resiko berlangsungnya pendarahan.

Interaksi lainnya dengan obat tetrasiklin dan klorpromazin mempunyai potensi tingkatkan fotosensitivitas.

Keamanan Konsumsi yang Perlu Diperhatikan

Buah seledri memiliki kandungan senyawa fototoksik, furokumarin yang mempunyai potensi menyeabkan reaksi fotosensitivitas. Begitupun halnya saat kontak dengan tangkai seledri karena ada kandungan senyawa furokumarin.

Pada beberapa kasus, buah seledri dapat memacu reaksi alergi, seperti gatal-gatal dan infeksi kulit.

Disamping itu, pada wanita hamil dan menyusui dapat memengaruhi transisi menstruasi. Jumlah yang besar bisa perlambat mekanisme saraf, dan memunculkan tanda-tanda seperti mengantuk.

Konsumsi herbal seledri fresh dalam jumlah lebih dari jumlah yang disarankan yakni lebih dari 200 g sekali minum bisa memunculkan penuruanan tekakanan darah secara tajam hingga mengakibatkan berlangsungnya terguncang.

Post a Comment for "Tangani Hipertensi dengan Tanaman Herbal Rosella dan Seledri"