Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Siaga penyakit hewan ternak pada musim hujan !!!

Siaga penyakit hewan ternak pada musim hujan !!!

Musim hujan sudah tiba, beberapa orang khususnya petani dan peternak mengucapkan syukur, karena kehadiran musim hujan membuat udara sejuk, stok air berlimpah, dan tumbuhan terhitung hijauan pakan ternak mulai berkembang tunas, bersemi dan berkembang. Pada musim hujan peternak tidak kesusahan pakan ternak, bahkan juga tersedianya pakan ternak berlimpah. Tetapi kedatangan musim hujan mengakibatkan peralihan situasi keadaan seperti udara dingin, becek, basah bahkan juga banjir. Peralihan lingkungan ini pasti memengaruhi keadaan kesehatan makhluk hidup tidak kecuali ternak. Secara umum keadaan ternak turun dan alami gempuran beberapa penyakit. Oleh karenanya, peternak perlu siaga serta lebih memerhatikan kesehatan ternaknya.

Masalah kesehatan pada ternak pada musim hujan diantaranya kedinginan, penyakit aliran pernapasan, cacingan dan kembung perut khususnya pada ternak ruminansia sapi dan kambing. Dari beberapa penyakit itu perut kembung atau bloat kerap menyebabkan kematian ternak.

Pengendalian penyakit ternak pada musim hujan

  • Mengusahakan supaya kandang selalu pada kondisi bersih, kering dan hangat agar ternak tidak kedinginan. Peternak harus pastikan kandang tidak bocor dan aliran air tidak mampet yang mengakibatkan berlangsungnya kubangan air. Jika dibutuhkan lantai kandang dialasi dengan jerami atau rumput kering untuk jaga kehangatan, dan dalam kandang terpasang lampu penghangat khususnya kandang untuk anak ayam dan anak babi.
  • Hijauan pakan ternak harus dilayukan lebih dulu saat sebelum dikasih ke ternak. Hijauan pakan ternak yang dipotong tidak langsung dikasih ke ternak. Hijauan yang diambil atau dipotong di sore hari seharusnya dikasih ke ternak saat pagi atau siang hari keesokannya dan hijauan yang dipotong di siang hari diberi pada sore atau pagi esok harinya. Pelayuan pakan bisa menahan cacingan dan perut kembung pada ternak.
  • Menghindar pemberian hijauan pada kondisi basah dan rumput atau hijauan muda ke ternak. Ini untuk menahan berlangsungnya perut kembung.
  • Bila ternak dipiara secara semi intens atau digembalakan, seharusnya ternak dikeluarkan dari kandang dan kembali masuk kandang di saat masih tetap ada cahaya matahari, atau keluarkan ternak pada pagi hari sesudah matahari keluar dan mengandangkan kembali pada sore hari saat sebelum matahari tenggelam. Ini untuk menahan gempuran cacing pada ternak.
  • Memberi pakan yang berkualitas dengan jumlah yang cukup dan memberi obat cacing secara periodik ke ternak.

Siaga penyakit hewan ternak pada musim hujan !!!

Ketahui Penyakit Hewan ternak dan Pengendaliannya

1. Penyakit Jembrana

Penyakit Jembrana disebabkan karena virus . Sapi yang diserang berusia lebih dari satu tahun dan yang paling banyak berusia 4-6 tahun ialah:

Tanda-tanda yang diakibatkan oleh penyakit jembrana ialah demam (temperatur tubuh sapi tinggi, sekitar di antara 39° C-41,5° C), bengkak luar biasa kelenjar limfe, erosi (beberapa luka) pada selaput lendir mulut, diare yang kerap bersatu darah dan umum terjadi sapi alami berkeringat darah.

Penyebaran penyakit jembrana dari sapi ke sapi yang lain diprediksi oleh serangga penyedot darah seperti lalat (lalat tapis) caplak dan nyamuk. Serangga-serangga itu sebagai serangga penyedot darah. Bila serangga menggigit dan mengisap darah sapi yang sakit.

Sapi yang diserang penyakit jembrana akan alami pengurangan selera makan, hingga perkembangannya pada umumnya terhitung peningkatan berat tubuhnya terhalang. Penyakit ini bahkan juga bisa mengakibatkan kematian sapi terutama bila telat pengatasannya. Disamping itu penyakit jembrana mengakibatkan tidak dibolehkannya pemasaran bibit sapi bali dari bali ke luar pulau, karena kekuatiran akan penebaran penyakit jembrana ke daerah yang bertambah luas di indonesia Kendala penjualan sapi bibit ini pasti menghalangi kenaikan harga sapi bali.

Pengendalian

Pengendalian penyakit pada umumnya dilaksanakan dengan penangkalan dan penyembuhan. Penangkalan dilaksanakan untuk hewan yang sehat supaya tidaklah sampai terjangkit penyakit, dan penyembuhan dilaksanakan untuk menyembuhkan hewan yang sakit agar selekasnya pulih dari penyakitnya dan tidak memunculkan rugi terlampau besar untuk peternak.Perlakuan penangkalan, yakni mengusahakan supaya virus tidak menebar, perlakuan itu mencakup:

  • Karantina. Memiara secara terpisah sapi yang baru tiba dari lingkungan lain ke lokasi peternakan untuk sekian hari, kemudian bila sapi baru itu rupanya sehat karena itu bisa dipiara bersama dengan sapi yang sudah berada di lokasi.
  • Isolasi. Mengandakan secara terpisah sapi yang sakit sampai sapi itu pulih.
  • Sanitasi. Bersihkan kandang dan lingkungannya tiap hari, spaya tidak ada sampah dan sampah menimbun disekitaran kandang, karena timbunan sampah dan sampah sebagai tempat persembunyian dan pembiakan serangga. Seharusnya sampah dan sampah selekasnya diolah jadi pupuk/kompos, karena proses pengomposan bisa memayikan telur dan larva serangga yang ada di dalamnya.
  • Spraying. Menyemprotkan kandang dengan anti serangga secara periodik sesuai ketentuan dan referensi dinas peternak.
  • Memiara sapi dengan baik, memberikannya cukup pakan dan sediakan kandang yang pantas agar badan sapi jadi kuat karena badan yang kuat segera dapat bertahan dan sanggup menantang penyakit/virus yangmenyerangnya.
  • Vaksinasi. Memberi vaksin jembrana sesuai ketentuan ke semua sapi yang sehat, agar pada tiap sapi tercipta kebal pada penyakit jembrana.
  • Seterusnya dilaksanakan perlakuan penyembuhan, yakni mengusahakan sapi yang sakit supaya selekasnya pulih, dengan memberi obat ke sapi. Ini dapat dilaksanakan oleh dokter hewan, agar sapi memperoleh obat yang pas dalam ukuran yang sesuai tingkat keparahan penyakit dan keadaan sapi.

2. Penyakit Bali Ziekte

Pemicu penyakit ini ialah toksin lantadine yang ada dalam tanaman lantana camara atau kerasi. Jika sapi makan tanaman ini akan alami keracunan dan menanggung derita bali ziekte. Tanda-tanda penyakit ini, salah satunya:

Badan sapi panas,

Selera makan turun bahkan lenyap benar-benar,

Gatal-gatal dan tidak tenang,

Kulit pada bagian badan yang mencolok dan ujung telinga kiri dan kanan atau simetris jadi kering seperti krupuk lalu terkelupas dan tinggalkan sisa cedera. Kondisi ini semakin lebih kronis jika sapi terjemur atau terkena panas matahari. Umum terjadi infeksi pada sisa cedera, hingga cederanya jadi koreng yang berarir bahkan juga bernanah.

Pada peristiwa yang kronis penyakit bali ziekte sulit sembuh, tapi pada kondisi di mana kandunganLantana camara yang dikonsumsi masih tetap sedikit karena itu peluang pulih bisa 70-90%.

Penangkalan

Langkah menahan dan tangani penyakit bali ziekte pada sapi ialah seperti berikut:

  • Jauhi sapi dari tanaman lantana camara, khususnya sapi pada kondisi lapar.
  • Waspadai Lantana camara bisa tumbuh subur di tempat kering pada musim kering di mana tanaman hijauan pakan ternak tidak sanggup tumbuh. Hingga sapi akan mengkonsumsinya.
  • Sapi yang memberikan tanda-tanda bali ziekte agar dihindarkan dari panas matahari, dikasih air minum dan pakan yang cukup. Baik jika sapi dikasih minum air kelapa.
  • Cedera yang muncul dibaluri minyak dan dijaga supaya tidak ada infeksi. Bila tidak mungkin lakukan pengatasan sendiri, selekasnya kontak Dokter Hewan praktik paling dekat.

Post a Comment for "Siaga penyakit hewan ternak pada musim hujan !!!"