Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Dropship Dan Resseler, Mana Bisnis Online Yang Lebih Menguntungkan?

Bisnis Online - kali ini kita akan berbisnis Online Shop membuka toko Online di Shopee, Lazada, Tokopedia atau marketplace lainnya. Disini kita akan membahas Perbedaan Dropship Dan Resseler, Mana Bisnis Online Yang Lebih Menguntungkan? banyak orang yang bertanya akan kedua bisnis tersebut, Resseler dan juga Dropship sama saja, sama - sama harus paham tentang Internet Marketing (Pemasaran Online).

Perbedaan Dropship Dan Resseler, Mana Bisnis Online Yang Lebih Menguntungkan?

Resseler kita harus mempunyai stock barang untuk mulai berjualan. Di awal harus membeli barang dengan jumblah besar dari supplier untuk di jadikan stock saat ada orderan dan barang langsung di kirim lewat gudang toko kita. Dengan membeli produk dengan jumblah besar sudah pasti akan mendapatkan potongan harga atau diskon dari supplier untuk selanjutnya kitalah yang akan mengolah harga agar bisa mendapatkan untung yang lumayan di toko.

Dropshiper menjual Produk tanpa memiliki Stock barang, bisnis yang ini memiliki tingkat resiko kerugian yang kecil bahkan tidak ada resiko rugi karna barang langsung dari supplier, jadi tidak ada kemungkinan jika barang akan menumpuk karna tidak laku. Tugas Dropshiper hanyalah menjualkan produk Supplier dengan memberikan harga yang lebih besar dari Supplier, jika harga barang dari supplaer 50 maka kita harus menjualnya dengan harga 70, nah selisih harga itulah yang akan kita ambil. Sangat mudah menjadi dropshiper temukan terlebih dahulu Supplier yang bisa di ajak kerja sama kemudian pilih produk yang akan kita pasarkan, setelah mendapatkan pesanan kita hanya menyampaikan kepada Supplier jika harus mengirimkan Produknya ke alamat konsument kita dengan nama pengirim Toko Online kita.

Tetapi kedua bisnis ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan, jika kita tidak bisa mengambil sisi positif dari kedua faktor ini dan trus konsisten memasarkan produk maka usaha tidak akan menghianati hasil. 

1. Produk

Untuk menjual barang yang pasti kita memerlukan produk terlebih dahulu, bagi kedua pembisnis ini memiliki perbedaan dalam stock produk untuk di jual. 

Resseler memiliki Stock barang di gudangnya karna memang dari Awal resseler membeli produk lebih banyak dari supplier untuk mendapatkan diskon yang cukup besar dan kemudian di jual kembali dengan harga normal.

Reseller dan dropship

Dropshiper tidak memiliki barang di gudangnya, dari awal tugas utama dropshiper hanyalah memasarkan barang saja tanpa harus punya produk dengan memberikan harga selisih untuk mendapatkan untung, dan disini jelas dropshiper akan memesan barang ke supplier untuk dikirimkan ke konsumennya jika ada pesanan saja.

2. Detail produk

Untuk menyakinkan konsument tentang Produk yang di jual kita harus mengetahui detail produk yang di miliki seperti kualitas, jumblah stock, bahan, garansi atau sebagainya. Akan menjadikan ranting yang jelek untuk toko jika saat ada orderan masuk barang tidak bisa dikirim dikarenakan stock yang habis atau barang rusak.

Resseler memegang kendali penuh dalam Detail Produk karna memiliki Stock barang di gudangnya jadi akan jelas jumblah, kualitas, bahan, garansi atau yang lainnya untuk dijelaskan ke konsument.

Dropshiper hal tersulit sebagai dropahiper adalah tentang kejelasan detail produk karna tidak memiliki Stock barang, seorang Dropshiper hanya memasarkan produk orang lain tanpa pernah memegang atau melihat barang tersebut secara langsung untuk kemudian di jual belikan di toko Onlinenya, jadi dropshiper harus mencari Supplier yang fast Respon untuk menjawab pertanyaan konsument tentang produk yang di jual.

3. Modal

Setiap kita akan memulai bisnis sudah di pastikan harus memiliki modal terlebih dahulu mulai dari skill ataupun money, tetapi hal utama yang di perlukan untuk menjalankan bisnis agar bisa berkembang lebih besar adalah Konsitensi untuk tetap belajar dan memperbaiki setiap kesalahan.

Resseler menjadi seorang resselerlah yang harus memiliki modal yang tidak sedikit karna di awal harus memiliki stock barang terlebih dahulu di gudang, otomatis modal yang di gunakan pun cukup banyak untuk membeli barang dengan jumblah besar.

Dropshiper menjadi seorang dropshiper hanya membutuhkan skill berjualan saja karna setiap ada pesanan di toko tugas dropshiper hanya membeli barang dari supplier dan kemudian memberikan alamat Konsument untuk di kirimkan barangnya, money yang di gunakan untuk memesan barang akan langsung kembali.

4. Pemasaran

Hal yang sangat berpengaruh dalam kesuksesan kedua bisnis online ini adalah pemasaran barang, seberapa besar kita dapat menjangkau audient tetapi harus tertarger agar jumblah pemesanan barang bisa cukup tinggi.

Resseler dapat menjual barang dari mana saja Toko Offline mau pun Toko Online karna barang sudah tersedia jadi bisa langsung di pamerkan sehingga dapat menjangkau Audient lebih luas untuk mendapatkan pelanggan.

Dropshiper hanya dapat menjangkau Audient secara Online karna tidak memiliki stock barang membuat sedikit lebih sulit untuk memasarkannya.

5. Waktu

Memiliki waktu yang lebih atau dapat mengatur waktu membuat kita selalu optimis untuk trus mengembangkan bisnis. Namun terkadang pekerjaan pokok membuat sulit untuk fokus dalam satu bidang, kita harus lebih pintar mengatur waktu agar bisnis akan trus berjalan.

Resseler jika ingin sukses di bisnis resseler kita harus memiliki cukup banyak waktu untuk memasarkan produk dari mana saja karna pemegang kedali penuh tentang produk ada di tangan kita dan juga agar lebih cepat mendapatkan hasil.

Dropshiper karna tugas utama hanya memasarkan barang dari supplaer tanpa memiliki stock barang jadi waktu yang di perlukan juga tidak harus seharian penuh, yang penting ada waktu untuk membalas Pesan dari konsument untuk menjawab pertanyaan dan memproses pesanan.

6. Kemudahan

Kedua bisnis ini memerlukan skill berjualan Online, karna jaman sekarang semuatransaksi di lakukan secara Online. Jika kita sudah mahir dalam berjualan online maka semua langkah pasti bisa di lewati dengan lebih mudah tetapi jika blom mengerti tentang Online Marketing juga akan sebaliknya.

Resseler kemudahan menjadi resseler memiliki detail produk yang jelas sehingga tidak akan bingung jika ada pertanyaan dari konsumen tetapi karna memiliki stock produk yang cukup banyak akan lebih baik jika membuka toko cukup banyak juga agar barang tidak menumpuk dan cepat di kirim ke konsument.

Dropshiper sangat mudah! hanya bermodalkan Laptop atau Komputer atau bahkan hanya dengan Smartphone bisnis akan tetap berjalan cuma duduk manis dan otak yang berkerja, kesulitan untuk detail produk karna tidak memiliki stock barang dan pengemasana rapi atau tidaknya semua komentar akan tertuju ke toko kita.

7. Keuntungan

Dalam setiap bisnis yang di cari pastilah keuntungan. Membangun toko dari awal hingga mendapatkan ranting yang bagus di marketplace membutuhkan waktu yang tidak sebentar, tujuan utama adalah mendapatkan hasil dari apa yang telah di bangun.

Resseler membeli barang dalam jumblah besar sudah di pastikan mendapatkan potongan harga besar juga, kemudian menjual kembali barang tersebut dengan harga satuan barang untuk mendapatkan untung yang berlipat - lipat. Seorang resseler akan mendapatkan hasil yang besar jika semua barang yang sudah di beli laku terjual.

Dropshiper karna hanya menjual barang dari supplaer, dropshiper tidak bisa mengambil ke untungan yang besar dari setiap produk yang di pasarkan, karna jika kita menjual dengan harga yang tinggi tingkat penjualan pasti akan berkurang konsument akan beralih ke toko dengan harga yang lebih murah.

8. Kerugian

Siapa sih dalam berbisnis yang mau rugi?

Setiap orang yang akan memulai bisnisnya pasti akan memperinci terlebih dahulu agar tidak salah saat mengambil langkah. Setiap bisnis tidak akan selalu ada di atas atau di bawah, pasti juga ada resiko kerugian yangdi dapatkan.

Resseler tidak jauh berbeda dengan ke untungan jika kita tidak berhasil menjual barang yang sudah di beli atau stock barang tidak laku sudah di pastiakan jika kerugian akan di dapatkan, jika terjual akan mendapatkan untung yang besar sebaliknya jika tidak terjual juga akan mendapatkan rugi yang cukup besar pula.

Dropshiper karna modal utama hanyalah sebuah skill dalam penjualan Online dan waktu untuk melayani setiap orderan yang masuk, kerugian yang cukup besar menjadi seorang dropshiper adalah waktu dan semua usaha yang tidak akan mendapatakan hasil. 

Itulah tadi pembahasan tentang _Perbedaan Dropship Dan Resseler, Mana Bisnis Online Yang Lebih Menguntungkan?_ jika di tanya mana yang lebih besar peruntungannya jawabannya adalah Resseler tapi Resiko kerugiannya juga cukup besar. Di awal melakukan investasi yang besar pasti juga akan mendapatkan hasil yang berlipat - lipat jika bisnis tersebut sukses.

Dropshiper bisnis online yang satu ini menjadi pilihan yang cukup banyak di masyrakat karna hanya dengan memasarkan barang orang lain tanpa harus mengeluarkan biaya sedikitpun bisnis akan terus berjalan dan jika ada pesanan otomatis kita sudah bisa mendapatkan untung walaupun dalam jumblah yang tidak besar.

Untuk bisa mendapatkan lebih banyak orderan kita bisa memanfaatkan iklan dari facebook ads atau google adword untuk menjangkau audient lebih luas dan juga tertarget, tetapi harus mengeluarkan biaya iklan agar produk kita bisa tampil. 

Untuk kalian yang memiliki modal sedikit bisa mencoba bisnis Dropship terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil dan kemudian barulah membuka toko offline untuk beralih menjadi Resseler dengan memasarkan Produk Offline maupun Online. Konsisten trus mengembangkan bisnis agar bisa sukses.


Selamat Mencoba

sarlim saragih
sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

Post a Comment for "Perbedaan Dropship Dan Resseler, Mana Bisnis Online Yang Lebih Menguntungkan?"