Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cerita Sapi FH di Pulau Sumatera

Frisiean Holstein (FH)

Sapi dengan belang hitam putih ini adalah salah satu sapi unggul dibidang sapi perah. Satu ekor Sapi Frisiean Holstein bisa menghasilkan produksi susu segar Sampai 45 liter. Hal ini menjadikan sapi Frisiean Holstein menjadi yang terbaik untuk jenis sapi perah. 
Cerita sapi FH di Sumatera Utara
Warna sapi FH yang Bercorak hitam putih sangat cantik di lihat, sehingga untuk beberapa iklan komersial produk susu selalu sapi FH yang dibuat jadi modelnya. 

Sapi Frisiean Holstein betina dapat mencapai bobot 600-750 kg bobot hidup dewasa, sedangkan untuk jantan bobot hidup dapat mencapai 1 ton sapi dewasa.

Dari gambaran di atas, dapat di simpulkan bahwa produk utama dari sapi Frisiean Holstein menang susu segar dari sapi betinanya. Akan tetapi sapi FH jantan untuk dijadikan pedaging juga masih sangat menjanjikan, karena bobotnya bisa mencapai 1 ton. Walaupun memang kualitas karkas kalah dengan jenis sapi pedaging seperti sapi Bali, Ongole,Limosin,Simental Dan jenis sapi pedaging lainnya. 

Dilansir dari YouTube sapi bagus, di pulau Jawa harga daging sapi Frisiean Holstein jika timbang hidup hanya Rp. 40.000/kg. Berbeda dengan harga sapi pedaging. Akan tetapi jika dapat mencapai bobot 1 ton, harga satu ekor sapi Frisiean Holstein jantan mencapai Rp.40.000.000.

Sapi Frisiean Holstein di Pulau Sumatera

Sapi Frisiean Holstein memang masih baru muncul di pulau Sumatera dengan populasi yang besar. Dengan munculnya perusahaan sapi perah yaitu PT. USDF, sebelumnya memang sudah ada peternakan sapi perah di Padang mangatas dan di Berastagi Sumatera Utara, tetapi Jumlah populasinya masih kecil.

Dengan munculnya perusahaan sapi perah yang begitu besar populasinya, mau tidak mau masyarakat peternak di Sumatera Utara, Aceh, Pekanbaru dan wilayah lainnya yang masih terjangkau dari lokasi perusahaan akan ikut memelihara pedet jantan dari perusahaan tersebut. Karena anak jantan dari peternakan sapi perah pasti akan di jual sama halnya dengan yang sudah terjadi di pulau Jawa yaitu PT. Greenfields dan PT. ULTRAJAYA.


Sebenarnya situasi ini sangat menguntungkan bagi sahabat peternak di Sumatera, karena selama ini sapi yang di pelihara oleh peternak masih mayoritas sapi lokal yang notabene pertumbuhan sangat lambat. Sebagian dari peternak di Sumatera Utara memang sudah mulai beralih kepada jenis sapi pedaging super seperti simental dan Limosin. Akan tetapi harga pedet yang begitu mahal tidak terjangkau semua kalangan peternak sehingga masih sekitar 10-20 % dari populasi yang ada di Sumatera Utara. 

Sedangkan harga untuk pedet sapi FH masih lebih terjangkau oleh masyarakat peternak, walaupun memang harganya masih di atas sapi lokal. Hal ini admin rasa wajar karena memang perbedaan kualitas genetika yang sangat jauh.

Mari Beternak Sapi Frisiean Holstein

Pada kesempatan kali ini, admin mengajak seluruh peternak di Sumatera Utara dan sekitarnya seperti Pekanbaru,Aceh dan Padang untuk melirik prospek ini. Karena jika bukan anda atau saya pribadi pasti tetap ada yang akan menjalankan peternakan sapi FH jantan ini. Nah daripada orang lain yang duluan menjalankan pastinya lebih baik anda dong yang duluan memulainya. 

Sekalian saya ingin memperkenalkan kepada sahabat peternak di Sumatera Utara CV. Icow Karkas Perkasa yang menjadi rekanan dari PT USDF untuk penjualan pedet jantan dari perusahaan. 

Untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas masalah harga dan cara perawatan boleh langsung komunikasi kepada marketing kami di no wa 081370988427 (Sarlim Saragih).

Semoga informasi dari artikel ini bermanfaat bagi sahabat peternak di Sumatera Utara. 

Salam



sarlim saragih
sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

Post a Comment for "Cerita Sapi FH di Pulau Sumatera"