Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kendala Peternak Sapi Di Sumatera Untuk Menjalankan Peternakan Sapi Secara Intensif

Kendala Peternak Sapi Di Sumatera Untuk Menjalankan Peternakan Sapi Secara Intensif 

Kendala Peternak Sapi Di Sumatera Untuk Menjalankan Peternakan Sapi Secara Intensif - Sangat kompleks sebenarnya mulai dari penyediaan Pakan, Susu Skim Dan obat obatan. 

Sistem peternakan sapi di Sumatera bisa di bilang 90% diumbar atau Angon. Seperti yang sudah admin bahas di artikel lain tentang perbedaan peternak Jawa dengan Sumatera. Lahan yang luas untuk tempat Angon adalah salah satu alasan sistem peternakan di Sumatera demikian. 

Peternak di Sumatera sebenarnya sudah banyak yang sadar akan kualitas peternakan yang baik dengan sistem intensif. Intensif maksdunya disini adalah peternakan sistem kandang yang semua kebutuhan ternak tersebut dipenuhi oleh peternak, mulai dari ketersediaan pakan, minum, obat-obatan dan yang lainnya. 
Kendala Peternak Sapi Di Sumatera Untuk Menjalankan Peternakan Sapi Secara Intensif

Lalu apa kendala yang dihadapi oleh peternak Sumatera untuk menjalankan sistem intensif tersebut?

Untuk mendapatkan hasil dengan sistem intensif, tentunya harus memperhatikan segitiga peternakan yaitu Pakan, Bibit dan Manajemen. Disini sebenarnya letak masalah yang dihadapi oleh peternak Sumatera, untuk memenuhi kebutuhan tersebut diatas peternak Sumatera membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kenapa demikian ?


Mari kita bahas satu-persatu kendala peternak Sumatera untuk menjalankan Peternakan sapi secara sistem intensif

1. Pengadaan Pakan Dan Bahan Pakan

Seperti yang admin alami dalam menjalankan usaha peternakan pedet FH, yang menggunakan pakan konsentrat yang berkualitas yaitu dengan kadar protein min 18-20%. Dengan kualitas demikian tidak ada tersedia di Sumatera, bahkan dari pabrik pakan ternak yang ada di Sumatera. 

Sampai saat ini produk untuk pakan konsentrat sapi hanya untuk sapi dewasa, dengan kadar protein maksimal 15%. Hal ini disebabkan karena masalah sistem yang dijalankan di Sumatera masih sistem umbar atau Angon. Sehingga produsen pakan belum fokus untuk pembuatan pakan yang bagus untuk peternakan sapi berhubungan dengan daya jual di pasaran masih rendah.

Berdeda dengan Jawa, yang sudah menjalankan usaha peternakan dengan sistem intensif. Sehingga produsen pakan mulai dari skala rumahan sampai pabrikan sudah banyak berdiri di pulau Jawa. Sangat membantu tentunya untuk peternak dengan adanya produk pakan berkualitas yang mudah di dapatkan. 

Sebenarnya untuk peternak Sumatera bisa mendapatkan pakan berkualitas ini dengan cara melakukan pembelian dari pulau Jawa. Tetapi kendalanya sudah cost yang digunakan lebih besar. Karena biaya pengiriman paling murah Rp. 2000/kg agar pakan tersebut sampai di Sumatera. Sementara harga pakan hanya di angka Rp 5000/ kg, ongkir nya lebih dari 30%. Itulah kenapa masalah ini admin sebutkan menjadi salah satu kendala. 

Begitupun dengan bahan pakan untuk pembuatan pakan, seperti bungkil kedelai yang susah didapatkan di Sumatera. Sementara untuk pembuatan pakan ternak sapi bungkil kedelai adalah sumber protein utama. 

Lalu bagaimana cara mengatasi kendala ini?

Menurut admin cara satu-satunya adalah dengan bekerja sama dengan peternak lain agar biaya pengiriman lebih murah. Sehingga peternak Sumatera dapat menikmati produk pakan yang bagus dengan harga yang relatif murah. Dengan demikian perlunya komunitas dan komunikasi antara peternak sapi di Sumatera. 

2. Obat-obatan dan Vitamin

Sama seperti pakan dan bahan pakan yang sangat sulit didapatkan di Sumatera, memaksa pemesanan dilakukan dari Jawa dimana harus menyisihkan sedikit tambahan cost untuk ongkos kirim.

3. Pola pikir

Peternakan sapi secara intensif membutuhkan kesiapan dari segi manajemen dan waktu tentunya. Karena kebutuhan ternak sapi anda dipenuhi oleh peternak itu sendiri. 

Nah, kendalanya adalah peternak sapi di Sumatera masih menganggap dengan kuantitas bisa meraup untung yang maksimal juga, padahal sebenarnya dari kualitas yang baik walaupun ternak sedikit akan menghasilkan untung yang banyak juga. Jadi siapkan mental dan ubah pola pikir agar tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas. 

Seperti contoh admin sebutkan saja usaha yang sedang dilakukan yaitu pemeliharaan pedet untuk dijual bibit.

Dengan luas lahan 12 m x 46 m bisa menampung hingga 90 ekor pedet. Dengan modal Rp. 4,1 jt untuk bibit dan di tambah biaya perawatan dan konsentrat Rp. 700.000 selama 3 bulan bisa mendapatkan untung Rp. 1.700.000/ ekor. Dengan total biaya Rp. 4.800.000/ ekor bisa jual di harga Rp. 6.500.000/ ekor. 

Untung yang sedemikian besar mungkin bisa didapatkan peternak selama setahun untuk sapi lokal. Atau paling cepat bisa didapatkan dengan pemeliharaan 8 bulan sapi lokal. 

Itulah beberapa kendala yang ada di Sumatera untuk menjalankan Peternakan sapi dengan sistem Intensif. 

Semoga dengan artikel ini bisa mengubah pola pikir kita peternak Sumatera. Prospek peternakan sapi ini sangat luar biasa lho, dengan sistem umbar saja masih bisa untung, apalagi sistem intensif. 

Mari sama sama membangun peternakan sapi di Sumatera, jangan mau kalah Dengan peternak Sapi di Pulau Jawa, karena kita punya lahan yang jauh lebih luas dibandingkan mereka. 

Salam






sarlim saragih
sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

Post a Comment for "Kendala Peternak Sapi Di Sumatera Untuk Menjalankan Peternakan Sapi Secara Intensif "