Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Peternak Sapi Pulau Jawa dengan Sumatera

Perbedaan  Peternak Sapi Pulau Jawa dengan Sumatera

Perbedaan Peternak Sapi Pulau Jawa dengan Sumatera- Sangat kontras sekali mulai dari kualitas bibit, pakan dan Manajemen.

Seperti diketahui dan sering admin sampaikan diartikel sebelumnya, kunci sukses peternakan selalu mengacu kepada segitiga peternakan, dimana ketiga poin diatas adalah ke 3 pilar segitiga peternakan tersebut. 

Tujuan admin berbagi informasi tentang perbedaan antara peternak sapi pulau Jawa dengan Sumatera ini bukan hanya ingin membandingkan, akan tetapi lebih kepada pemicu semangat perubahan untuk peternak sapi Sumatera agar lebih maju dan berkualitas. Sehingga dengan begitu penghasilan juga akan semakin meningkat. 

Faktor Perbedaan 

Perbedaan Peternak Sapi Pulau Jawa Dengan Sumatera dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Lahan, Sumber Rumput atau serat, dan sumber pakan konsentrat. 

Faktor tersebut kemudian menjadikan peternak di Jawa menjadi lebih kreatif dengan merubah manajemen, memperbaiki bibit dan tentunya menciptakan pakan pembantu yang berkualitas. 

Perbedaan Peternak Sapi Pulau Jawa dengan Sumatera

Berikut mari kita kupas satu persatu yang perbedaan yang penting untuk di bahas :

1. Sumber Serat atau Rumput.

Sember serat sebagai kebutuhan utama sapi, di pulau Jawa sangat sulit untuk di cari. Terlebih untuk mencari rumput disana bisa dikatakan sulit. Sehingga yang digunakan untuk pakan ternak sapi di pulau Jawa kebanyakan bersumber dari limbah pertanian seperti jerami padi, jerami jagung,jerami kacang tanah dan lain lain. Sementara untuk menanam rumput hanya di lakukan beberapa peternak mungkin di kisaran 30 % dari seluruh Peternak sapi. Hal ini disebabkan karena lahan yang sangat sempit. 

Lalu apa yang di lakukan Peternak sapi di Jawa untuk mengatasi masalah ini? 

Peternak sapi di pulau Jawa melakukan inovasi dengan membuat konsentrat sebagai pakan tambahan, dan meningkatkan kualitas rumput atau jerami dengan Fermentasi

Sementara untuk pulau Sumatera, Rumput melimpah. Dengan adanya perkebunan sawit dan pertanian lain. Selain itu juga lahan di Sumatera sangatlah luas. Jika dibutuhkan untuk penanaman rumput pastinya sangat mendukung. Akan tetapi ini admin lihat justru menjadi kelemahan peternak sapi Sumatera. 

Kenapa demikian? 

Dengan rumput yang melimpah justru peternak sapi di Sumatera hanya berfokus untuk mengandalkan rumput sebagai satu satunya sumber pakan ternak sapi nya. Sehingga pertumbuhan pasti lebih lambat di bandingkan dengan peternak di pulau Jawa walupun dengan jenis sapi yang sama.

Lalu apa langkah yang harus di lakukan?

Saran dari admin agar kualitas peternakan di Sumatera ini lebih baik, gunakanlah pakan tambahan atau penguat. Karena itu akan mempengaruhi proses pertumbuhan ternak sapi sahabat semuanya. 

2. Sistem pemeliharaan

Kembali lagi pada lahan yang sempit tadi, sehingga peternak sapi di pulau Jawa melakukan pemeliharaan dengan sistem kandang. Karena tidak memungkinkan untuk diangon atau diumbar.

Dengan demikian, untuk meningkatkan hasil yang lebih besar peternak di pulau Jawa mensiasati dengan meningkatkan kualitas bibit yang digunakan. Dengan bibit yang berkualitas hanya dengan memelihara beberapa ternak sapi saja sudah bisa mendapatkan hasil yang lumayan besar, sehingga dengan jumlah yang sedikit juga tidak butuh kandang dan lahan yang luas.

Sehingga pada saat ini jumlah sapi lokal jenis PO dengan kualitas rendah sudah sangat jarang ditemui di pulau Jawa. Bibit atau bakalan yang digunakan saat ini kebanyakan sapi dengan kualitas baik seperti jenis Limosin, simental, Brahman dan FH.

Sementara untuk peternak sapi di Sumatera, menurut admin 90 % masih melakukan sistem umbar atau angon. Memang dari beberapa peternak sapi di Sumatera tersebut memiliki kandang juga hanya saja itu hanya digunakan untuk tempat istirahat sapi pada saat sapi di masukkan kembali di sore hari. 

Namun demikian masih banyak peternak sapi di Sumatera yang membiarkan sapinya tetap berada di tempat umbar tadi, seperti kebun sawit contohnya. 

Lahan yang luas di Sumatera dengan keadaan begini sebenarnya malah menjadi kelemahan kita jika dibandingkan dengan peternak sapi di pulau Jawa. 

Lalu apa yang harus di lakukan?

Dengan lahan yang luas harusnya, kita peternak Sumatera lebih unggul dengan peternak di pulau Jawa. 

Tentunya mengikuti langkah peternak sapi di pulau Jawa dengan pemeliharaan sapi dengan sistem kandang atau intensif. Banyak lho keuntungan sistem ini, mulai dari kontrol yang lebih mudah, penanganan penyakit dan melihat perkembangan sapi. Sehingga selalu bisa di evaluasi untuk pengembangan usaha ternak sapi kita. 

Selanjutnya marilah meningkatkan kualitas peternak sapi kita dengan memelihara bibit unggul. Dengan demikian sahabat peternak di Sumatera tidak harus memiliki jumlah yang banyak, karena dengan perkembangan yang baik dari sapi super bisa menghasilkan untung yang sebanding dengan 2-3 ekor sapi lokal. Coba deh anda buktikan !!

3. Tujuan Beternak Sapi

Yang dimaksud dengan tujuan beternak sapi disini berhubungan dengan penghasilan peternak sapi. Peternak sapi di pulau Jawa memang memiliki ternak sapi sebagai usaha utama. Sehingga bisa dipastikan semua kesungguhan akan dilakukan oleh peternak sapi disana. Karena jika tidak ada hasil atau hasilnya kurang memuaskan maka peternak akan kesulitan dalam  keuangan pastinya. 

Sementara di pulau Sumatera yang notabene petani sawit atau masyarakat di sekitar petani sawit melakukan usaha peternak sapi. Bisa di bilang lebih dari 50% peternak sapi di Sumatera menganggap bahwa usaha sapi ini hanya usaha sampingan. Itulah juga penyebabnya sehingga ternak hanya di Umbar atau di angon di kebun sawit milik mereka atau di kebun sawit milik orang lain.

Itulah beberapa perbedaan peternak sapi Pulau Jawa dengan Sumatera. Semoga dengan adanya pembahasan perbedaan ini menjadi motivasi bagi kita peternak sapi Sumatera, agar hasil kita semakin maksimal.

Catatan: Sebagian dari peternak sapi di Sumatera juga sudah melakukan manajemen yang baik dalam beternak sapi secara intensif. Akan tetapi masih lebih besar persentase peternak yang masih belum melakukannya. 

Ide kreatif atau evaluasi usaha kadang kala terjadi karena keadaan situasi yang memaksa itulah yang dilakukan oleh peternak sapi di pulau Jawa, yang menjadikan hasil lebih maksimal.

Akhir kata admin mengajak semua sahabat peternak sapi di Sumatera mari berbenah di manajemen peternakan sapi, sedangkan mereka peternak pulau Jawa yang notabene kesulitan di beberapa hal bisa berhasil apalagi kita yang memiliki sumber daya yang berlimpah. 















 
sarlim saragih
sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

2 comments for "Perbedaan Peternak Sapi Pulau Jawa dengan Sumatera"

  1. Saran bang Artikel selanjutnya bikin keterangan tentang Kambing..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap.. nanti akan dibuatkan ya tentang domba kambing ( doka)

      Delete