Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Tepat Memilih Bahan Pakan Penguat Untuk Ternak

Cara Tepat Memilih Bahan Pakan Penguat Untuk Ternak Ruminansia 

Cara Tepat Memilih Bahan Pakan Penguat Untuk Ternak, dengan memperhatikan kandungan nutrisi dan harga. Terkadang masih banyak dari peternak ruminansia yang terlalu salah memilih bahan yang digunakan untuk pakan penguat atau sering disebut dengan konsentrat. Niatnya sih mau hemat tetapi hasilnya malah lebih mahal. 

Sementara dari segi nutrisi juga sering kali tidak di perhatikan. Niatnya mau menambah protein kasar (PK), eh  nyatanya malah mengurangi. 
Cara Tepat Memilih Bahan Pakan Penguat Untuk Ternak

Berikut Diatei akan bahas satu persatu faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan penguat

1. Harga Dan Kualitas 

Pastinya dari semua peternak menginginkan harga pakan dengan harga yang murah tetapi kualitas bagus. Hal ini sebenarnya tidak akan terjadi karena pakan dengan kualitas bagus tentunya diikuti dengan harga yang mahal. 

Nah, jika peternak memikirkan untuk menciptakan protein tinggi, ya harusnya membeli bahan yang memiliki nilai protein yang tinggi seperti bungkil kedelai contohnya. Harganya memang mahal tetapi kualitas nya bagus dengan kadar PK nya mencapai 44%. 

Akan tetapi kesalahan yang sering terjadi adalah ketika peternak mau berhemat dengan membeli ampas tahu, dengan kadar protein 17-20 %. 

Sekarang mari sahabat peternak coba hitung, harga bungkil kedelai mencapai Rp.7500/ kg. Sedangkan ampas tahu kisaran Rp. 35.000/ karung. Sekilas terlihat sangat jauh lebih mahal bungkil kedelai. Tetapi jika dikeringkan dalam satu karung bungkil kedelai hanya menjadi 5-7 kg. Sehingga jika dikonversi harganya per Kg kering ampas tahu juga mencapai Rp.7000, dengan kandungan protein kasar hanya setengah dari bungkil kedelai. Setelah mengetahui ini, lebih milih mana bungkil kedelai atau ampas tahu.

Begitupun dengan ampas ubi, limbah pengolahan tepung tapioka. Kandungan nutrisi sangatlah rendah. Sedangkan ubi kayu saja kandungan protein kasar 1.4-2 %, bagaimana dengan ampasnya. 

Hal tersebut diatas adalah salah satu yang harus diperhatikan  antara harga dan kualitas. Jangan sampai ingin berhemat malah jadi makin boros karena tidak sesuai dengan kualitas.

2. Ketersediaan Di lokasi peternakan

Cara tepat memilih bahan pakan penguat untuk ternak ruminansia selanjutnya adalah ketersediaan bahan tersebut di lokasi anda.
Hal ini akan berpengaruh banyak terhadap harga nantinya. Contohnya jika dalam satu bahan pakan saja membutuhkan biaya ongkos kirim sampai dengan Rp. 500/ kg itu sudah pasti akan terjadi pembengkakan operasional. 

Intinya, pilihlah bahan yang berada di lingkungan anda saja. Jangan memaksakan harus mendatangkan bahan pakan dari luar dengan biaya yang lebih mahal.

3. Mengetahui Kebutuhan Nutrisi Ternak

Kebutuhan ternak akan nutrisi dibedakan berdasarkan umur. Sebenarnya tidak hanya pada ternak untuk manusia sendiri juga akan berbeda kebutuhan nutrisi di setiap umurnya. 

Sebagai contoh agar lebih mudah di pahami, susu bayi harganya bisa mencapai Rp. 300.000/kg. Hal ini disebabkan kandungan protein yang sangat tinggi dibutuhkan untuk masa pertumbuhan. Jika susu mahal ini diberikan untuk orang dewasa, fungsi nya tidak ada lagi, karena sudah tidak masa pertumbuhan lagi. 

Begitupun dengan ternak, jangan sampai biaya pakan anda bengkak, tetapi target pertumbuhan tidak tercapai. 

Pelajari kebutuhan ternak anda di setiap umur butuh kandungan apa saja yang harus
Ada didalam pakan penguat ternak anda.

4. Hitung Kelayakan Harga Pakan

Maksud admin disini sebenarnya mencoba menghitung harga berdasarkan kandungan nutrisi seperti Protein kasar dalam satu bahan pakan agar lebih mudah untuk memilih, bahan apak yang akan digunakan.

Seperti kandungan protein kasar dalam bahan pakan, harga ideal untuk per 1% protein dalam bahan pakan adalah Rp. 200.
Nah, jika protein kasar dalam bekatul adalah 12%, maka harga idealnya adalah Rp. 2400/kg. Sedangkan harga di pasaran adalah Rp. 3200/ kg. Bahan ini termasuk mahal jika dijadikan sebagai sumber protein.

Contoh lain seperti bungkil kedelai harganya Rp. 7500/ kg. Sedangkan kandungan protein kasar 44%.  Jika dikalikan harga idelanya adalah Rp. 8800/kg, sehingga bungkil kedelai sebenarnya masih tergolong murah. 

Yang admin jelaskan di atas hanya contoh saja agar sahabat lebih cepat memahami bagaimana membuat formula pakan, dan memilih bahan apa saja yang digunakan sehingga kebutuhan tercukupi harganya juga terjangkau.

Kesimpulan : memilih bahan pakan tidak selalu berdasarkan harga yang murah, tetapi coba diperhitungkan juga kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. 








sarlim saragih
sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

Post a Comment for "Cara Tepat Memilih Bahan Pakan Penguat Untuk Ternak"