iklan

Kunci Sukses Kelompok Tani Mengelola Dana Pemerintah



Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/SM.050/12/2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani, maka pembinaan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha bidang pertanian dilaksanakan dalam wadah kelembagaan kelompok tani. 

Menurut peraturan tersebut, yang harus diperhatikan dalam pembentukan kelompoktani adalah kesamaan kepentingan, sumber daya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai dan keserasian hubungan antar anggota untuk kelestarian kehidupan berkelompok, sehingga setiap anggota merasa memiliki dan menikmati manfaat dari setiap kegiatan. 

Nah, sampai saat ini sudah banyak kelompok tani di Indonesia, karena memang negara ini mayoritas petani. Bahkan sudah banyak juga Gapoktan yaitu gabungan dari beberapa kelompok tani.

Selama ini dengan adanya kelompok tani sering kali mendapat bantuan dari pemerintah seperti bibit, mesin pertanian, bahkan modal usaha.

Akan tetapi untuk mesin pertanian mungkin bisa digunakan secara bergantian oleh anggota kelompok. Begit juga dengan bibit tanaman pastinya juga langsung di bagikan ke setiap anggota.

Nah, yang masih sering gagal di lapangan adalah tentang pemberian modal berupa dana segar dari pemerintah. Tentunya dengan proposal yang bagus dan bimbingan dari penyuluh pertanian maka dana itu bisa di keluarkan oleh pemerintah melalui dinas terkait. 

Akan tetapi sering kali setelah dana itu ada, proses perjalanan usaha kelompok tani tersebut gagal. Penyebab kegagalan bermacam-macam, termasuk tidak konsistennya Anggota kelompok dalam menjalankan usaha tersebut. 

Lalu bagaimana agar kelompok tani ini bisa sukses?? 

Berikut beberapa tips dari diatei untuk menjalankan usaha kelompok Tani :

  • Selektif dalam memilih anggota. Pilihlah anggota yang menurut sahabat dengan kelompok tani ini ada manfaat secara langsung dengan calon anggota tersebut. Dengan demikian biasanya anggota tersebut akan lebih aktif serta memberikan kontribusi besar.
  • Pembetukan struktur. Menyatukan persepsi adalah hal yang sangat sulit sehingga kelompok tani harus memiliki pemimpin yang tangguh dan berkompeten, yang nantinya akan mengambil keputusan yang tepat.
  • Setiap anggota harus mengikuti keputusan ketua kelompok. Oleh karena itu harus memilih ketua atau pemimpin yang berkompeten.
  • Anggota aktif. Setelah kelompok tani terbentuk dan terdaftar, akan lebih mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah. Untuk menjalankan usaha yang di bentuk kelompok tani, tentunya setiap anggota harus berperan karena usaha tersebut milik bersama. 
  • Fokus. Nah, yang seringkali terjadi adalah tidak adanya fokus di dalam usaha yang di dijalankan. Hal ini biasanya terjadi karena skala usahanya masih terlalu kecil dengan jumlah anggota 20 orang. Sehingga pasti belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dari Anggota kelompok. Oleh karenanya anggota pastinya akan mencari penghasilan lain dengan menjalan usahanya sendiri. 
  • Ikuti arahan penyuluh pertanian. Setiap dana yang diberikan pemerintah kepada kelompok tani pasti akan didampingi oleh penyuluh pertanian. Jadikan penyuluh tersebut sebagai mentor, serta tempat berdiskusi jika ada masalah. 
  • Komitmen. Kembali lagi kepada Anggota kelompok, agar semuanya bisa komitmen dengan bekerja sama. Agar nantinya bisa berhasil dalam usaha tersebut. Masalah yang sering terjadi adalah ditengah berjalannya usaha, beberapa anggota kelompok sudah keluar dari grup atau tidak aktif dalam semua kegiatan. Sehingga muncul perpecahan dalam kelompok.

Kesimpulan:  

Setiap usaha yang dijalankan oleh kelompok tani dengan kebersamaan, pasti akan sukses. 

sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

0 Response to "Kunci Sukses Kelompok Tani Mengelola Dana Pemerintah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel