iklan

Kesalahan Yang Harus Dihindari Peternak Sapi Pemula

Kesalahan peternak pemula



Kesalahan yang harus dihindari peternak sapi pemula agar hasil bisa seperti yang di harapkan.

Sapi adalah jenis ternak rumunansia yang notabene hanya membutuhkan rumput dalam proses pembesaran nya. Hanya saja dengan demikian terkadang muncul sepele karena murahnya biaya perawatan tersebut. 

Berbeda dengan ternak lain biaya yang paling besar dalam peternak sapi adalah penyediaan bibit. 

Nah di bawah ini akan diatei bahas tentang kesalahan kesalahan tersebut agar usaha ternak sapi anda berkembang.

1. Kesalahan Menentukan Fokus

Peternak pemula untuk sapi ini berasal dari berbagai kalangan, baik dari anak muda sampai pensiunan PNS atau militer ingin menghabiskan masa tuanya dengan beternak sapi.

Nah hal  ini  yang membuat banyak kasus  terjadi di dalam menentukan fokus ini.  

Apa yang di maksud dengan menentukan Fokus?? 

Terkadang peternak pemula ingin menjalankan semua produk usaha peternakan sapi seperti Breeding, Susu, penggemukan bahkan sampai ingin jual daging.

Bahkan peternak ini tadi pengen buka cafe sendiri dari proses pengolahan susu, juga pengen buat pabrik pakan sendiri. 

Nah hal seperti inilah yang membuat peternak pemula tidak menentukan fokus nya yang menyebabkan usaha tidak berjalan dengan baik. 

Perlu sahabat diatei ketahui bahwa dari semua aspek peternakan sapi di atas butuh manajemen berbeda, sarana yang berbeda bahkan, Infrastruktur yang berbeda yang tidak bisa digabungkan pada prosesnya.
 Calon peternak harus memilih yang mana duluan yang akan dijalankan.

Lalu ketika sudah berjalan dan menghasilkan profit bagi anda, silahkan rencanakan atau perluas usaha anda di bidang yang lain (jika memungkinkan). 
Seperti contoh, anda menjalankan penggemukan dahulu, setelah berjalan dengan baik yang paling cocok untuk di gandengkan lagi adalah Breeding. Selanjutnya bisa menjalankan peternakan susu. 

Akan tetapi tetap pada fokusnya ya, setelah satu bidang peternakan tadi berjalan baru bisa di lanjutkan dengan usaha sapi yang lain nya.

2. Terlalu Optimis Terhadap Target

Optimis memang harus di miliki di setiap usaha, akan tetapi yang menjadi kedala karena terlalu optimis.

Jika sumber belajar dari orang yang tepat mungkin tidak masalah. Terkadang sumber informasi yang didapatkan tidak valid seperti ADG yang bisa mencapai di atas 1 kg, Bahkan ada yang mengatakan 2 kg.

Karena sebenarnya boleh saja anda optimis terhadap hal tersebut tetapi ada PR yang sangat besar untuk anda yaitu mencari bagaimana caranya agar dapat menghasilkan demikian.

Jangan sampai informasi yang hanya di tangkap adalah hasil tetapi prosesnya tidak di cari informasi. Sehingga jika demikian yang terjadi adalah kegagalan atau hasil yang tidak seperti yang di harapkan. 

Lalu apa hubungannya dengan kegagalan?

Biasanya jika hasil yang di harapkan tidak sesuai, Terkadang peternak menjadi prustasi, sehingga di tahun berikutnya menjadi malas untuk melanjutkan. 

3. Gagal Mengalokasikan Dana atau Modal

Seperti yang sudah di bahas tadi di pembukaan, modal paling besar untuk ternak ruminansia adalah penyediaan bakalan. 

Akan tetapi kadang peternak pemula salah mengalokasikan dana dengan membangun kandang yang mewah atau bahkan super mewah sehingga modal untuk membeli bakalan atau bibit sudah tidak cukup. 

Baca juga : 

Anak Sapi Jantan (Pedet) Dari Peternakan Sapi Perah || Harga Terjangkau Kualitas Super


Masalah lain adalah ketika sapi sudah di kandang dengan tetapi pada masa pemeliharaan tidak cukup modal untuk kebutuhan pakan. 

Sudah pasti menjadi masalah besar tentunya.

Sehingga peternak pemula harus membuat perincian terlebih dahulu sebelum memulai usahanya, agar semuanya terencana dan dijalankan dengan baik.

4. Bekerja Individu

Peternak biasanya menjalankan semua usahanya secara individual atau sendiri sendiri. 

Padahal jika dibuat seperti kelompok atau kerja sama akan lebih hemat biayanya.

Contoh dengan memelihara 10 ekor sapi membutuhkan pekerja 1 orang, sementara untuk mengerjakan 30 ekor sapi cukup 2 pekerja. Pastinya akan lebih hemat.

Selanjutnya di dalam penyediaan bahan seperti pakan atau bibit. Dengan bergabung dengan peternak lain sudah pasti biaya tersebut lebih ringan karena pembelian bahan pakan atau bibit tadi akan menjadi ringan dengan pembelian partai besar.

5. Tidak Punya Mentor

Memiliki mentor dalam peternakan adalah keharusan.  Sehingga jika terjadi masalah bisa konsultasi dengan mentor tersebut.

Mentor disini tidak harus selalu dokter hewan atau bagian kesehatan hewan. Tetapi bisa juga peternak lain yang sudah menjalankan usaha ini sejak lama. Karena pastinya mereka sudah memiliki pengalaman lebih dari anda sebagai pemula.

Apalagi pada jaman sekarang ini sudah jaman media online anda dapat bergabung di grup peternak sapi dimana pengisi grup peternakan biasanya dari berbagai kalangan mulai dari peternak, Dokter hewan maupun bakul ternak. 

Sehingga dengan demikian anda akan dimudahkan dalam menyelesaikan masalah baik dalam pemeliharaan atau pada saat penjualan. 

Catatan: 
Sebelum memulai beternak sapi, anda sebagi pemula harus cermati masalah masalah yang sudah pernah di alami oleh peternak sebelumnya sehingga dapat anda jadikan sebagai media belajar. 

Salam satu hobby



sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

0 Response to "Kesalahan Yang Harus Dihindari Peternak Sapi Pemula"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel