iklan

Peternakan Ayam Kampung

 Ayam kampung adalah jenis ayam Buras dengan rasa daging yang sangat enak. Ayam kampung sangat berbeda dengan ayam potong dimana dalam waktu singkat sudah bisa dipanen.

Beternak ayam kampung sudah banyak dilakukan oleh masyarakat terlebih di perkampungan, akan tetapi di perkotaan juga ada saja yang memelihara ayam kampung dengan populasi yang sangat sedikit. Karena bisa di bilang perawatan ayam kampung jauh lebih mudah jika dibandingkan dengan ayam potong, Bisa di bilang daya  tahan tubuh ayam kampung jauh lebih bagus.

Sistem pemeliharaan yang di lakukan selama ini kebanyakan masih sitem lepas. Sehingga pemilik ayam hanya memberikan ayamnya makan di pagi dan disore hari saja, sisanya ayam cari makan sendiri. Masalah pengobatan atau pemberian vitamin itu sangat jarang di lakukan, Termasuk pemberian vaksinasi ND contohnya, sehingga jika wabah ND datang bisa jadi ayam satu desa bisa habis karena mati semua. Inilah kelemahan beternak ayam kampung di pedesaan.

Lalu bagaimana hasil jika di buat seperti pemeliharaan ayam potong??

Hasilnya sudah pasti lebih bagus, akan tetapi pemberian pakan pada ayam potong tidak bisa di ikuti pada pemeliharaan ayam kampung karena FCR pasti akan sangat tinggi bisa mencapai 6-7. Sehingga tidak efisien,Bahkan bisa saja merugi. Cara yang betul manajemen di buat seperti pemeliharaan ayam potong dengan pakan alternatif.

Nah, mari kita bahas tentang  Peternakan ayam kampung ini.

1. Kandang

  • Kandang untuk anak ayam
Kandang anak dibuat kecil saja, dengan ukuran 80 cm x 120 cm, hal ini bertujuan agar bisa lebih mudah mengontrol suhu di dalam kandang. Begitu juga dengan penanganan, tangan bisa masuk ke dalam kandang baik dari sisi mana pun. 

kandang anak ayam kampung


Dinding kandang di buat dari kawat rang rang agar sirkulasi udara lancar. Akan tetapi perlu juga di siapkan kain atau tenda yang bisa menutup dinding kandang di malam hari.

Alas kandang boleh terbuat dari bambu atau kawat juga tergantung budget anda.  Pasang lampu di dalam kandang usahakan lampu pijar agar panas yang di hasilkan lebih bagus.

siapkan tempat pakan dan tempat minum yang sesuai untuk anak ayam agar kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.

  • Kandang Fase Grower (Remaja)
Fase grower adalah fase ayam sudah berumur 2-3 bulan. Kandang yang sesuai untuk grower sudah bisa di buat dengan sistem postal (Diturunkan ke bawah) dengan menggunakan litter.

Ukuran Sudah bisa di buat lebar 2m x 3m contohnya, dengan ukuran ini sudah bisa menampung populasi 150 ekor.

Sama dengan pembuatan kandang anak ayam tadi, dinding di buat dari kawat rang rang saja, agar sirkulasi udara juga masuk.

sementara tempat pakan dan tempat minum juga sudah harus di ganti, boleh terbuat dari bambu atau langsung beli dari poultry juga bisa. Yang pasti tetap sesuaikan dengan ukuran ayam.
  • Kandang Finisher (Menjelang panen)
Kandang ayam untuk fase finisher hampir sama dengan fase grower hanya saja ukurannya harus lebih besar. Untuk ukuran 2mx3m hanya bisa menampung 60 ekor. Hanya tinggal menyesuaikan tempat pakan dan tempat minumnya.


  • Kandang Untuk Induk
Kandang Untuk induk juga bisa dibuat dengan ukuran yang di butuhkan dengan kepadatan 10 ekor per meter bujursangkar. Nantinya akan di isi bersamaan dengan pejantan dengan perbandingan 1 jantan dan 8 betina. Fungsinya agar nanti telur yang dihasilkan induk bisa di tetaskan. Karena pada dasarnya ayam kampung tetap bisa bertelur walaupun tidak dikawini oleh ayam jantan, hanya saja tidak bisa di tetaskan karena telur tidak vertil.

2. Pemilihan Bibit 

Selain dari perawatan dan manajemen, bibit adalah salah satu faktor penentu keberhasilan peternakan. Begitu juga pada ayam kampung ini. pilihlah bibit yang bagus untuk anak ayam atau pun Induk dan Jantan nya.


Sebenarnya ini tergantung anda mau memulai dari mana jika mau memulai dengan bibit anak ayam bisa juga, tapi saran saya lebih bagus membeli Induk dan Jantannya. Sehingga dalam waktu singkat sudah bertelur dan bisa di tetaskan. Resiko yang di hadapi lebih rendah jika di bandingkan dengan membeli anak ayam.

ciri ciri ayam Induk ayam yang bagus:
  • Postur besar
  • Mata bersih 
  • Kaki berwarna Kuning
  • Lincah


3. Manajemen Pemeliharaan

  • Perawatan Induk 
Perawatan induk sangat sederhana hanya memberi pakan dan air minum. Karena seperti yang sudah anda lihat bahkan alami ayam kampung memang sangat mudah di rawat. Yang perlu diperhatikan hanya jumlah induk dan jantan dalam satu kandang harus sesuai. 

Lalu amda juga perlu mengontrol telur yang di hasilkan dan disimpan di tempat sejuk dahulu sebelum di tetaskan, untuk menjaga agar telur tidak rusak atau di ganggu predator sepertitikus misalnya. 
  • Perawatan anak ayam setelah menetas
Anak ayam yang baru menetas di masukkan ke kandang ayam yang khusus untuk anak. Selalu usahakan lampu hidup di malam hari agar ayam hangat. suhu yang dibutuhkan anak ayam adalah 35-36 C. 
Dimalah hari tendanya atau penutupnya di pakai, sedangkan di pagi hari tendanya di buka agar sirkulasi lancar. semntara pemberian pakan usahakan pakan selalu tersedia. Begitu juga dengan air minum. anda tidak perlu khawatir tentang sistem yang seperti ini ayam tidak akan makan lebih dari standart yang dia butuhkan jika pakan selalu tersedia.
  • Pemberian OVK 
Pemberian Obat, Vitamin Dan Vaksin di berikan secara terarur baik untuk anak ayam , grower ataupun Induk ayam. 

Yang paling penting adalah Vaksin, karena ayam kampung lebih tahan terhadap penyakit sementara tidak tahan terhadap Virus.

Vaksin yang paling umum di pakai adalah Vaksin ND (new castle diseases) di daerah sumatera utara penyakit ini disebut juga dengan PEOK. Kematian yang disebabkan oleh penyakit ND bisa mencapai 100% dan tidak bisa diobati jika sudah terjangkit. Jadi hanya bisa di cegah dengan Vaksin,


Untuk pemberian vitamin boleh di lakukan untuk semua ayam mulai dari induk sampai ke anaknya. Sedangkan pemberian antibiotik bisa di lakukan jika terjadi kasus penyakit. 
  • Pemberian Pakan
Saran pakan yang di gunakan adalah pakan komplit untuk anak ayam sampai berumur 2 bulan. Setelah itu anda dapat memanfaatkan limbah pertanian dan sisa dapur.  BIsa juga menggunakan jagung untuk pakan induk maupun grower. 

Sedangkan yang sangat prospek untuk dijadikan pakan ayam sekarang sedang berkembang adalah Maggot BSF. Maggot ini memiliki protein yang tinggi yakni mencapai 48%. 

Akan lenbih mantap usaha ayam kampung anda jika menyandingkan dengan pembuatan Maggot sendiri.


4.  Desinfeksi 

Jagalah kebersihan kandang dan lakukan penyemprotan secara berkala. Hal ini terlihat sepele akan tetapi ini adalah salah satu kunci penting.

Penyemprotan Dengan  desinfectan akan membunuh bakteri atau virus yang ada di lingkungan kandang. 

Batasi orang lain berkunjung ke dalam kandang anda. Bukan berarti anda sombong, akan tetapi anda mencegah penularan penyakit yang bisa saja menular ke ayam anda jika seseorang yang berkunjung ke kandang anda baru bersentuhan dengan ayam sakit.

Itulah tadi cara pemeliharaan Ayam kampung yang bisa dijalankan dengan sistem ayam broiler, Untuk info lebih lanjut di artikel berikutnya akan saya bahas lebih rinci satu persatu poin di atas.
Salam satu hobby





sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

0 Response to "Peternakan Ayam Kampung "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel