iklan

Penggunaan Urea dan Batas penggunaan Untuk Pakan Sapi

Penggunaan urea untuk pakan sapi


 Penggunaan Urea pada pakan ternak sapi sudah banyak di lakukan di Indonesia. Akan tetapi pada pemberiannya sampai sekarang masih kontroversi, ada yang masih ketakutan menggunakan urea tersebut untuk di campur ke dalam pakan ternak sapi mereka. Padahal jika takaran dan cara penggunaannya betul bisa jadi malah meningkat kan kualitas pakan dan tidak berbahaya.

Penggunaan urea ini untuk pakan ternak biasanya di lakukan di daerah yang sangat kekurangan pakan hijauan, sehingga butuh pengolahan limbah seperti jerami padi dengan proses urease atau amoniasi.

Apa sih urea itu?

Urea adalah suatu senyawa organik yang terdiri dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Urea juga dikenal dengan nama carbamide yang terutama digunakan di kawasan Eropa. Nama lain yang juga sering dipakai adalah carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine. Senyawa ini adalah senyawa organik sintesis pertama yang berhasil dibuat dari senyawa anorganik, yang akhirnya meruntuhkan konsep vitalisme (Hindrawat, 2003).

Urea ini sering di gunakan pada pertanian, sering juga disebut petani sebagai pupuk daun.

Lalu bagaimana cara aman penggunaan yang aman untuk pakan ternak sapi?

Van Soest (1982), menyatakan pemakaian urea sebagai sumber amonia pada rumput gajah yang berfungsi untuk menghidrolisis ikatan lignoselulosa, dan menghancurkan lignohemiselulosa, melarutkan silika,mengembangkan serat selulosa sehingga memudahkan enzim selulosa bekerja. Penggunaan Non Protein Nitrogen (NPN) pada makanan sapi potong dalam batas tertentu, seperti penggunaan urea, cukup membantu ternak untuk lebih mudah pembentukan asam asetat. Urea mempunyai kandungan nitrogen (N) kurang lebih 45 %. Karena nitrogen mewakili 16 % dari protein atau bila dijabarkan protein setara dengan 5,25 kali kandungan nitrogen, maka ternak kambing rata-rata diberi 5 gram/ekor/hari akan sebanding dengan 19,63 gram protein kasar (Murtidjo, 1993).

Hasil penelitian lain pemakaian urea untuk bahan fermentasi jerami adalah sebanyak 4%. Dengan penambahan urea ini akan meningkatkan kualitas pakan dan daya serap pakan sampai 50%.

Lalu apa yang akan terjadi jika penggunaan urea yang tidak sesuai takaran atau berlebihan?

Sapi akan keracunan.

Gejala-gejala yang terlihat apabila terjadi keracunan urea : sapi tampak gelisah, meneteskan air liur (ngiler), perut gembung, menyepak-nyepakan kakinya ke perut, jalan sempoyongan, sesak nafas, mati apabila tidak cepat tertolong.

Jadi sekarang tergantung teman teman semua, apakah masih takut dengan penggunaan urea? 

Kalau saya pribadi tidak takut selagi masih mengikuti dosis pemberian yang benar. 

Dengan penggunaan urea maka teman teman semua bisa memanfaatkan limbah dengan lebih bagus dengan proses amoniasi.

Salam satu hobby.


sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

0 Response to "Penggunaan Urea dan Batas penggunaan Untuk Pakan Sapi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel