iklan

PAKAN TERNAK RUMINANSIA Dengan UREA


 PAKAN TERNAK RUMINANSIA UREA

 

Urea Jadi Sumber Protein (Palsu) untuk Pakan Ternak

Mahalnya harga pakan biji-bijian yang mengandung protein tinggi, menyebabkan banyak peternak memberikan campuran urea pada pakan. Tapi hati-hati, ada beberapa masalah yang harus diperhatikan jika ingin menggunakan urea sebagai bahan campuran pakan ternak yang efektif.

Urea yaitu senyawa nitrogen non-protein. Artinya, bagian nitrogen dari urea digunakan untuk produksi protein oleh mikroba di dalam rumen, demikian kata Daniel M. Kniffen, Asisten Profesor Ilmu Kehewanan, seperti dikutip Penn State University.

Menurut Daniel, urea mengandung sekitar 45 persen nitrogen. Oleh karena itu, bila urea diubah menjadi protein, nilai ekuivalen protein kasar urea adalah sekitar 281 persen.

Harus diingat bahwa urea tidak mengandung komponen pakan lain yang berguna seperti energi, mineral, atau vitamin.

Sapi dan ruminansia lainnya mengubah urea menjadi protein melalui produksi amonia dan karbondioksida. Amonia yang dilepaskan dari urea dapat melalui dua jalur pada hewan. Pertama, produksi protein mikroba, dan yang kedua yaitu hati dimana ia didetoksifikasi dan dikeluarkan melalui urin.

Amonia yang terlalu banyak keluar dari rumen karena mikroba tidak mampu memanfaatkannya untuk protein. Kapasitas hati untuk ekskresi dapat menjadi kewalahan dan toksisitas (keracunan) dapat terjadi.

Oleh karena itu penting untuk diperhatikan bahwa jumlah urea yang diberikan harus tepat dan akan ada aksi bakteri yang cukup untuk menghasilkan protein.

Tindakan Pencegahan untuk Memberi Makan Urea

Seperti dijelaskan sebelumnya, urea dapat berbahaya bagi ternak jika penggunaannya tidak diatur dengan tepat.

Berikut beberapa rambu penggunaan urea dalam pakan ternak.

1. Gunakan urea untuk menyediakan tidak lebih dari sepertiga total kebutuhan protein dalam ransum ternak.

2. Beri makan ransum setidaknya dua kali sehari untuk mencegah kelebihan amonia.

3. Timbang semua komponen pakan dengan tepat dan pastikan urea tercampur dengan sempurna dan seragam dalam ransum.

4. Jangan langsung memberi makan ternak dengan urea. Sebaliknya, gunakan protein nabati dalam ransum awal, dan kemudian ubah menjadi ransum yang mengandung urea setelah 30 hari pemberian makan.

5. Urea hanya mengandung nitrogen untuk protein, jadi nilai mineral, vitamin, dan energi harus disesuaikan dengan tambahan komponen pakan lainnya.

sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

0 Response to "PAKAN TERNAK RUMINANSIA Dengan UREA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel