iklan

Meningkatkan Hasil Ternak sapi Dengan pemeliharaan Intensif

Beternak dengan sistem intensif adalah semua kebutuhan ternak disediakan oleh peternak tanpa ternak tersebut berpindah tempat.

Seperti halnya ternak ayam potong di Indonesia yang sudah semuanya menggunakan sistem intensif. Bahkan sekarang sudah 20-30% peternak ayam potong di Indonesia menggunakan kandang close house. 

Tetapi di peternakan Ruminansia seperti sapi dan kambing hal ini masih minim di lakukan peternak. Seperti di wilayah Sumatera yang notabene memiliki lahan yang luas untuk angon sapi, masih bisa dibilang sepersekian persen yang masih menjalankan peternakan sapi secara intensif. Hal ini disebabkan karena luasnya lahan untuk melepaskan sapi untuk angon atau cari makan sendiri.

Sementara di daerah Jawa sistem peternakan secara intensif sudah di lakukan sebagian besar peternak sapi. Alasannya karena lahan sudah semakin sempit sehingga hanya bisa menanam rumput bukan mengangon sapi.

Apa sih fungsi dari sistem pemeliharaan Intensif ini??

1. Kontrol lebih mudah

Dengan pemeliharaan sistem intensif, peternak lebih gampang untuk mengontrol ternak sapi mereka. Sapi berada di kandang sehingga bisa di monitoring mulai dari kesehatan dan yang lain. 

Fungsi kontrol sudah jelas sebagai tolak ukur penanganan selanjutnya jika sapi sakit pengobatan pasti akan lebih cepat dan mudah. Sehingga kerugian akibat sapi sakit atau mati akan lebih minim.

2. Terhindar dari kehilangan

Kasus yang sering terjadi jika sapi di angon di lapangan, di kebun sawit atau yang lain adalah sapi hilang. Hal ini sudah bisa dibilang sering terjadi di peternak lokal yang menggunakan sistem angon.

Jika sapi sudah berada di kandang kemungkinan hilang ini sudah jarang terjadi bahkan bisa di bilang tidak pernah. 

3. Pemberian Pakan dan Obat obatan lebih terkontrol

Kadang kala jika sapi terus berada di lapangan tidak bisa di pastikan sapi kenyang makan atau tidak. Di saat musim penghujan mungkin sapinya kelebihan stok Rumput di lapangan. 

Tetapi sebaliknya, jika di musim kemarau ketersediaan rumput dikalangan akan menipis bahkan kadang tidak ada, sehingga sapi tidak pernah kenyang makan rumput. Hal ini bisa menyebabkan sapi susut atau semakin kurus karena kekurangan makanan.

Selain itu pemberian obat-obatan secara berkala seperti obat cacing, vaksin , vitamin dan lain lain juga pasti akan terabaikan. Karena pencatatan juga akan semakin susah kalau sapi dilepas.

Sementara kalau sistem pemeliharaan secara intensif di kandang hal ini tidak akan terjadi. Karena semua hal tercatat baik dari kebutuhan pakan dan pemberian obat-obatan tadi. Jumlah kebutuhan sapi juga akan terus terpenuhi sehingga akan meningkatkan pertumbuhan ternak sapi yang lebih optimal.

4. Meningkatkan hasil

Sudah barang tentu meningkatkan hasil jika semua kebutuhan sapi Terpenuhi. Karena pertumbuhan juga akan mengikuti, dan performa sapi juga akan meningkat, dan Hasil akan meningkat.

Intinya, jika beternak sapi ini dibuat secara intensif hasilnya akan maksimal. Jadi bagi kawan kawan yang berada di lingkungan sumatera mari lah beralih ke sistem Intensif ini. Kita punya lahan yang luas untuk menanam rumput, pasti suatu saat kita akan bisa mengalahkan hasil peternak di Jawa sana. Mereka yang hanya memiliki lahan sempit bisa lebih unggul dari kita yang notabene memiliki lahan yang luas untuk menanam rumput.

Semangat untuk peternak sumatera..
Salam satu hobby.





0 Response to "Meningkatkan Hasil Ternak sapi Dengan pemeliharaan Intensif"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel