iklan

Left Displaced Abomasum | Perut Sembelit

Left Displaced abomasum
                                                        Gambar : awalilmu.com

Left Displaced Abomasum / Perut Sembelit

kasus ini sering terjadi pada sapi yang baru melahirkan.

Ciri Khas nya adalah...
Pada saat sebelum melahirkan, induk sapi tampak dalam kondisi sangat bagus dan gemuk. proses kelahiran berjalan normal dan ari-ari pun keluar dengan baik tepat waktu. Produksi susu tinggi dan pada awal2 setelah melahirkan -seperti biasa- nafsu makan sapi masih belum begitu bagus. Produksi susu semakin bagus pada minggu pertama hingga minggu kedua.

Namun pada minggu kedua, keadaan tiba-tiba berubah...
Tiba2 nafsu makan sapi berhenti..!! Tiba2 produksi susu HABIS..!! Tiba2 sapi diare..!! pas cek termometer, suhu badannya normal..!! Diobati dengan injeksi macem2 gak mempan..!! Dokter Hewan, Mantri dan Peternak sama2 bingung... Lalu sapi semakin mengurus, gak sembuh2 dan akhirnya terpaksa dijual daripada mati dikandang...

Pernah mengalami kasus beginian...?

Begini, kecenderungan kasus ini adalah LDA / Left Displaced Abomasum.
yang terjadi adalah berpindahnya perut keempat sapi (abomasum) dari posisi normal yang dibawah perut ke bagian perut sebelah kiri. Berpindahnya abomasum ke sebelah kiri ini menyebabkan tersumbatnya jalur makanan ke usus. Ingat ya, fermentasi itu dilakukan di abomasum... jadi kalo salurannya terhambat, maka abomasum akan membesar akibat gas yang dihasilkan dari fermentasi akan terkumpul disitu tak tersalurkan. Membesarnya abomasum yang berisi gas ini menimbulkan suara jika Dokter Hewan melakukan pemeriksaan (istilahnya adalah ping sound saat pemeriksaan auskultasi). mirip seperti gendang, gitulah...

Solusinya sederhana, yaitu mengeluarkan gas di dalam abomasum itu, mengempiskannya lalu mengembalikan abomasum ke posisi normalnya dan memfiksasinya agar gak pindah lagi. Masalahnya, tindakan ini hanya bisa dilakukan dengan cara operasi laparotomi dan harus dilakukan oleh Dokter Hewan yang sudah terlatih dengan baik.

Di Indonesia, kasus ini sbenernya sudah sangat banyak terjadi sejak dahulu kala namun tidak banyak yang memahaminya. Sebelum kasus ini dikenal dan populer, kebanyakan kita hanya mendiagnosa dengan diare atau indigesti biasa.Beberapa Dokter Hewan baru memahami kasus ini dan melakukan operasi LDA mulai tahun 2003. Saat ini sudah sangat banyak Dokter Hewan mengenali kasus ini dan ahli dalam melakukan operasinya.

Yang menarik bukanlah bagaimana operasinya karena jika sampai kasus ini terjadi, anda tinggal menyerahkan pada Dokter Hewan untuk melakukan operasinya. Hal penting yang anda perlu pahami adalah BAGAIMANA MENCEGAH nya...

Begini cerita sederhananya...
Pada saat sapi melahirkan, sapi akan mengalami ANOMALY
fisiologis BACA DISINI. 

Nah, pada beberapa hari pertama sejak melahirkan, nafsu makan sapi masih rendah sehingga perut pertama sapi (yang disebut rumen itu tidak terisi penuh). Jika situasi ini dibiarkan, maka kosongnya ruang perut tadi akan memberikan peluang si abomasum tadi untuk pindah tempat ke ruang kosong itu tadi. Nah, berpindahnya abomasum inilah yang menjadi penyebab LDA.

Masalahnya, secara normal nafsu makan sapi pada awal2 kelahiran memang akan selalu rendah sebagus apapun kualitas pakannya. Pada awal2 kelahiran, target anda adalah harus membuat perut sapi segera penuh agar tidak ada ruang kosong diperut dan mencegah berpindahnya abomasum. Ini harus dilakukan pada 3-5 hari pertama tanpa putus sejak induk melahirkan. Caranya adalah dengan memberikan sapi yang baru melahirkan tersebut minum sebanyak mungkin dan adlibitum (jangan dibatasi karena sapi bisa minum sampai 50 liter/hari). 

Jadi sekali lagi anda harus perhatikan betul perlakuan pada induk pada 3-5 hari pertama setelah melahirkan untuk mencegah LDA ini...

Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat peternak.

source : drh. Deddy F kurniawan
sarlim saragih Saya seorang lulusan Peternakan Sekarang menyalurkan hobbi menulis dari berbagai pengalaman yang sudah di jalani.

0 Response to "Left Displaced Abomasum | Perut Sembelit"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel