iklan

Usaha ayam potong atau Sapi perah??

Swasembada daging di Indonesia masih sangat kurang sehingga pemerintah masih sering melakukan import daging dalam bentuk hidup maupun sudah dalam keadaan beku.

Sebernya jika dilihat dari geografis indonesi dengan iklimnya sangat cocok untuk semua jenis ternak seperti unggas (ayam pedaging, ayam petelur, bebek puyuh dll),ruminansia(sapi,kambing,domba dan kelinci) dan (babi) monogastrik.

Sebenarnya bisnis peternakan juga hasilnya sangat menjanjikan. Dari berbagai jenis peternakan yang dijalankan di Indonesia. Memang untuk partai besar sudah pasti membutuhkan modal yang besar juga, sama halnya dengan bisnis lain. Nah mari kita bahas beberapa jenis usaha yang bisa di jalankan di peternakan.

1. Bisnis ayam pedaging
Ayam pedaging ( broiler) adalah jenis ayam ras yang sudah berkembang di Indonesia sejak tahun 1990-an. Sekarang di seluruh wilayah di Indonesia sudah ada perusahaan yang menawarkan kerjasama dengan masyarakat dengan sistem kontrak.

Bagi pengusaha yang ingin menjalankan bisnis dengan rotasi yang cepat cocok untuk mencoba bisnis ini, karena umur panen sangat singkat. Waktu yang dibutuhkan dalam pemeliharaan ayam pedaging hanya 30-38 hari. Walaupun umur hanya singkat bobot ayam pedaging bisa mencapai 1.8-2.5 kg lho.

Penghasilan dari bisnis ini jika kita bermitra dengan perusahaan bisa mencapai Rp. 7000/ekor, hasil ini bisa di capai dengan performen ayam yang bagus tentunya. Bayangkan jika ayam yang anda pelihara berjumlah 20.000 ekor hasil yang di dapat dari satu periode bisa mencapai Rp. Rp.140.000.000.,-. Padahal modal yang dibutuhkan untuk Satu periode hanya kisaran Rp. 1300-1700/ ekor. Sudah bisa di hitung dong hasil bersihnya.

Tetapi jika cerita usaha kita harus cerita resiko juga. Pemeliharaan ayam pedaging memiliki tingkat resiko yang tinggi juga. Kerugian juga bisa mencapai ratusan juta, jika anda pelihara mandiri. Mandiri maksudnya disini menyediakan semua bahan mulai dari bibi, pakan ,obat obatan di beli dengan biaya sendiri. Tetapi jika anda bekerjasama dengan perusahaan Resiko anda terbatas, kenapa saya katakan demikian? Karena beberapa perusahaan menanggung kerugian jika peternak gagal.
Jadi kerugian peternak hanya operasional setiap periode, sudah pasti terbatas dong. Sedangkan kerugian yang terjadi selama masa periode di tanggung oleh perusahaan.

Apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha ayam potong??
Yang pasti modal utama adalah untuk menyediakan kandang dan peralatan serta beberapa faktor pendukung lainnya seperti air, listrik, dan jalan.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu unit kandang lengkap dengan peralatan dengan kapasitas 5000 ekor membutuhkan biaya kurang lebih 180jt. Tergantung bahan yang di gunakan dan lokasi tempat anda membuat kandang tersebut, karena setiap wilayah beda harga bahan bangunan.

Nah untuk lebih lengkapnya, jika tertarik menjalankan bisnis ini coba cari informasi tentang perusahaan yang ada di lokasi anda yang bisa di ajak bermitra. Saya yakin di setiap kota di Indonesia pasti ada perusahaan tersebut.

2. Bisnis sapi Perah
Beberapa wilayah di Indonesia sangat familiar dengan bisnis ini seperti Bandung,Pasuruan, Bogor dan Malang.

Seperti Pasuruan misalnya, disana ada desa grati yang memiliki koperasi khusus untuk menerima susu hasil perahan peternak. Selanjutnya oleh koperasi tersebut susu tadi di kirim ke Nestle Surabaya. Susu segar yang baru di perah setiap pagi di antar ke koperasi tersebut, di ukur dan dicatat, hitungannya setiap bulan.

Itu hanya contoh daerah yang menjalankan bisnis ini, di beberapa daerah memang hanya menjalankan dan menjual langsung ke restoran dan cafe.

Baik mari kita bahas prospek dari sapi perah. Hasil yang bisa di dapatkan dari 1 ekor sapi bisa mencapai 15-20 liter sehari, dengan jenis sapi FH lokal. Akan tetapi jika FH masih super bisa mencapai 25-30 liter per hari. Coba di hitung dengan sapi lokal saja hasil perbulan bisa mencapai 450-600 liter susu. Buat sajalah 500 liter hasil dari 1 ekor sapi. Sedangkan harga di pasaran bisa mencapai Rp. 15000/ liter, harga ini tergantung wilayah. Jadi hasil dari satu ekor sapi saja bisa mencapai Rp. 7.500.000/ sedangkan biaya perawatan setiap hari paling mahal Rp. 20.000/ekor. Biaya ini memang masih belum terhitung rumput yang di arit sendiri. Sudah bisa dihitung dong hasilnya.

Keuntungan ke dua dari pemeliharaan sapi perah adalah anak dari sapi tersebut. Sapi akan laktasi jika melahirkan. Otomatis jika susunya sudah dapat sudah pasti anakanya dapat dong. Harga pedet FH baru lahir bisa mencapai 2-3 jt, tergantung kualitas.

Jika berbicara resiko terhadap pemeliharaan sapi perah memang tetap memiliki resoko. Hanya saja tidak seekstrim ayam potong tadi. Resiko paling tinggi adalah kematian induk akan tetapi kemungkinan ini hanya 10-15 %. Artinya jarang terjadi.

Nah, bagaimana dengan modalnya?
Sudah pasti kita siapkan kandang sederhana saja jika hanya mau pelihara 1-5 ekor saja.  Dengan instalasi kandang yang biasa saja. Biaya kandang dengan lantai semen berkisar Rp. 1000.000/ ekor.
Untuk beli induk yang sudah produksi mencapai Rp. 25.000.000-30.000.000/ekor.

Nah bagi anda yang mau mencoba bisnis peternakan boleh coba bandingkan yang mana yg lebih potensial.. antara dua diatas.
 Sebenarnya masih banyak prospek peternakan yang lain dengan hasil yang juga menjanjikan. Akan di bahas di lain artikel.




0 Response to "Usaha ayam potong atau Sapi perah??"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel